
Dan tidak terasa bulan begitu cepat berganti, seperti biasa Andika bangun tidur lebih awal dari semuanya,
Beberapa bulan ini Andika melihat Bella tidak pernah membeli sesuatu, belanja online dan tidak perna menegang ATMnya tidak seperti yang kemarin - kemarin ingin ini dan ingin itu,
"Sayang aku lihat - lihat kamu kok ngak pernah belanja online dan tidak pernah tau si tukang paketan datang, apa uang kamu sudah habis " ucap Andika,
"Ngak mas ! Aku takut uang kamu habis, nanti ma __ kamu marah "ucap Bella dengan nada gugup,
"Sa _ sayang apa barusan yang kamu ucap tadi ma __. Ma siapa ! Maksud kamu mama Lia " ucap Andika sambil matanya melotot,
"Ngak mas! Udah aku capek mas ! Ngantuk mau tidur " ucap Bella sambil berbaring dan memeluk guling,
__ADS_1
"Sayang apa mama pernah menyuruh kamu kerja, sejak kejadian itu kamu tidak seperti biasanya, biasanya kamu selalu beli barang apa saja yang kamu inginkan, mama pernah bilang apa sama kamu, kalau kamu tidak mau cerita sama aku ya sudah aku mau tanyak langsung pada mama, "ucap Andika sambil mengambil ponselnya dan mencari kontak mama Lia,
Mas ! "Teriak Bella sambil mengambil ponselnya Andika,
"Sayang ! Ini pasti ada yang salah faham, mungkin mama atau kamu, cepat kamu cerita apa yang pernah mama ucapin sama kamu, sebelum aku tanyak sendiri pada mama , pasti kamu menyembunyikan sesuatu dari aku, tapi ngak mungkin mama menyuruh kamu kerja apalagi soal uang, "ucap Andika sambil memohon,
"Ngak mas ! Mama ngak perna bilang apa - apa apalagi menyuru aku kerja, ngak aku dan mama baik - baik aja coba kamu tanyak" ucap Bella dengan nada gugup,
Iya nak! Maafkan mama, mama dulu pernah bicara sama istri kamu begini " Kamu jangan pisah sama suami kamu, kamu mau apapun aku beri dan uang berapapun yang kamu mintak akan mama berikan asal kamu tidak pisah sama suami kamu, kasihan Adit" cuma itu memangnya kenapa ?,
"O cuma gitu "ucap Andika,
__ADS_1
Iya maaf mama bukan bermaksud apa - apa, mama cuma kasihan sama Adit nak! Memangnya istrikamu cerita apa nak! " ucap mama Lia,
"Ngak Ma ! Bella ngak cerita apa - apa, kok sekarang Bella tidak marah lagi " ucap Andika,
"Mas ! Itu mama kamu seakan - akan aku ini istri yang matre, dan sejak itu aku ingin bekerja, dan bekerja, dan tidak ingin selalu tergantung pada kamu, bukan semua orang miskin itu matre bukan, seakan di mata mama aku ini seorang istri yang matre, dan suka menghambur - hamburkan uang kamu, maunya menang sendiri " ucap Bella dengan nada manyun,
"Sayang ! Dari kita baru nikah aku tidak punya pikiran kamu matre, malah semua uang gajian aku sebagai dokter langsung masuk ke rekening kamu, aku suruh menghabiskan terserah kamu buat apa, dan mama ku juga menyuru aku untuk ini semua, kamu aja yang punya prasangka jelek, mamaku sangat cinta dan sayang melebihi anaknya sendiri, apalagi anak angkat mama, adik angkat aku, tidak di perlakukan seperti kamu sayang, kamu jangan perna punya pemikiran seperti itu, mama dan papaku sangat menyayangi kamu melebihi aku, "ucap Andika sambil memegang ke dua tangan Bella sambil menciumnya berulang kali,
"Tapi mas,!
Tapi - tapi, buang pemikiranmu itu, dasar ya kamu, aku semakin sayang sama kamu, sifat kamu yang kayak anak kecil itu yang aku suka dari kamu, suka ngambek " ucap Andika sambil memeluk Bella dan menciumnya,
__ADS_1
Mas !.