Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
106. Makan malam Direstoran.


__ADS_3

"Kita makan disini, Bang?" tanyanya dengan menatap ke Restoran didepan mereka .


Iman menghentikan mobil yang dibawanya, didepan sebuah Restoran berbintang, dilihat dari bangunan dan para pengunjung yang memasuki Restoran tersebut.


"Iya kita makan malam disini ya, Yun," ajak pria itu menatap kearah perempuan disampingnya yang terlihat terdiam begitu melihat bangunan Restoran didepan mereka.


"Ini..." Perempuan cantik berkerudung hitam itu terlihat ragu untuk menjawab iya pada ajakan pria disampingnya itu.


"Meski kelihatan berkelas sebenarnya didalam sangat nyaman kok.Selain itu makanan disini juga sangat nyaman dan beragam, aku yakin kamu pasti akan suka," bujuk pria itu pada Ayunda supaya dia setuju untuk makan direstoran itu.


Melihat bagaimana Iman sangat ingin mengajaknya makan disana, meski merasa keberatan karena tempatnya terlihat sangat berkelas baginya, Ayunda memilih mengiyakan ajakan pria itu.


"Ya udah, kita makan disini sekarang," ujarnya dengan tersenyum kearah Iman, yang membuat pria itu terlihat lega mendengar jawaban perempuan cantik, disampingnya itu.


"Kalau begitu, kita turun sekarang?" ajak Iman masih belum membuka pintu mobil disisinya sebelum Ayunda mengangguk sebagai tanda mengiyakan.

__ADS_1


Melihat Iman masih belum membuka pintu mobilnya meski tadi dia sudah bilang setuju mereka makan disana pada pria itu, yang sepertinya khawatir dia akan berubah pikiran lagi, jadi kembali perempuan itu menganggukkan kepalanya kearah pria disampingnya, sebagai tanda setuju.


Baiklah ayo kita turun."


Setelah mengatakan itu, Iman lalu membuka pintu mobil disisinya lalu turun dan setelah itu, dia baru membantu Ayunda untuk turun.


"Makasih Bang," celetuk perempuan cantik itu, begitu menerima perlakuan romantis seperti yang sering dilihatnya difilm film oleh Iman, yang hanya dibalas senyuman, oleh pria gagah itu.


Iman menggandeng tangan Ayunda dengan mesra, begitu mereka berdua sudah turun dari mobil sepanjang jalan menuju keRestoran.


Sampai dipintu Restoran pelayan menyapa mereka dengan sopan, lalu mengantar mereka ke meja yang sepertinya sudah dipesan terlebih dulu, oleh pria itu, sebelum mereka datang tadi.


"Bagaimana kamu suka?" tanya pria itu, begitu mereka berdua sudah duduk dikursi mereka.


"Iya ini sangat bagus," akui, Ayunda tulus, "Aku nggak pernah membayangkan akan bisa makan ketempat seperti ini," jujurnya dengan mengedarkan tatapan penuh kagum dari tempat mereka duduk saat itu.

__ADS_1


"Aku senang kalau kamu suka," balas Iman, dengan tersenyum lembut kearah Ayunda.


Tapi obrolan mereka berhenti, saat pelayan datang mengantarkan pesanan makan malam untuk mereka.Tidak lama setelah pria itu tadi menyebutkan pesanan, yang ingin mereka makan.


Mereka makan dengan sekali mengobrol ringan.


"Selama ini aku nggak pernah ingin makan makanan kaya gini tapi ternyata rasanya sangat enak," celetuk Ayunda pada mie spageti dipiringnya, dengan terus menyuap makanan dipiringnya sampai bersih.


"Syukurlah kalau kamu suka, lain kali aku mengajakmu makan ditempat yang enak lagi," jawab Iman, terdengar lega mendengar reaksi yang diberikan perempuan cantik itu padanya.


"Lain kali?" perempuan itu terlihat mengerutkan keningnya mendengar apa yang dikatakan Iman, yang dibalas anggukan oleh pria gagah itu.


"Iya, karena mulai sekarang aku berniat mengunjungi banyak tempat bersamamu, Bagaimana?" balas pria itu dengan menyapu sudut bibir perempuan cantik itu, dimana terdapat sisa saosnya, dengan ujung ibu jarinya.


Wajah Ayunda langsung merah malu karena perlakuan kecil yang baru saja dilakukan pria itu padanya dan tanpa sadar protes untuk menutupi rasa malunya itu.

__ADS_1


"Abang!"


Maaf autor baru Up πŸ™πŸ™


__ADS_2