Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
108. Permintaan Iman.


__ADS_3

"Aabang mau ngapain sekarang?"


Tiba tiba Ayunda merasa gugup, juga takut melihat ekspresi yang ditunjukan Iman saat itu, belum lagi suasana tempat mereka saat itu yang berada ditepi pantai. Meski ada orang disana, tapi jaraknya dengan mobil milik Iman cukup jauh dan kalau pria itu berniat berbuat jahat padanya, Ayunda yakin tidak akan ada yang bisa menghentikan pria itu waktu melakukannya.


Melihat nada suara Ayunda yang terdengar ketakutan, karena candaannya barusan Iman segera menyalakan lampu dalam dimobilnya. Hingga suasana didalam mobil tidak lagi remang seperti sebelumnya dan pria itu bisa melihat jelas bagaimana wajah cantik perempuan disampingnya yang terlihat pucat.


"Kupikir kamu sangat percaya denganku Yun, tapi ternyata nggak, ya," gumam pria itu, menatap kearah Ayunda yang buru buru mengalihkan tatapannya, supaya Iman tidak melihat rasa gugupnya barusan.


"Aku cuma kaget aja barusan," elak perempuan itu, tidak ingin disalahkan oleh pria disampingnya itu.


"Wajar aja sih kamu nggak percaya sama aku soalnya kita sudah berpisah sangat lama selama ini dan baru hari ini kita yang benar benar ngobrol lagi, iyakan Yun," ucap Iman.


Mendengar apa yang dikatakan pria itu Ayunda menoleh menatap kearah pria gagah disampingnya, yang masih saja terus menatap kearahnya saat itu.


"Kalau tau kenapa Abang bersikap kaya tadi sama aku.Abang sengaja mau nguji aku ya," jawab perempuan cantik itu dengan nada suara terdengar kesal pada Iman.

__ADS_1


Pria itu menggelengkan kepalanya.


"Lalu?" tanyanya dengan nada suara masih terdengar kesal.


Iman menghela nafasnya cukup keras sebelum menjawab kekesalan yang ditunjukan Ayunda padanya.


"Maaf Yank," ucapnya yang reflek membuat Ayunda membolakan matanya terkejut mendengar cara pria itu memanggilnya barusan.


"Yank?" ulang perempuan cantik itu dengan ekspresi tidak yakin kearah Iman.


Ayunda menggeleng" Hanya terkejut karena Abang tiba tiba manggil aku seperti itu lagi sekarang," terang perempuan cantik itu pada Iman.


"Kali ini pria itu yang balik mengerutkan keningnya mendengar perkataan perempuan disampingnya itu.


"Lagi? Apa itu berarti dulu aku manggil kamu kaya gitu?" tanyanya balik penasaran, yang dibalas anggukan oleh Ayunda.

__ADS_1


"Iya, Abang selalu manggil aku Yank dan waktu tadi siang pertama kali Abang manggil aku dengan panggilan itu kupikir ingatan Abang sudah kembali tapi ternyata nggak,'' jelas Ayunda, dengan wajah berubah muram. Ingat tentang kondisi pria disampingnya yang belum bisa mengingat tentang dirinya sedikit pun.


Melihat wajah Ayunda terlihat muram. Iman mengulurkan tangannya, lalu meraih tangan perempuan cantik itu, untuk digenggamnya.


"Maaf Yank karena belum bisa mengingat kenangan kita dulu.Meski begitu perasaanku padamu, juga niatku yang ingin memulai lembaran baru denganmu, itu tulus dan serius. Karena sejujurnya, sejak pertama kali kita bertemu aku sudah punya perasaan suka padamu Yun," terang pria itu panjang lebar dengan bicara sambil menatap kearah Ayunda yang juga sedang menatap kearahnya saat itu.


"Meski begitu, ini tetap saja terasa aneh bagiku dan jujur aja aku nggak suka saat memikirkannya, Bang,"


terang Ayunda dengan raut wajah serius dan muram.


"Aku juga merasa seperti itu Yank, jadi maukah dirimu membantuku Yun," pinta Iman dengan wajah serius.


"Apa yang bisa aku lakukan Bang? Bukannya Abang bilang selama ini sudah minta bantuan psikiater untuk membantu supaya Abang bisa ingat lagi," tanya Ayunda bingung.


Maaf Upnya kemalamanšŸ™

__ADS_1


__ADS_2