
Non ini darahnya keluar terus apa ngak sebaiknya non beritau mas Andika, ini tadi non kenapa, dan pegang apa kok sampai gini, dan kenapa non tadi tanyak mas Andika kalau marah, apa mas Andika tadi malam marah sama non "ucap bik Inem dengan nada gugup,
Adu gimana ni bik kalau jawab, pertanyaan bik Inem banyak banget, engak bik mas Andika tidak marah, tadi malam Adit melempar bola kena kaca " ucap Bella dengan sedikit menahan sakit,
Dan Bella mintak tolong bik Inem untuk membersikan pecahan kaca yang ada di kamar,
Sepertinya Bella menangis dan menahan sakit dan darah yang keluar dari tangan Bella sangat banyak, merasa kasian bik Inem memberitahu Andika kalau Bella tanganya berdarah,
"Mas! Itu non Bella tanganya berdarah dan darahnya sangat banyak ngak bisa berhenti dan non Bella tidak mau memberitau mas Andika, non Bella takut mengangu kerjaanya mas Andika " ucap bik Inem dengan nada gugup,
Bik sakit! Kenapa daranya tidak bisa berhenti sakit bik! "ucap Bella sambil nangis kesakitan.
Sepuluh menit Andika datang, melihat darah yang keluar dari tangan Bella, langsung Andika mengendong Bella ke mobil, sampai di rumah sakit Bella tidak sadarkan diri, karena banyak mengeluarkan darah,
Andika merasa bersalah dengan semua ini,
__ADS_1
Andika akan merawat, dan mengobatinya sampai sembuh,
Sudah satu jam Bella tidak sadarkan diri, dan akhirnya Bella sudah siuman dan teriak kesakitan,
"Sakit bik! Sakit tangan Bella sakit "ucap Bella sambil memejamkan matanya,
Iya sayang maaf kan mas, karena aku kamu jadi begini " ucap Andika sambil memegangi tangan Bella yang sakit,
Bella terbangun hanya memejamkan matanya sambil mengeluarkan air matanya, Andika tidak bicara sekata pun hanya membersikan air matanya yang membasai pipinya Bella,
Sayang ayo makan dari tadi kamu belum makan, lalu kita pulang " ucap Andika sambil menyuapin Bella,
Andika mengalikan ucapan Bella sambil menyuapin Bella, tapi Bella tetap ingin mendengar jawaban Andika, sambil teriak teriak mintak maaf,
Ya sudah biarkan saja aku bisa makan sendiri sana, biarkan aku sendiri " ucap Bella sambil berdiri dan keluar ruangan,
__ADS_1
Satu lagi kakimu melangkah keluar benda ini akan melayang, mendengar ucapan Andika Bella berbalik arah melihat benda apa yang akan di lempar Andika, Bella sangat terkejut melihat Andika membawah gelas yang akan di lemparkan ke Bella,
Aduh ni orang benar - benar marah dengan aku, aku harus menghapus grup yang ada di ponselku, tenang - tenang ikuti aja kalau kamu tidak mau di lempar sama gelas " ucap Bella dalam hati, dan terdiam seperti patung.
"Masuk! "teriak Andika sambil mengacak ngacak rambutnya,
Andika dan Bella pulang, di dalam perjalanan pulang Andika dan Bella hanya diam, Andika hanya melirik Bella, sedangkan Bella tertidur di dalam mobil, sampai di rumah Bella mencari Adit dan masuk kamar, dan Bella memintak bik Inem untuk membuatkan teh hangat,
Andika langsung masuk ruang kerjanya sambil melemparkan barang - barang yang ada di dekatnya, bik Inem dan Bella kerkejut saling memandang, Bella masuk ruang Andika tapi ruang Andika terkunci dari dalam,
Langsung Bella masuk kamar sambil menangis,
"Kalau kamu masih marah dan tidak mau memaafkan aku, lebih baik aku keluar dari sini bawah Adit mas "ucap Bella dalam hati sambil keluar rumah bawah Adit,
Andika keluar kamarnya dan tidak sengaja melihat Bella dan Adit berjalan keluar, Andika berteriak
__ADS_1
Mau kemana kamu! Mau cari pacar kamu masuk, masuk kamar "ucap Andika sambil melemparkan vas bunga yang ada di sampingnya ke arah samping Bella,
Auw "teriak Bella dengan kencang sampai bik Inem dan pak Mamat melihatnya,