
Tetap saja Andika melarang Bella dan Adit pergi dari rumah,
Dan mama Lia mengajak dan memohon Bella untuk duduk sebentar dan membicarakan nya dengan tenang agar tidak membahayakan penyakit Andika,
Bella duduk di samping mama Lia dan Adit tidur di pangkuan Andika,
Akhirnya Bella di antar Andika pulang ke kampung,
"Nak ! sebaiknya di antar pak Mamat saja, jaga kesehatanmu " ucap mama Lia,
"Udah Ma, aku udah sehat asal aku ada di samping Bella " jawab Andika dengan nada senyum,
"Ngak Mas! Sebaiknya di antar pak Mamat, karna ini perjalanan jauh, "ucap Bella,
"Udah kamu tau apa, " ucap Andika,
Tring,,,,
Tring,,,,
Ponsel Bella berbunyi, Bella menerima pangilan itu, setelah Bella menerima pangilan itu, Bella masuk mobil sambil berkata "Mas hari senin besok kita sidang pertama kamu datang ya Mas!,
__ADS_1
Untuk apa aku datang, sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan kamu, ingat itu! Dan aku akan membatalkan semua ini, " ucap Andika dengan nada sedikit marah,
"Ngak bisa Mas! Aku udah capek mas! Aku ingin bebas, aku ingin pulang ke kampung, dan sebentar lagi kamu ___ aku benci sama kamu, hatiku masih sa __ sakit Mas," ucap Bella sambil menangis,
Di dalam perjalanan Bella hanya pura - pura tertidur, tanpa bicara sekata pun, seperti biasa Andika mampir ke swalayan untuk membeli kebutuhan Bella sehari - hari,
Tapi Bella menolak dengan semua ini, dan tetap saja Bella tidak mau turun, terpaksa Andika dan Adit yang turun dan belanja,
Dan sampailah di rumah Bella di malam hari,
Andika mengangkat Adit untuk di tidurkan di kamar, dan Andika merasa lelah dan berbaring di samping Adit,
"Nak ! Kamu sama papa ya, mama kerja dulu, mas kalau makan kamu ambil aja, maaf ya mas, ikan seadanya, maaf hanya itu yang bisa saya masak, " ucap Bella sambil berjalan keluar,
Sayang ayo saya antar biar aku tau di mana tempat kamu bekerja " ucap Andika sambil mengambil kunci mobil,
Gak usah mas! Aku bareng mbaknya aja naik sepedan montor, " ucap Bella dengan nada senyum,
Langsung saja Andika menjatuhkan pantatnya di atas kursi ruang depan sambil melihat Bella berangkat kerja,
Dan langsung saja Andika menghubungi orang kepercayaanya Andika yang sedang bekerja di PT Makmur Jaya, Andika mengajak bertemu di cafe, sampailah di cafe,
__ADS_1
I __ iya tuan, ada yang bisa saya bantu " ucap pak joko orang kepercayaan Andika,
Itu, ada seorang wanita yang baru bekerja mungkin dua minggu di sebagai OB, kamu tau di istriku, dan Angkat dia sebagai orang pendampin kamu, dan yang satunya itu keponakan istri saya, kamu angkat sebagai kepala bagian, " ucap Andika menunjuk ke arah bu Ita,
"I __ iya tuan, " jawab bu Ita,
Dan jangan sampai rahasia kita bertiga ini sampai tau siapapun apalagi sampai tau sama istriku, aku tidak pernah bercerita tentang perusahaan ini, dan satu lagi mengenai upah kamu samakan seperti kamu, " ucap Andika,
"I _ iya tuan, hari ini juga saya akan mengangkatnya, " ucap pak Joko dan bu Ita,
Di sisi lain
Pak Joko dan bu Ita masuk ke ruangan nya dan menghubungi kepala bagian OB untuk memanggil Bella,
Bel! Kamu di panggil di suruh menghadap ke bu Ita sekarang sama kamu " ucap Bu ketua,
"Sa __ saya " ucap Bella dengan nada gugup,
"Mbak pasti aku akan di pecat karena tiga hari tidak masuk, dan apa mungkin mbak juga kena imbasnya saya, maaf ya mbak " ucap Bella dengan nada gugup dan sedikit menahan tangis,
"Udah - udah, kita berpikir yang baik - baik aja, ayo kita ke atas " jawab Mbaknya,
__ADS_1