
Langsung saja Andika tersenyum saat mendengar ucapan Bella,
Melihat mukanya Bella Andika langsung memintak maaf, dan memberikan ponselnya untuk Bella,
"Ni ponselku kamu bawah aja biar kamu tidak menuduh aku yang bukan - bukan, "ucap Andika sambil memberikan ponselnya dan di taruk ke pangkuan Bella,
Langsung saja Bella berjalan menuju kamar sambil mulutnya komat - kamit tidak jelas,
Andika berjalan di belakang Bella,
"Kamu yang sabar ya Andika menghadapi istrimu yang seperti ini, dia lagi cemburu, takut kehilangan kamu "ucap Andika sambil menjatuhkan pantatnya di samping Andika,
"Siapa yang cemburu mas, mas! "Ucap Bella dengan muka sewot,
"Kalau kamu tidak cemburu, kenapa muka dan ucapanmu begitu sayang, sepertinya kamu lagi cemburu, kalau kamu cemburu sama saya, saya berterimakasi, cemburu itu tandanya cinta, dan takut kehilangan " ucap Andika sambil memeluk Bella,
"Aku males sama kamu mas! " Ucap Bella,
__ADS_1
Langsung saja Bella berbaring di atas sofa, sambil bernyanyi untuk menghilangkan keresahan hatinya,
Dan Andika menjatuhkan pantatnya di samping Bella, Bella akan mintak di belikan alat karaoke sekarang,
"Apa sih yang engak buat kamu sayang, ayo aku tunggu di depan " ucap Andika sambil mencium kening Bella,
Tiga puluh menit Andika dan Bella sudah berada di toko elektronik, dan Andika menyuru pelayan untuk memilikan barang yang terbagus dan termahal di toko ini,
Semua pelayan di sini sudah mengetahui tentang Andika, dan semua alat yang ada di rumah semua beli di sini,
"Ini non yang terbagus dan termahal, apa nona mau coba karaoke gitu "ucap Karyawan perempuan,
"Sepuluh juta nona " ucap Karyawan,
"Aduh itu kemahalen mbak, nanti suamiku marah, yang biasa - biasa saja mbak, ngak mahal gitu " ucap Bella,
Mendengar percakapan Bella dan karyawanya, langsung saja Andika memilih yang terbaik,
__ADS_1
"Mas ! Jangan yang ini, ini sangat mahal, yang biasa - biasa saja, belajar hemat dikit dong mas " ucap Bella sambil mengandeng Andika,
"Kamu diam saja! Terserah aku, aku mau beli yang mana, kamu yang nurut apa kata saya, dasar anak kecil " ucap Andika sambil telunjuknya di dekatkan pada bibir Bella,
"Nona kamu beruntung sekali punya suami kayak dokter Andika, orangnya sabar dan penyayang ",ucap Salah satu karyawan,
Di sisi lain
Semua karyawan pada membicarakan Bella dan Andika, dan tidak sengaja Andika mendengarkan pembicaranya, Andika ikut nimbrung dan bercerita tentang istrinya,
"Iya dan alhamdulilla permintaanku di kabulkan Tuhan, dulu aku mintak istri yang sangat manja, Tuhan memberikan istri yang super manja, kamu tau istriku tidak bisa membedakan mana garam dan gula, itu cita cita mama aku, ingin menantu yang manja, dan tidak boleh masuk ke dapur "ucap Andika sambil melihat istrinya yang berjalan,
"Mas ! Nanti kita mampir beli makanan di swalayan ya mas " ucap Bella dengan nada manja,
"Iya sayang, tu lihat sendiri dari nada bicaranya saja, dia tidak tau mana garam dan gula, iya iya sayang '' ucap Andika sambil melihat karyawan satu persatu,
"Mas ! Kamu malu - maluin aja si mas, tu namanya kebiasaan, kamu sih aku mau belajar masak kamu tidak memperbolehkan, kalau di luar kamu selalu menjelekkan aku, mas, aku males sama kamu!" Ucap Bella dengan nada marah,
__ADS_1
Semua karyawan menundukkan kepalanya saat Bella bicara dengan nada sedikit marah,
Dan Andika berjalan mendekati Bella sambil mintak maaf,