Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
77. Aisyah Hamil.


__ADS_3

"Man Bagaimana ini...."


Aisyah masih saja terisak membuat Iman merasa tidak tega melihat perempuan yang selama ini sudah banyak membantunya sampai dia sembuh sekarang menangis seperti itu.


"Ayo duduk disana Syah lalu kita bicara,"ajak Iman dengan merenggangkan pelukan Aisyah lalu membawa perempuan itu duduk dikursi yang ada tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat itu.


Aisyah tidak menolak ajakan Iman dan mengikuti Iman kekursi yang ada dilorong rumah sakit itu.


"Jadi...kamu mau cerita...,"pinta Iman yang diangguki oleh Aisyah.


"A..aku hamil,usianya sudah hampir 13 minggu saat diperiksa tadi,"ucapnya dengan wajah tertunduk dan airmata kembali keluar dari pelupuk matanya.


" Lalu..apa kamu nggak senang dengan berita itu.Bukankah kamu sudah menunggu ini selama hampir 10 tahun jadi seharusnya sekarang kamu merasa sangat bahagia bukannya sedih seperti ini Syah."


"Sejujurnya aku sangat senang karena tau aku hamil tapi kenapa harus sekarang?!Kenapa nggak tahun lalu atau beberapa bulan lalu?!," ucapnya kembali terisak keras membuat Iman terpaksa mencoba menenangkan lagi perempuan itu dengan menepuk nepuk bahunya lembut.


"Jangan sedih Syah meski kehamilanmu datang disaat yang nggak tepat tapi kamu tetap harus bahagia mendengar nya, ingat berapa lama waktu yang kamu lakukan untuk menunggu khabar bahagia ini,jadi karena sekarang Allah sudah menjawab doa doa yang kamu panjatkan selama ini maka kamu harus merasa bahagia jangan pernah merasa dia sebagai beban bagimu,"hibur Iman dengan suara lembut.


"Tapi kenapa harus Saat kami sudah resmi bercerai aku baru hamil?!Bagaimana nanti dengan nasibnya yang akan lahir dan besar tanpa sosok seorang ayah dalam hidupnya?! Bagaimana?!," Aisyah mulai kembali histeris dan dengan terpaksa Iman merengkuh perempuan yang sekarang sudah membantunya sampai sembuh itu kedalam pelukannya dengan niat menenangkan emosinya.


"Kamu bisa memberitahu kehamilanmu ini pada Hafiz aku yakin dia nggak akan menolak kehadiran calon anak ini meski kalian sudah resmi bercerai Syah," saran Iman yang membuat Aisyah langsung menjauhkan tubuhnya dari Iman.

__ADS_1


"Aku nggak mau Man!!,"tolaknya tegas dan marah.


"Kenapa?Bukankah kalian baru sebulan yang lalu bercerai jadi kalau dalam kurun waktu itu kamu dinyatakan hamil itu sangat wajar Syah," Ucap Iman yang membuat Aisyah menundukkan wajahnya mendengarnya


"Masalahnya bukan itu Man ..."


"Lalu..apa kalau aku boleh tau? Tapi kalau kamu nggak mau cerita aku nggak akan memaksa kamu Syah."


Aisyah mendongak menatap kearah Iman yang saat itu juga menatapnya dengan tatapan lembut,tatapan yang sangat disukainya meski pria itu melakukannya karena mereka teman dan mantan Ipar juga orang yang sudah menolongnya sampai sembuh seperti sekarang.


Diawal Aisyah tidak keberatan dengan perasaan Iman sekarang karena dia berpikir masih banyak waktu untuk membuat Iman kembali punya perasaan lebih padanya seperti apa yang dirasakannya pada pria itu.


Apalagi sekarang statusnya sudah menjadi seorang Janda dan karena apa yang dialami nya 3 bulan yang lalu itu sebagian ingatan Iman hilang,menurut dokter itu karena trauma yang dialaminya saat kejadian itu dan tidak tau kapan bisa kembali.


Tapi tiba tiba sekarang dia dinyatakan hamil anak Hafiz, bagaimana mungkin dia bisa merasa bahagia meski ini adalah anak yang sudah dinantinya selama bertahun tahun dan datang disaat dia tidak menginginkan lagi atau lebih tepatnya dia tidak menginginkan lagi punya anak dengan Hafiz sekarang.


"Ma..masalahnya adalah.. sekarang mas Hafiz sudah menikah lagi dengan perempuan lain,"ucapnya dengan menyapu sudut matanya yang basah.


"Menikah? bukannya kalian baru sebulan yang lalu bercerai Syah lalu kenapa sekarang Hafiz sudah menikah? Apa sebenarnya alasan kalian berpisah dulu karena dia selingkuh?!,"tanya Iman yang langsung merasa sudah salah bicara setelah mengatakan hal itu karena khawatir apa yang baru saja dikatakannya itu bisa membuat Aisyah salah sangka tentang perasaannya pada perempuan itu.


Dan benar saja Aisyah langsung menoleh kearah Iman begitu Iman selesai bicara.

__ADS_1


"Man..kenapa kamu terlihat kesal karena tau kalau Mas Hafiz sudah selingkuh dariku?," tanyanya penasaran membuat Iman merasa tidak nyaman melihat ekspresi Aisyah sekarang padanya dan khawatir perempuan itu berpikir kalau dia masih punya perasaan istimewa padanya.


"E...itu...Aku hanya terkejut dan tidak menyangka kalau Hafiz akan mengikuti jejak keluarga kami Syah,"ucapnya dengan perasaan tidak nyaman.


Aisyah kembali menatap ketempat lain juga menghela nafas sebelum mulai bicara lagi.


"Masalah awalnya karena kami belum juga diberi anak padahal pernikahan kami sudah sangat lama dan keluarga kalian selalu mendesak ku sampai membuat aku tertekan meski Mas Hafiz masih mendukungku saat itu .Tapi semua berubah saat mas Hafiz dipindah tugaskan ke Jakarta,sikapnya mulai aneh dan mencurigakan lalu puncaknya adalah saat dia membawa seorang perempuan kerumah yang diakuinya sebagai calon istri keduanya.Saat itu aku benar benar nggak bisa lagi menahan perasaan ku dan akhirnya memutuskan minta cerai padanya dan setelahnya kamu pasti tau bukan Man?," ucap Aisyah yang diangguki oleh Iman.


"Iya dan untuk itu aku sangat berterimakasih padamu Syah karena kalau saat itu kamu nggak menemukan aku yang sekarat dirumah sakit aku pasti sudah meninggal sekarang."


"Jangan dipikirkan Man.Aku melakukannya karena aku mengenalmu dan tau bagaimana hubunganmu dengan keluargamu juga karena dulu kita pernah dekat meski aku telah mengecewakanmu karena terpaksa menikahi Hafiz yang lebih dipilih kedua orang tuaku dibanding dirimu," ucap Asiyah dengan tatapan sendu kearah Iman yang membuat Iman menghela nafasnya.


"Dulu...aku memang sangat marah karena hal itu tapi seiring berjalannya waktu dan usiaku yang semakin bertambah aku sudah tidak merasakan apa apa lagi karena keputusan keluargaku saat itu, termasuk juga perasaan ku padamu Syah."


"Maksudmu Man?,"Aisyah terkejut mendengar ucapan Iman dan berharap dia baru saja salah dengar.


Iman menatap Aisyah dalam sebelum bicara.


"Syah kamu dan aku, hubungan kita berdua sudah lama berakhir.Yang tersisa sekarang adalah perasaanku sebagai seorang teman juga saudara padamu."


Aisyah langsung terisak mendengar hal itu hatinya terasa remuk sekali saat ini dan berpikir rasanya dia ingin menghilang saja dari hadapan pria ini tapi semuanya kembali utuh saat mendengar perkataan Iman selanjutnya padanya.

__ADS_1


"Tapi karena sekarang kamu sudah bercerai dengan Hafiz dan sedang mengandung anaknya yang juga berarti dia keponakanku jadi aku akan menggantikan Hafiz menjaga anak ini sebagai bentuk ucapan terimakasihku karena kamu sudah menolongku saat aku terluka Syah",ucap Iman dengan perasaan tulus.


Otor mau minum air es dulu setelah ini supaya kepala otor dingin silahkan kalian tinggal like komen nya ya tolong jangan terlalu sadis 😁😁.


__ADS_2