Jodohku anak SMA

Jodohku anak SMA
BAB 18 , tragedi Liam dan sang kakak


__ADS_3

"jadi gitu ceritanya kak, makanya Liam mengantarkan cia pulang, dan Liam juga ingin meminta maaf sama ounty karena Liam belum bisa melindungi cia dengan baik, Liam tidak mau orang tau siap Liam sehingga Liam pun tidak bisa melindungi cia dengan baik " ujar Liam dengan suara yang sedih


"ini bukan salahmu lim " ujar maxim sambil menepuk bahu sang sepupu, dia pun langsung menelpon seseorang .


sedikit cerita, kenpa Liam sangat tidak suka dirinya di public, dulu Liam memiliki seorang kakak perempuan yang bernama bernama prisiana genelayan Barack Liam dengan sang kakak umurnya hanya berjarak 6 tahun, disaat sang kakak berumur 15 tahun dirinya berusia 9 tahun. suatu kejadian yang membuatnya kasih sangat teringat di bbenaknya sampai saat ini bisa di bilng dirinya trauma atas kejadian malam itu. di malam itu dia dengan sang kakak sedang berjalan jalan keduanya pun tampak bercanda dan bergurau setelah lama berjalan mereka pun singah di samping jalan Karena tiba tiba turun hujan di malam itu mereka pun berteduh dan menuggu jemputan .


"kita berteduh disini dulu ya lim " ujar layan, layan melihat sang adik yang kedinginan, diapun tak tega jika mengajaknya berjalan lagi sampai di tempat di mana mobil nya berada


"iyh kak Liam sudah sangat kedinginan " ujar Liam sembari berlari ke tempat penungu di jalan itu, layan pun segera mengikuti sang adik dan dia pun menghubungi supirnya agar datang menemuinya. mungkin Karena hujan jalanan pun menjadi rawan membuat ada beberapa kecelakan dan itu membuat kemacetan jalan , sehingga membuat layan dan Liam pun lama menuggu jemputan mereka.


"kak kenapa sangat lama ya paman lee " ujar Liam, paman lee ada seorang supir handalan yang telah di percaya oleh keluarga Barack.


"aku lihat itu " ujar layan sambil menunjukan jalanan yang ramai dan ada kemacetan, "saat ini hujan dan tadi ada yang kecelakan itu pasti membuat jalanan jadi macet , pasti paman lee sekarang sedang berada di antara mobil mobil itu, aku sabar ya " ujar layan, dan hal itu hanya di anguki oleh layan.


sudah 25 menit kemudian jemputan pun belum kunjung sampai dan hari pun mulai semakin malam, hujan pun tak kunjung berhenti jalan masih di penuhi oleh mobil mobil. layan yang melihat sang adik nya kini sudah sangat kedinginan dia tidak bisa berdiam diri dan akhirnya dia pun berniat untuk mencari taksi disekitannya saya dari pada menuggu lebih lama itu akan membuat adiknya sakit,


"lim kau tunggu kakak disini hm, kakak akan pergi mencari taksi disana ya, cuman sebentar " ujar layan menuju kearah Kiri nya,


"tapi kak apakah ada taksi , sekarang sudah jam berapa , sangat sulit mencari taksi apa lagi dicuaca begini " ujar sang adik


"pasti ada kok, kau tunggu disini ya " ujar layan, dan hanya di anguki oleh Liam. tak lama pun layan pergi mencari taksi dan tidak lama taksi pun berhenti didepannya , apa lagi yang berdiri itu adalah anak Brianna siapa tidak mengenal nya seorang selebriti serta seorang Ratu korea itu layan memang tidak perna memprivate tentang siapa dia termaksud Liam saat ini dia masih di public.

__ADS_1


"pak bisa antar kami " ujar layan, dan dia hanya melihat angukan dari sang supir lalu layan pun memagil sang adik untuk datang menemuinya , Liam pun melihat sang kakak memangilnya langsung datang dan mereka pun menaiki taksi itu tampa sedikit ragu dan takut sedangakn, Brianna dan selon sudah pernah bilng jangan pernah menaiki taksi atau pun menaiki halnya, selain menaiki kendaraan pribadi, bahkan mereka pun keluar tidak diperbolehkan jika tidak ada hal yang medesak jika ingin keluar pun harus ada penjaga Karena bukan hanya di serang pengemar sang ibu tapi sang ayah seorang KOLINGMERAT dan juga seorang pisikopat pasti banyak musuh sang ayah hal itu yang membuat selon takut jika anak anak nya akan menjadi Korban.


mereka pun akhirnya melaju di jalan raya, 15menit kemudian mobil mebelok ke arah jalan yang lain, layan melihat itu pun langsung angkat bicara pasalnya jalan menuju pulang bukanlah jalan itu, jalan yang mereka masiko adalah menuju tempat rerumahan dan gedung tua.


"maaf pak ini jalan mana, ini bukan jalan tempat menuju rumah saya pak " ujar layan sedikit mulai curiga, Sedangkan Liam dia hanya menyimak sang kakak dan melihat ke Kiri dan kekanan jalanan pun mulai gelap tidak ada lampu, bisa dikatakan disana perumahan tua.


"disini jalan pintas dek " ujar lelaki itu dengan suara yang sangat penuh penekanan, sementara layan sudah mulai mengigat perkataan dari kedua orang tua nya itu, dan kini dia pun mulai ketakutan, setaunya jalan ini bukan jalan pitas di mana pun tidak ada jalan pintas disini dan kecurigaan layan pun terungkap disaat mobil mulai berhenti didepan gedung tua itu dan layan tak sengaja melihat beberapa benda tajam di samping pegemudi dia pun mulai ketakutan.


"kita sudah sampai nona " ujar sang lelaki itu, sambil keluar , dan membuka pintu mobil milik layan dan Liam


"apa maumu ha " ujar layan setelah keluar dia pun segera meraih sang adik dan memeluknya


sementara Liam dia tengah bingung ada apa dengan ini semua dia blum tau jika mereka kejebak , hujan pun sedikit reda namun malam pun semakin larut.


"kenapa kau begitu jahat paman " ujar Liam membentak, biasa anak kecil memang suka begitu nada bicaranya ye kan bun heh//


"mau tau Alasanya, yang pertama aku sangat benci dengan ayah mu, dan yang kedua aku iri dengan ayah mu, jadi kalian lah hal satu satu nya yang bisa aku gunakan untuk membalas semuanya " ujar lelaki itu yang tak lain adalah musuh ayah nya


"kenapa kau benci dengan ayahku apa salah ayahku ha "ujar layan memberanikan dirinya untuk bersuara di dalam hatinya sangat ketakutan


" karena ayah kalian telah mengambil kebahagian ku"ujar lelaki itu sembari mendekati mereka berdua, dan tampa disadari mereka ternyata mereka telah masuk ke teras gedung itu.

__ADS_1


"jangan mendekat lagi paman " ujar layan sambil memeluk erat adiknya


"diamlah bocah hari ini ayah mu akan mendapatkan berita yang sangat sepesial dibhidupnya dua anak kesayanganya kini akan mati, aku tak sabar melihat selon marah dan mencari ku, dengan begitu aku pun bisa membunuh selon, dan brianna pun menjadi miliku seutuhnya" ujar lelaki itu sambil mengelap pisau tajamnya, layan pun sangat ketakutan tidak dengan Liam dia sangat marah namun dia tidak tau harus berbuat apa.layan pun membisikan sesuatu ke sang adik ,


"kamu lari ya lim dan segeralah telpon seseorang mintalah bantuan, kakak tidak sengaja menigalkannya di mobil, pergi lah jangan pikir kan kakak, segera cari bantuan" dengan cepat layan membisikan dengan sang adik, untung hujan masih turun jadi tidak ada yang mendengar bisikan dari layan. lelaki itu pun mendekati mereka dan di saat lelaki itu ingin memegang dagu layan dengan segera liam mengigit tangan laki laki itu dan Liam pun menarik sang kakak agar keluar dari gedung nya, dan terjadi lah kejar kejaran antara mereka bertiga.


.


"ayo kak cepat larinya" ujar Liam ke pada sang kakak


"hei dua sialan diam di sana atau kau akan ku tembak " ujar lelaki itu dan mendengar itu layan pun mendorong sang adik keluar dan layan kena tembakan di kakinya


"kakak " ujar Liam di luar


"pergilah jangan hirau kan aku, ujar layan dan layan pun di seret oleh lelaki itu dan di bawa ke dalam gudang, sementara Liam bergegas mencari telpon milik kakaknya dan bersembunyi di antara rerumahan reruntuhan di Sana, dia pun ingin menghubungi seseorang ternyata di Sana tidak ada sinyal sedikit pun, dalam tangisan histeri Liam dia berdoa ada keajaiban datang, dan liam pun mendengar jeritan sang kakak kesakitan tak tega dengan sangat berhati hati Liam melihat sang kakak dari jendela gedung itu, betapa terkejut dan amarahnya Liam melihat sang kakak yang sudah berdara darah , tampa di sengaja layan melihat sang adik dan segera berteriak


" pergilah dari sini jangan pedulikan aku"ujar sang kaka dan itu membuat Liam langsung lari dan di saat dia ingin keluar dari gerbang gedung tua itu ada beberapa mobil yang masuk, dan Liam pun segera menyumput dirinya, dengan tangisan dan perasaan yang tak karuan Liam sangat menyesali kenapa mereka pergi naik taksi , sudah jelas sangat di larang oleh orang tua nya, tampa sengaja Liam mendengar percakapan perempuan dan seorang lelaki yang turun dari mobil itu


"apakah kedua anak nya sudah mati sekarang aku tidak sabar melihat Brianna akan gila dan akhirnya pun dia pergi dari dunia ini dan aku akan menjadi selebriti ternama yang akan mengantikanya " ujar perempuan itu


"kau benar aku juga tidak sabar melihat selon akan marah pada dunia ini dan menjadi gila " ujar lelaki itu

__ADS_1


mereka pun masuk ke gedung itu. dan setelah semuanya masuk, Liam pun pergi


__ADS_2