
Tidak terasa kandunggan Bella sudah delapan bulan dan sebentar lagi Bella akan melahirka, Andika dan Bella akan belanja untuk membeli perlengkapan dedek
"Mas perutku sakit "ucap Bella dengan nada manja,
Langsung saja Andika membopong Bella ke ruang tunggu,
"Kamu tunggu di sini sayang "ucap Andika sambil mendudukkan Bella,
Dan rupanya Bella capek masuk dalam mobil langsung tertidur pulas tampa berbicara, sampai di rumah Andika membopong Bella ke kamar dan barang belanjaannya di bawah oleh pak Mamat, dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul satu, Andika bersiap siap untuk pergi kerja,
"Bik! Andika berangkat dulu tolong jaga non Bella, kalau bangun suruh dia makan dan minum obat "ucap Andika sambil nada senyum,
"I iiya siap mas "ucap bik Inem dengan nada senyum,
Waktu sudah jam tiga sore Andika pulang dari kerja sebelum masuk kamar bik Inem mengaduh karena non Bella belum mau makan sama sekali,
"Mas aku pingin makan kepiting tapi ngak pedas boleh ya mas? "ucap Bell dengan nada manja sambil merajuk di pangkuan Andika,
"Aduh kepalaku pusing perutku rasanya mual sebentarya sayang "ucap Andika sambil masuk ke kamar kecil hoek, hoek
__ADS_1
Langsung Andika ke dapur untuk memintak bik Inem teh panas sambil
Hoek,,
Hoek,,
"Kenapa kamu mas Andika "ucap bik Inem sambil memijitin pundak Andika,
"Ngak tau bik! Mungkin Andika masuk angin dari tadi kok bik "ucap Andika sambil meminum teh panas yang di buatkan bik Inem,
Bella tau kalau Andika badannya masuk angin dan langsung saja Bella pesen kepiting caos secara online, tak berselang lama pesanan Bella sudah datang,
"Mas ayo makan sama - sama enak ni kepitingnya "ucap Bella sambil mengandeng tangan Andika,
"Udah deh sayang makan sendiri perut mas mual pingin muntah "ucap andika sambil memegang mulutnya,
Bella sesudah makan lalu melihat TV sedangkan Andika mintak di buatkan nasi goreng oleh bik Inem, dan selesai langsung saja bik Inem memberikan nasi gorengnya kepada Andika,
"Hoek - hoek " Andika tidak tahan mencium nasi goreng buatan bik Inem,
__ADS_1
"Non rupanya mas Andika bukan masuk angin tapi "ucap bik Inem, sebelum melanjutkan omongganya.
"Tapi apa bik "ucap Bella dengan nada gugup,
"Ikut nyidam dan merasakan mual yang non rasakan, biasanya gitu non, istri yang hamil suami yang merasakan sakit, semoga saja kalau non melahirkan nanti mas Andika tidak ikut merasakan, biar mas Andika bisa mendampinggi non lahiran "ucap bik Inem,
"Aamiin bik! Semoga mas Andika tidak ikut merasakan sakit biar mas Andika bisa menemani Bella lahiran, Bella takut bik kalau lahiran katanya sakit ya, giman ya bik rasanya Bella jagi bayanggin "ucap Bella sambil peluk bik Inem,
"Kata siapa sakit non? Kalau sakit kenapa orang - orang itu kok banyak anak, kalau non lahiran mau normal apa operasi "ucap bik Inem sambil membelai rambut Bella,
"Ngak tau bik! Maunya mas Andika mintak normal "ucap Bella sambil kepalanya di tidurkan di pangkuan bik Inem,
Dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan bik Inem dan Bella ke kamar untuk istirahat, sampai di kamar Bella melihat Andika sedang tidur terlentang tidak mengunakan baju hanya pakai celana pendek dan akhirnya Bella menggalah tidur di sofa, sampai pukul sepuluh Andika terbangun melihat Bella sedang tertidur di sofa langsung di pindahkan di tempat tidur, tidak terasa waktu sudah pagi, dan pagi berganti siang waktunya Bella ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungganya,
"Gimana sehat dok! Dedek bayinya "ucap Bella dengan semyum,
"Alhamdulillah sehat! Oh iya ini PR buat dokter Andika " ucap dokter Nia dengan senyum,
"Apa itu dok? "ucap dokter Andika dengan nada gugup,
__ADS_1
"Ini supaya lahiranya dedek bayi gampang, papanya harus sering - sering jengguk dedek bayi biar dedek bayinya tau jalanya dan cepet keluarnya "ucap dokter Nia dengan nada senyum,
"Kalau itu sudah dok, dua hari sekali iya kan sayang "ucap Andika sambil cium tangan Bella,