
Malam mulai gelap hanya bulan dan bintang yang akan menyinari semua ini, dan Andika terasa berat hati meningalkan istri dan anaknya, dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul dua belas waktunya Andik merebahkan dirinya di samping istrinya sebelum berbaring Andika melihat wajah istri dan anaknya yang sedang tidur, waktu menunjukkan pukul satu langsung saja Andika tertidur di samping Bella dan tidak terasa sudah waktu sudah pagi,
Bella menyiapkan pakean yang akan dibawah
"Mas! gak muat ni udah satu koper "ucap Bella sambil menutup koper pakean Andika,
"Ya cukup itu saja kan cuma satu bulan "ucap Andika sambil memakai baju
Mas! Kalau kamu disana nanti jangan lupa sholat, makan yang banyak juga minum susu biar sehat ini, ni yang penting jangan genit - genit sama dokter wanita , pasien wanita atau suster di sana, mentang - mentang di saja jauh dari istri kamu seenaknya saja, awas aku di sana punya mata - mata " ucap Bella sambil duduk di sampin Andika dengan nada senyum,
"Engak la, emang aku cowok apaan "ucap Andika dambil mencubit hudung Bella,
"Kamu itu om - om kalau bicara suka plin - plan iya kan " ucap Bella sambil membukam mulutnya,
"Eh dasar anak kecil sukanya merayu om - om iyakan iya "ucap Andika sambil mencium Bella,
"Om dulu pengalamannya! Suka di rayu ama cewek - cewek ya "ucap Bella sambil mengigit pipi Andika,
"Ampun sakit sayang "teriak Andika dengan nada kencang sambil memegangin pipinya
__ADS_1
Langsung saja Andika berpamitan sama Bella dan Adit tidak lupa sama bik Inem dan mintak tolong untuk jagain Bella dan Adit,
Pak Mamat akan mengantar Andika sampai di rumah sakit,,
Dokter Andika dan semua dokter lainnya akan berangkat, selamat sampai di tujuan,
********
Tidak terasa sudah dua minggu Andika meningalkan Bella dan Adit di rumah hanya vc saja yang bisa mengobati kangen pada Adit, dan Adit selalu menangis mencari Andika,
Hiks,,,
Hiks,,,
Mas! Angkat telponya mas,
Berulang - ulang kali Bella menelpon Andika tapi tidak di jawab, dan sekali lagi Bela menghubungi Andika,
"Mas adit badanya panas "ucap Bella dengan nada nangis,
__ADS_1
"Iya sayang jangan panik, ambil obat yang ada di lemari es dan minimkan sekarang "ucap Andika,
"Mas kapan kamu pulang Adit kangen dia selalu pangil - pangi kamu terus "ucap Bella sambil gendong Adit,
Adit tertidur di gendongan Bella, dan Bella yakut kalau Adit nangis kalau di taruk di tempat tidur dan terpaksa Bella tidur bersandar di sofa sambil gendong Adi pas jam tiga Adit terbangun dari tidurnya dan menangis mencari papanya langsung saja Bella vc an sama Andika,
"Papa - papa ayo pulang "ucap Adit sambil di gendong Bella,
"Iya sayang, kamu jangan nangisya besok papa pulang bawah mainan, kamu cepar sembuh ya "ucap Andika,
Non sini den Adit sama bik Inem, biar enon istirahat sebentar nanti non capek dari tadi malam den Adit non gendong "ucap bik Inem sambil mengendong Adit,
"Iya maaf ya bik! Selalu ngerepotin bibik "ucap Bella sambil merebahkan badanya ke tempat tidur,
Dan tidak terasa waktu sudah mulai pagi, matahari mulai bersinar terang, Bella terbangun dari tidurnya, dan mencari keberadaan Adit,
"E anak mama sayang udah sembuh ya "ucap Bella mencium Adit,
"Non! Ayo makan dulu, udah siap "ucap bik Inem sambil duduk di samping Adit dan menyuapin,
__ADS_1