
Dan tidak terasa waktu cepat berganti, Andika dan Adit sudah kembali ke kota, Seperti biasa Bella bekerja berangkat di pagi hari dan pulang di malam hari,
Bella merasa hidup mandiri tanpa Andika di sisinya, dan hari ini Bella akan berpamitan kepada bik Inem kalau Bella akan kerja jauh, dan Bella akan ngekos bersama teman - temannya,
Ta __ tapi, non aku takut di marai tuan! Biar aku bersama non kemana saja " ucap bik Inem dengan nada gugup,
Bik ! Aku dan mas Andika sekarang bukan siapa - siapa, dia itu mantan suamiku, dan ayah dari anakku Adit, dan mas Andika tidak berhak melarang saya, " ucap Bella sambil memegang tangan bik Inem,
Ngak non ! Aku tau non tidak lagi baik - baik aja, bibik hidup bersama non sudah lama, yang sabarya non, nunggu non Wawa lahiran pasti tuan kembali sama non " jawab bik Inem,
Bik a __ aku akan pergi jauh, agar aku bisa melupakan mas Andika, besok bibik pulang atau aku yang keluar dari rumah ini " ucap Bella sambil menangis,
Langsung saja bik Inem dan pak Mamat pulang ke kota ke rumah Andika,
Di rumah Andika,
__ADS_1
Bik Inem bercerita tentang Bella kepada mama Lia, pas di sore hari Andika pulang dari kerjanya terkejut saat melihat mobil pak Mamat,
Kenapa pak Mamat dan bik Inem pulang! Bagaimana dengan Bella, kasihan Bella sendirian, "teriak Andika dengan nada marah,
"I __ itu tuan! Bibik di suruh pulang kalau bibik ngak pulang non Bella akan pergi dari rumah, non Bella ingin sendiri tuan, maafkan bibik, bibik pulang takut non Bella pergi dari rumah, non Bella selalu pangil den Adit "ucap bik Inem sambil menangis,
Langsung saja mama Lia menahan Andika yang sedang marah, dan mengajak duduk,
"Gimana nak! Kalau Adit sama Bella aja di sana, kalau Adit di sana sama mamanya, Bella tidak bisa kerja dan tidak bisa ke mana - mana, "ucap mama Lia,
Mama Lia akan pergi ke sana bersama Andika dan Adit, untuk membicarakan ini semua,
Sampailah di rumah Bella, langsung Bella memeluk mama Lia sambil menangis, dan Adit menangis mintak di gendong sama Andika,
"Ma ! Maafkan Bella, " ucap Bella sambil menangus di pelukan mama Lia,
__ADS_1
Dan mama Lia mengajak Bella untuk duduk dan membicarakan ini semua, Bella duduk di samping mama Lia, dan Andika duduk di depan Bella, mama Lia mengelus dan membersikan air matanya Bella sambil berkata, " Nak maafkan mama sebelumnya, kenapa kamu menyuru bibik dan pak Mamat pulang, suamimu munyuru bibik tingal di sini agar kamu ada temanya,
"Tidak Ma! InsyaAalloh aku bisa hidup sendiri, Ma ! Mas Andika sudah tidak punya kuwajiban menafkahi saya, berikan saja pada Adit, aku tidak berhak dengan semua ini, Ma! Aku boleh ya Ma! Manggil mama, dengan sebutan mama walau aku bukan menantu mama, " ucap Bella sambil menangis di pelukan mama Lia,
Sampai kapanpun kamu menantu mama yang baik, ini cobaan nak! " ucap mama Lia,
Kamu tetep istriku, aku tidak pernah menceraikan kamu, itu ke inginanmu, kamu masih istriku, "ucap Andika sambil sujud di kaki Bella,
"Mas! Kita sudah resmi cerai, "ucap.Bella,
"Tidak aku tidak pernah menceraikan kamu sampai kapanpun "teriak Andika dengan nada keras,
"Mas ! " Ucap Bella sambil berdiri,
"Tidak kamu sudah punya Wawa, "jawab Bella dengan nada keras,
__ADS_1