Jodohku anak SMA

Jodohku anak SMA
Plan - plin


__ADS_3

Malam berganti pagi tidak seperti biasanya Andika, sehabis sholat subuh Andika merebahkan badanya di samping Adit, dan Bella pergi ke kamar kecil untuk membersikan dirinya karna sudah dua hari Bella belum mandi,


Waktu semakin siang Andika tertidur sangat pules seakan - akan lupa akan kuwajibanya menjadi seorang dokter,


"Papa - papa bangun " ucap Adit sambil memukul Andika,


"Iya, iya ayo mandi ih bau ecut " ucap Andika sambil mencium Adit,


Langsung saja Andika memandikan Adit, sesudah mandi Andika melihat Bella dengan nada manyun, langsung Andika memeluk Bella dari belakang


"Sayang kamu kok ngemesin sih! Bibirmu yang manyun jadi mas pingin ni "ucap Andika sambil memeluk badan Bella dan mengecup bibirnya yang manyun itu,


Lepaskan aku, dasar om - om mesum " ucap Bella sambil melepaskan pelukan Andika,


Andika memeluk Bella sangat erat, sampai sampai Bella tidak bisa bernafas dan berteriiak, Adit melihat papa dan mamanya berpelukan Adit nangis dengan kencang sambil menarik tangan Andika,


"Hiks - hiks papa jahat " Ucap Adit sambil memukul badan Andika dan menangis,


"Ngak sayang papa ngak jahat mama kamu yang itu " ucap Andika sambil mengendong Adit,

__ADS_1


Adit tidak mau di gendong sama papanya dan berlari ke mamanya, langsung saja Bella senyum sinis sambil melihat Andika yang sedang duduk di sofa,


"Adit nak, sayangin mama, mama tidak punya siapa - siapa selain kamu "ucap Bella sambil nangis dan memeluk Adit,


"Jaga ucapanmu sayang! Kamu tidak pantas bicara seperti itu di hadapan anak kita "ucap Andika dengan nada sedikit marah,


"Emang masalah buat kamu, itu fakta mas! Dan aku capek dengan kelakuan mu itu, kamu plan plin kalau bicara, terserah mau kamu apa selingku, kawin lagi terserah, dan aku sekarang mau pergi ke desa hidup bersama dengan Adit "ucap Bella dengan sedikit marah,


"Engak sayang kamu bercanda kan, kamu tidak akan pergi dari sini kan, aku tidak bisa hidup sama kamu " ucap Andika,


"Udah basi, selalu " Aku tak bisa hidup sama kamu, jangan tingalin aku sayang " ucap Bella sambil memanyunkan bibirnya,


"Jujur mas! Aku dulu punya cita - cita, kalau aku punya suami itu orangnya sabar, sayang, bisa menjadikan aku sebagai ratu dan satu lagi aku paling benci kalau suamiku matanya jelalatan, tukang selingku dan ngomongnya plan plin seperti kamu "ucap Bella sambil menatap mata Andika,


Andika hanya diam saja mendengar dan melihat muka Bella, badan Andika melemas kayak tertusuk pisau yang sangat tajam sambil mengelurkan air mata,


kring,,,


Kring,,,,

__ADS_1


Ponsel Andika berbunyi berkali - kali tapi Andika abaikan saja, seakan hidup Andika tidak ada artinya, karena melihat dan mendengar ucapan Bella.


"Selama ini aku berbuat salah, orang yang selama ini yang saya cintai terluka karena ulahku "ucap Andika dalam hati sambil meneteskan air mata,


"Papa ini Hp papa berbunyi " ucap Adit sambil memberikan HP nya,


Andika mengambil Hp nya yang ada di tangan Adit lalu menaruknya di atas tempat tidur dan menggabaikan suara pangilan masuk berulang kali,


Adik memberikan HPnya tapi Andika mematikan nya,


Seharian Andika hanya tiduran saja dan tidak sengaja Adit memegang badan Andika,


"Papa sakit ya! Mama badan papa panas "ucap Adit sambil menarik tangan Bella ke tangan Andika,


"Coba pangil bik Inem nak! suruh ke sini "ucap Bella,


"ngak usah biar aku mati sekalian "ucap Andika sambil mengigil,


"Tidak seperti biasa Om ini sakit, apa mungkin ucapanku tadi keterlaluan "ucap Bella dalam hati sambil menelpon istri dokter Hasan,

__ADS_1


Karena Bella mintak tolong dokter Hasan untuk memeriksa Andika sedang sakit,


__ADS_2