Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
69. Kalah...


__ADS_3

"Sombong Lo!".


Imron berteriak marah dan berusaha memukul Iman yang hanya berjarak sekitar 1 meter berdiri dihadapannya tapi gagal karena sebelum pukulan Imron mengenainya Iman lebih dulu menghindar.


"Gue sombong karena gue punya kemampuan, sementara Lo?!Apa yang Lo punya?!",balas Iman dengan balik memukul kearah Imron yang pertama berhasil dielakkan oleh Imron tapi tidak lama Iman kembali melayangkan pukulannya kearah Imron yang tepat mengenai tulang rusuk pria itu membuat Imron langsung terbatuk dan meringis kesakitan karena kerasnya pukulan Iman.


"Brengsek!!kalian hajar dia!!",teriak Imron dengan marah menyuruhkan orang orang yang ada disana untuk membantunya menghajar Iman tapi tidak ada satu pun yang bergerak dari tempatnya membuat Iman tersenyum sinis kearah Imron melihat hal itu.


"Lo lihat pengaruh lo belum cukup kuat buat menyuruh mereka melawan gue.Jadi mulai detik ini hubungan kita putus dan pergi Lo dari sini !!! Gue harap Lo bisa selamat dari Ridwan karena meski Lo udah berkhianat sama gue, Lo adalah orang pertama yang pernah gue percaya dilingkungan kita ini".


"Lo nggak pernah percaya sama gue!Gue tau itu.Lo hanya kasihan sama gue selama ini dan itu yang buat gue sangat benci Lo Man!".


"Terserah Lo mikir,karena mulai detik ini gue nggak perduli lagi sama anggapan Lo tentang gua dan gue juga nggak mau ngeliat Lo muncul disini lagi!".


"Lo nggak bisa ngusir gue kaya gini Man! Karena gue ikut bikin kelompok ini besar selama ini!!!".


Mendengar itu Iman yang berniat tidak memperdulikan lagi Imron kembali mendekat pada pria itu.


"Lo...ini bukan yang pertama Lo menghianati gue tapi gue yakinkan Lo ini akan jadi yang terakhir.Pergi dari sini sekarang atau....


Buk!!!


Akh!!!


Teriak Iman langsung jatuh tersungkur dengan memegang bagian kepalanya yang dihantam keras dari belakang oleh orang tersebut.


Imron hanya tersenyum sinis melihat hal itu.


"Brengsek!!!Lo sudah bosan hidup!!!",maki Iman dengan bangkit dari posisinya lalu mencengkram kuat baju pria yang baru saja memukul kepalanya itu berniat melayangkan pukulannya kearah orang itu yang langsung merasa ketakutan karena ternyata Iman masih baik baik saja padahal pukulannya tadi sangat keras hingga darahnya mengalir sampai kepelipis Iman.


"I..itu Bos A..aku...".

__ADS_1


Belum selesai orang yang baru saja memukulnya itu bicara tiba tiba...


Jleb!!


Akh!!!!


Reflek Iman melepaskan cekalan tangannya dari pria itu saat merasakan Imron menusuk pinggangnya dari belakang yang kembali membuat Iman tersungkur jatuh.


Melihat hal itu orang orang yang semula satu kelompok itu mulai ribut ada yang mendukung Iman dan ada yang mendukung Imron hingga suasana markas benar benar kacau.


"Lo liat nggak semua orang dukung Lo sekarang bukan dan kurasa dari mereka semua lebih banyak yang dukung gue termasuk yang tadi mukul Lo",ucap Imron pongah.


Iman berusaha bangun dari posisinya dengan menahan sakit karena tusukan dan pukulan dikepalanya saat itu.


"Seharusnya ini nggak perlu terjadi tapi Lo sudah nggak bisa ditolong lagi Mron",balas Iman menatap Imron tajam.


"Berhenti bersikap sok suci Man! Karena sekarang Lo udah kalah.Moralitas dan pengaruh Lo itu sudah hilang.Digantikan kekuatan Uang dari gue.Lo tau dengan uang kita bisa melakukan apa aja dan menguasai semuanya bahkan polisi yang Lo bilang bisa nangkap gue itu juga bisa gue beli dengan uang yang gue punya Man.Dengan uang dunia ada ditangan gue!!!"


Imron kembali melayangkan pukulannya kearah Iman yang berusaha melawan meski tenaganya mulai melemah karena lukanya sampai akhirnya Iman kembali tersungkur yang membuat Imron semakin membabi buta menghajarnya sampai Iman benar benar hampir pingsan karenanya baru Imron menghentikan pukulannya.


"Meski gue berhasil Lo singkirkan kedepannya apa Lo yakin Lo akan bisa mengendalikan mereka semua dengan uang Lo yang suatu saat bisa habis itu.Gue rasa Lo nggak pernah mikir sampai kesana Mron.Pikiran Lo hanya buat hari ini karena itu Lo nggak pernah bisa Menang dari gue meski Lo udah lakukan semua ini sama gue".


"Berisik Lo!! sok suci sok bener!!Gue benci sama Lo!!!Gue habisi Lo sekarang!!!".


Setelah mengatakan itu Imron kembali melayangkan pukulannya kepada Iman yang masih berusaha menahan pukulan Imron dengan sisa sisa kekuatannya.


"Sekuat apapun Lo.Kurasa dengan kondisi lo sekarang Lo tetap akan kalah Man.


Buak!!!".


"Akh!!!".

__ADS_1


tendangan keras Imron yang tepat mengenai luka dipinggangnya membuat Iman langsung terpental kebelakang.


" Kalian!Pegang dia!!Gue mau hajar dia sampai puas baru gue habisi dia!!!",perintah Imron pada beberapa anak buah yang mendukungnya.Sementara yang lain menghalangi saat anak buah yang mendukung Iman berniat menolong hingga membuat perkelahian antar mereka menjadi sengit karena terbagi dua kubu.


"Lo dasar Brengsek!!!Gue benci setengah mati sama Lo Man!!!Sok suci!!Sok baik!! Riwayat Lo akan gue buat tamat malam ini. Gue akan habisi Lo supaya lo nggak bisa muncul lagi didepan gue!!".


Setelah mengatakan itu Imron lalu menghantam lagi tubuh Iman yang sudah tidak berdaya dengan brutal bahkan saat melihat luka akibat tusukan Iman mengeluarkan banyak darah berkali kali Imron sengaja memukul dibagian itu membuat Iman benar benar sangat kesakitan dan tidak berdaya lagi bahkan dia sudah berada diambang kesadarannya karena jajaran Imron. Sampai suara sirene mobil polisi terdengar ditelinga mereka membuat Imron reflek menghentikan kegilaannya itu.


"Bos Imron polisi!",teriak salah satu anak buahnya yang membuat semua yang ada disana menjadi ketakutan lalu menghentikan perkelahian mereka dan mulai berlari pergi dari sana untuk menyelamatkan diri masing masing.


"Sialan kenapa bisa disaat seperti ini polisi harus datang!!",maki Imron merasa sangat kesal sementara Iman yang mendengar suara Sirene polisi itu tertawa sinis meski dia sudah tidak berdaya saat itu.


"Lo... ternyata masih sama saja pengecut!Mulut lo doang yang koar koar tapi hati lo tetep pengecut!",hina Iman dengan menatap Imron sinis.


"Diam Lo! Meski gue nggak berhasil menghabisi Lo malam ini,tapi gue yakin hidup Lo juga nggak akan lama lagi!.mampus aja sendiri disini lo!!".


Setelah mengatakan itu Imron bergegas pergi dari sana bersama anak buahnya yang lain meninggalkan Iman seorang diri dalam kondisi parah.


"Isshh...",desisnya kesakitan.


Dengan sisa sisa kesadaran dan tenaga yang dimilikinya Iman berusaha mengambil ponsel disakunya berniat untuk menghubungi siapa saja karena dia tau dia tidak mungkin bisa menghubungi Ayunda sekarang takut bisa membuat istrinya semakin cemas kalau tau bagaimana kondisinya saat ini tapi belum sempat dia melakukan itu tiba tiba...


Jleb!!


Seseorang yang tiba tiba muncul dari balik kegelapan langsung menusuk perutnya membuat Iman berteriak keras karena merasakan sakit yang luar biasa akibat tusukan yang dilakukan pria itu.


"Lo benar benar masalah jadi sebaiknya mati aja Lo Man supaya semua daerah Lo bisa jadi milik gue".


"Ridwan... ternyata Lo cuma mau ngerusak kelompok gue dengan sengaja menjerat Imron dasar..."Setelah mengatakan itu Iman tak sadarkan diri lagi membuat Ridwan yang melihat itu menyeringai puas lalu mengambil ponsel Iman yang ada ditangannya dan menginjaknya sampai hancur dengan menatap Iman sinis.


"Selamat tinggal Man sampai jumpa lagi nanti di Neraka",ucapnya lalu pergi.

__ADS_1


__ADS_2