
" Yank sudah tidur?",tanya Iman dengan mengeratkan pelukannya ketubuh Ayunda.
"Emmh... iya",jawabnya dengan setengah bergumam.
"Yank....kita nikah beneran yok?".
Seketika Ayunda membuka matanya mendengar kalimat yang diucapkan Iman lalu berbalik kearah Iman yang menatap sedang kearahnya.
"Emang kita kemarin nggak nikah beneran?Kita cuma nikah kontrak kaya yang ada difilm film gitu?!",tanya Ayunda sedikit terkejut juga syok kalau itu benar,sedangkan mereka sudah melakukan hubungan suami istri selama ini dan kalau itu benar bagaimana nanti nasibnya apa masih ada yang akan menikahinya sementara sekarang dia sudah tidak perawan lagi karena tertipu dengan pesona Iman yang sudah mengajaknya main rumah rumahan selama ini.
Memikirkan semua itu tiba tiba Ayunda mendorong Iman menjauh lalu bangun dari tidurnya dan berusaha mencari bajunya yang tadi terlempar entah kemana saat Iman melepaskannya.
"Yank kamu sedang apa?",tanya Iman bingung melihat sikap Ayunda yang tiba tiba berubah aneh setelah dia mengatakan ingin mengajak perempuan itu menikah secara resmi diKUA.
"Cari bajuku tadi dimana Abang melemparkannya",celetuknya tapi karena terlalu gugup benda benda itu tidak bisa ditemukannya malah ****** ***** Iman yang berhasil ditemukannya dibawah kakinya sementara miliknya sendiri..".
"Ini...".
Iman menunjukan bra milik perempuan itu yang langsung disambar oleh Ayunda.
"Mana yang lain?!",tanyanya dengan ketus.
"Ini ya Yank",ucap Iman dengan menunjukan benda kedua yang merupakan segitiga pengaman miliknya yang Kembali disambar cepat oleh Ayunda dengan wajah merah padam.
"Yang lain!",ucapnya semakin ketus karena seolah Iman sengaja mempermainkannya sekarang.
"Tunggu disini",ucap Iman lalu berjalan turun dari tempat tidur dengan mengambil celana pendek yang ditemukannya dikaki tempat tidur lalu memakainya setelah itu dia berjalan ke lemari pakaian mereka dan mengambilkan Ayunda selembar baju daster lalu mengenakannya ketubuh Ayunda yang berniat menolak apa yang dilakukannya itu tapi Iman berhasil memakaiannya dengan sedikit memaksa.
"Sekarang katakan kenapa kamu tiba tiba aneh seperti ini?",tanya Iman dengan berjongkok dibawah kaki Ayunda agar posisi mereka sejajar dengan kedua tangan bertumpu dikedua sisi tubuh istrinya itu.
"Bukan aku yang aneh tapi Abang yang sudah membohongiku",ucapnya dengan mulai terisak.
"Aku nggak bohong.Dibagian mana aku bohong sama kamu Yank",jawab Iman dengan menyeka air mata disudut mata gadis itu.
__ADS_1
"Abang sudah nipu aku bukan selama ini karena ternyata kita berdua belum menikah sementara kita sudah melakukan itu dan sekarang...Aku...Aku sudah nggak perawan lagi bagaimana ini...Hiks ...Hiks ..".
"Sttt... jangan nangis Yank .Jadi kamu berpikir kalau selama ini kita belum menikah tapi kita sudah tidur bareng begitu?",tanya Iman berusaha berbicara sepelan mungkin pada gadis itu yang diangguki oleh Ayunda.
"Maksudku mengajakmu nikah tadi kita nikah secara negara bukan hanya secara agama saja jadi statusmu jelas dimasyarakat sebagai istriku".
"Itu artinya..".
"Ayo kita nikah lagi ke KUA",terang Iman yang membuat Ayunda terdiam karena baru mengerti sekarang maksud dari ucapan Iman tadi.
"Udah ngerti?",tanya Iman dengan menyapu airmata dipipi Ayunda yang diangguki oleh Ayunda.
"Kapan kalau gitu?",tanya Ayunda tiba tiba.
"Secepatnya",jawab Iman dengan tersenyum lembut kearah Ayunda.
"Kok secepatnya?",tanya Ayunda terdengar tidak suka.
"Aku berniat menemui keluargamu dikampung untuk melamarmu secara resmi pada mereka jadi aku harus menyiapkan beberapa hal dulu seperti apa yang harus dibawa kesana,apa yang harus kusiapkan buat mendaftarkan pernikahan kita.Kamu ingin menikah seperti gadis lainnya bukan?",tanya Iman yang diangguki oleh Ayunda.
"Kenapa?",tanya Iman heran.
"Nanti menghabiskan banyak uang Abang gimana kalau uang Abang nggak cukup?",tanya Ayunda yang dibalas dengan tertawa oleh Iman.
"Ngapain sih kamu mikir sampai masalah itu. Soal biaya biar aku yang memikirkannya kamu bilang aja apa yang kamu mau akan aku kabulkan".
"Serius?",tanya Ayunda yang diangguki oleh Imam.
"Semua?",tanyanya yang diangguki lagi oleh Iman.
"Ini pernikahan pertama dan aku berharap juga pernikahan terakhir kita , jadi kenapa enggak membuat ini menjadi pernikahan impian kita Yank",jawab Iman dengan wajah serius yang langsung dibalas dengan pelukan oleh Ayunda.
"Artinya?",tanya Iman dengan menatap kearah Ayunda lekat.
__ADS_1
"Iya..",balas Ayunda dengan rona bahagia yang tidak bisa disembunyikannya.
"Jadi bagaimana kalau bulan depan kita kekampung mu buat meminta restu pada keluargamu",ucap Iman yang diangguki oleh Ayunda.
"Tapi..sebelum itu aku mau jujur padamu Yank",ucap Iman dengan wajah tertunduk membuat Ayunda menjadi berdebar tidak jelas.
"A..ada apa Bang?",tanyanya gugup takut Iman mengatakan hal buruk setelah baru saja melambungkannya.
"Aku nggak bisa menemui Keluargamu bersama orang tuaku karena...".
"Oh...itu nggak papa Bang.Abang bisa bilang kalau orang tau Abang sudah meninggal kepada paman dan bibikku nanti mereka juga nggak mungkin menyelidiki Abang bukan",ucap Ayunda yang diangguki oleh Iman.
"Syukurlah kalau kamu nggak masalah karena seperti yang aku bilang kalau Umiku sudah meninggal sementara Abiku sudah punya keluarga lain dan hubungan keluarga kami sangat rumit aku nggak mau kamu bingung juga merasa nggak nyaman kalau memaksa mereka supaya ikut saat kita menikah nanti".
"Aku ngerti kok Bang,Abang ngelakuin ini semua buat menjaga perasaanku kan?",ucap Ayunda yang diangguki oleh Iman.
"Aku hanya akan mengajak orang orang yang dekat dengan ku aja nanti kesana supaya kita nyaman".
Ayunda mengangguk",Jadi kita bulan depan beneran nikah resmikan?",tanya Ayunda sekali lagi bertanya agar dia merasa semakin yakin yang langsung diangguki Iman.
"Iya agar nggak jadi omongan orang nanti",balas Iman.
"Omongan?Maksud Abang?".
"Kita nggak tau apakah Allah akan menitipkan anak pada kita nanti, tapi andai benar aku nggak mau dia dianggap anak nggak bener karena nggak ada yang tau tentang pernikahan kita ini Yank".
Seketika Ayunda memalingkan wajahnya mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Iman itu karena merasa malu juga nggak menyangka kalau ternyata Iman sudah memikirkan sampai kemasalah punya anak dengannya.
"Yank..",panggil Iman dengan memalingkan wajah Ayunda supaya kembali menghadap kearahnya.
"Kamu nggak mau kita punya anak?",tanyanya yang dijawab gelengan oleh Ayunda membuat Iman langsung mengerutkan keningnya bingung.
"Bu.. bukan maksudku..I..itu terasa masih jauh dan aku nggak pernah mikir sampai kesana selama ini",terangnya khawatir Iman akan menjadi salah sangka dengan maksud gelengannya barusan.
__ADS_1
mendengar itu Iman menarik nafas lalu meraih tangan Ayunda dan kembali menatapnya lekat sebelum mulai bicara lagi.
"Itu hanya andai Yank meski nggak,Aku tetap akan sesegera mungkin meresmikan pernikahan kita ini.Aku cinta kamu Yank,aku nggak mau ada orang yang berpikir kalau kamu masih singgel lalu sengaja menggodamu bahkan berniat merebutmu dariku.Aku nggak mau Yank".