
Papa dan mama Lia berpamitan untuk beristirahat dan keluar kamar Andika,
Bella keluar kamar untuk menemani Adit yang sedang bermain,
Andika membersikan kamarnya sendiri tampa bantuan bik Inem,
Dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul delapan, Bella merebahkan badanya di atas sofa sambil menemani Adit bermain,
"Nak kamu yang sabarya " ucap mama Lia sambil duduk di samping Bella,
"Iya ma, maafkan mas Andika ya ma! "jawab Bella dengan nada senyum,
Dan tidak sengaja Andika mendengarkan pembicaraan mama Lia dan Bella,
Andika percaya kalau Bella selalu membelanya dan memintak maaf atas kesalahannya,
Andika duduk di samping Bella sambil melihat acara televisi, melihat Andika yang tidak merasa bersalah dengan spontan mama Lia menggelengkan kepalanya sambil berjalan dan masuk kamar,
"Pa ! Lihat anak kesayangan papa, mama jadi gemes, itu lihat seperti ngak punya salah, persis kayak kamu pa ! Ucap mama Lia sambil menggelengkan kepalanya,
__ADS_1
"Kamu sih ma ! Suka ikut urusan anak, biarin dia gini - gitu, kayak ngak pernah muda aja, ya itu sifat mama yang ada di Andika suka ngambek, kalau marah suka banting - banting barang "ucap papanya Andika,
"Udah pa "jawab mama Lia dengan nada senyum,
Bella tertidur di sofa ruang tengah, Andika mengajak Adit untuk main di kamar,
Mendengar suara Andika bicara langsung saja Bella terbangun dan masuk ke kamar untuk tidur, Bella tidur di sofa kamar,
Lima menit Andika dan Adit masuk kamar, melihat Bella tidur di sofa langsung saja Andika memindahkan Bella ke atas kasur,
"Kebiasaan kamu " ucap Andika sambil mengendong Bella,
Dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul sepuluh Adit dan Andika tidur di samping Bella,
Dan seperti biasa Andika terbangun di sepertiga malam, tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul empat Andika keluar kamar dan pergi ke dapur untuk membuat minuman hangat untuk menemani teman kerja Andika,
Andika masuk ke ruang kerjanya untuk mengerjakan tugas yang tertundah, sambil membawah secangkir wadang jahe,
Pas jam dinding menunjukkan pukul tujuh Adit menangis mencari papanya, sampai omah dan opohnya keluar kamar,
__ADS_1
Bella menghantarkan Adit ke ruang kerjanya Andika, sebelum Bella dan Adit masuk ruang kerjanya, Andika terlebih dahulu keluar,
"Ada apa pagi - pagi kok menangis, kangenya sama papa, "ucap Andika sambil menggendong Adit di bawah keluar rumah,
Bella pergi ke dapur untuk menemani bik Inem masak,
"Non ! Tumben non Bella nunggu bik Inem masak, tu nyonya sama tuan duduk santai sambil melihat televisi "ucap bik Inem sambil senyum,
Maunya sih nemani mama sama papa bik! Tapi takut mas Andika berprasangka kalau aku suka ngadu yang engak - engak pada mama, padahal aku ngak sama sekali mengaduh mama dan bercerita menjelek jelekkan mas Andika, dan sepertinya mas Andika cemburu melihat kedekatan aku sama mamanya, dan aku ngak mau jadi perusak bik! Kan bibik tau sendiri sejak aku jadi istri mas Andika, mama sering marahi mas Andika, "ucap Bella,
"Memang mas Andika itu orangnya begitu non! Mas Andika mungkin cuma bercanda, ya ngak mungkinlah mas Andika cemburu sama non, masalah non dekat sama mamanya " ucap bik Inem sambil mengelus rambut Bella,
"Iya bik ! Bibik sih selalu membaik - baikkan mas Andika dan selalu berpihak sama mas Andika, ya bik aku sadar, memang aku di sini bukan siapa - siapa cuma orang asing "ucap Bella dengan nada manyun,
Dan Andika tidak sengaja mendengar percakapan bik Inem sama Bella, langsung saja Andika berjalan sambil bernafas panjang dan menaruk gelas ke meja,
"Bik ! Terimakasih ya mau menjadi pendengar setia masalah curhatan hati non Bella "ucap Andika dengan nada senyum sambil melihat wajah Bella yang sedang gugup,
"Mas ka _ kamu "ucap Bella dengan nada gugup,
__ADS_1
"Iya sayang, aku telah mendengarkan pembicaraan kalian berdua, kamu salah faham sayang, bik Inem benar "ucap Andika sambil duduk di samping Bella,