
Tidak terasa hari sudah berganti menjadi pagi, seperti biasa Andika pergi bekerja dan berpamitan, biasanya Andika memangil sayang sekarang memangil mama, Sinta mendengar ucapan Andika dengan sebutan mama Bella hanya menyebut papa,
Hati - hati di jalan pa! "Ucap Bella dengan nada sewot,
Pa, emang aku papa kamu, aku bukan papa kamu aku ini papa Adit "ucap Andika sambil mencium pipi dan kening Bella,
Lagi - lagi Bella hanya tersenyum mendengar ucapan Andika, Andika menjadi kesal terhadap Bella, dengan alasan Bella belum menyadari kalau punya kesalahan,
Tapi di sini Bella tau ucapan Andika telah menyindir Bella,
Sampailah Andika di rumah sakit, Andika merasa lelah banyak pasyen yang belum tertangani dan tidak terasa waktu menujukkan pukul dua, Andika mengabari karena pulang telat dan Andika mengajak VC an agar Bella tau Andika ada di mana,
Lagi - lagi Andika menyebut mama, Bella hanya senyum saja tampa menghiraukannya,
Dan tidak terasa waktu sudah mununjukkan pukul tiga, Andika berkemas untuk pulang dan sampailah di rumah,
__ADS_1
Asik papa pulang " teriakan Adit sambil lari menuju Andika,
Sebentar nak! Papa cucu tangan dan kaki dulu "ucap Andika dengan nada senyum,
"Gimana ma kabarnya hari ini apa udah makan, pasti kamu sangat bahagia ya ma! Ma kok diam aja " ucap Andika sambil gendong Adit,
Sudah - sudah mas, aku capek, aku benci kamu mas " ucap Bella dengan sedikir marah,
Kamu kenapa ma! Di tanyak kok marah marah apa aku salah " ucap Andika dengan nada senyum, bukan begitu ma!
Oh aku ngak boleh pangil kamu mama, kenapa! Apa sebutan mama hanya untuk si dia saja, apa kamu mamanya dia, kalau kamu di pangil mama, pasti kamu jawab papa, siapa dia, apa di selingkuan kamu " ucap Andika dengan sedikit marah,
Pasti kamu nangis, benar dugaanku pasti itu selingkuan kamu, iya aku sadar kamu malu kan punya suami aku, aku tidak pantas jadi suami kamu, aku pantas jadi om kamu karena aku terlalu tua bagi kamu "ucap Andika sambil melempar mainan Adit di tempat rias Bella,
Alangkah terkecutnya Bella saat mendengar ada barang yang pecah saat di lempar Andika, Andika langsung masuk kamar mandi,
__ADS_1
Dan Andika sedikit kecewa melihat Bella masih berhubungan dengan mantanya, tampa sepengetahuan dia,
Andika duduk di sofa sambil mengacak -acak rambutnya dan melempar barang yang ada di dekatnya,
Dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul satu malam Andika tertidur di sofa dan hari mulai pagi seperti biasa Andika pergi kerja tampa berpamitan dengan Bella,
Bik! Tolong kalau nanti non Bella sama bangun suruh makan, jangan boleh non Bella pergi, kalau non Bella pergi cepat kasih tau saya bik, dan kasih tau kalau aku nanti pulang malam "ucap Andika sambil minum susu.
Bella bangun, dan bik Inem cerita tentang perintahnya untuk non Bella,
Bella bertanyak kepada bik Inem karena selama ini Bella tidak tau,
Bik kalau mas Andika marah itu gimana, apa biasanya melempar barang - barang yang ada di dekatnya bik " ucap Bella dengan nada gugup,
Iya non! Sejak mas Andika kecewa dan di khianati sama pacarnya mas Andika sering marah, kalau marah suka melempar apa saja yang ada di dekatnya sampai televisi melayang pecah "ucap bik Inam sambil membersikan tangan Bella yang berdarah,
__ADS_1