
Bella mengajak Adit untuk tidur, tapi Adit maunya main sama opanya,
Dan papanya Andika bicara sama Bella,
"Nak maafkan suamimu ya, Kamu yang sabar ya nak menghadapi suamimu yang seperti ini, sebenarnya dia itu penyayang "ucap papa Andika sambil menggelus rambut Bella,
"Iya pa "jawab Bella sambil membersikan air matanya,
Melihat dan mendengar percakapan Papanya Andika dan Bella, dengan spontan mama Lia bertanyak,
"Ada apa sayang, kamu kok nangis " ucap Mama Lia sambil melihat muka Bella,
"I _ itu ma ! Kepala Bella sakit pusing, Adit ngak mau saya ajak tidur " ucap Bella dengan nada gugup,
__ADS_1
"Mana suami kamu, istri kepalanya pusing ngak di kasih obat, "ucap Mama Lia sambil masuk kamar Andika,
Dengan spontan mama Lia terkejut saat melihat kamar Andika barang yang di atas pada berantakan di bawah, dan ternyata mama Lia punya jawaban atas tangisan Bella,
Mama Lia mendekati Andika dan bertanyak ada apa sebenarnya dengan rumah tangganya, Andika hanya diam saja saat mama Lia bertanyak,
Dan mama Lia memangil Bella untuk masuk ke kamar, sementara Adit di temani bik Inem untuk bermain.
Papa dan mama Andika bertanyak kepada Andika dan Bella apa yang sedang terjadi dengan rumah tangannya,
Andika dan Bella hanya diam saja hanya menundukkan kepalanya, Bella hanya menggusap air matanya,
"Maaf Pa, Ma kami berdua tidak ada masalah apa - apa dan sudah terbiasa kalau mas Andika marah - marah sering menjatuhkan semua barang, sebenarnya Bella juga takut kalau mas Andika marah, dan rasanya Bella ingin lari " jawab Bella sambil menangis dan memeluk mama Lia,
__ADS_1
"Kamu keterlaluan Andika, mama dan papa tidak pernah mengajarimu perbuatan seperti ini, kamu saya besarkan dengan kasih sayang supaya kalau kamu punya istri bisa memanjahkan istri kamu, malah kamu membuat istri kamu takut melihat kamu, otak kamu di mana "ucap Mama Lia sambil memeluk Bella,
Tu, sudah puas kamu mengaduh dombah kedua orang tuaku, supaya aku di marahi, kamu ngomong apa saja sampai orang tuaku menghina aku seperti ini "ucap Andika sambil berdiri,
Plak
Langsung saja mama Lia menampar muka Andika sambil berkata " Jaga mulut kamu, istri kamu ngak pernah cerita dan mengaduh sama mama, malah istri kamu menutupi semua ini, mama tau sendiri, barusan apa yang kamu lakukan,
Dan sekarang juga mama dan papa akan mengajak istri dan anak kamu pulang ke malasiya, ayo nak kita berangkat sekarang kamu tidak pantas di sini, kamu pantas tinggal sama mama, kamu akan saya jadikan ratu, kamu di sini batin kamu tersiksa. Hidup sama orang yang egois,
Ngak ma! Maafkan mas Andika ma, Bella tidak mau ikut mama, maafkan mas Andika, mas Andika sebenarnya penyanyang, itu tadi salah Bella, Bella di suruh ambilkan air minum Bella tidak mau, ma _ maaf ka _ "jawab Bella sambil terjatuh tidak sadarkan diri,
Dengan spontan Andika menggangkat Bella di bawah di atas kasur sambil memberikan minyak di perut dan telapak tangan dan kaki Bella sepaya cepat sadar,
__ADS_1
Dan Alhamdulillah lima menit Bella tersadar dan berdiri mintak maaf kepada mama Lia sambil bersujud di kaki Mama Lia sambil berkata " Maafkan mas Andika ma, mas Andika tidak bersalah,
"Hati kamu terbuat dari apa si nak "ucap mama Lia dalam hati sambil memeluk Bella,