Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
71. Mimpi...


__ADS_3

"Abang!."


Ayunda bergegas bangun dari ranjang saat melihat sosok Iman berjalan mendekatinya yang saat itu sedang berbaring diranjang menunggu kepulangan Iman dengan ponsel masih ditangannya karena baru beberapa menit yang lalu dia kembali mencoba menghubungi nomor Iman juga mengirimkan pesan menanyakan keberadaan pria itu dan kapan dia akan pulang tapi baru saja dia selesai melakukannya tiba tiba sekarang Iman sudah berdiri dihadapannya membuat dia terkejut tapi juga senang meski dia tadi tidak mendengar suara Iman saat membuka pintu depan rumah mereka.


Iman menyunggingkan senyumnya kearah Ayunda saat melihat Ayunda berjalan menghampirinya..


"Yank..Aku kangen banget...."


Mendengar apa yang dikatakan Iman Ayunda langsung menubruk kearah pria itu dan memeluknya erat.


"Aku juga kangen banget.Abang dari mana aja beberapa hari ini kok baru pulang ?,"tanyanya dengan wajah cemberut menatap kearah Iman yang saat itu juga sedang menatap kearahnya dengan ekspresi terlihat sedih diwajahnya yang terlihat pucat saat itu membuat Ayunda yang semula memasang wajah cemberut berubah menjadi merasa khawatir pada kondisi Iman dan langsung bertanya.


"Abang sakit?," tanyanya yang dijawab gelengan lemah oleh Iman.


"Nggak Yank aku baik baik aja kok."


"Tapi kok wajah Abang pucat banget sekarang?!,"ucap Ayunda dengan menyentuh wajah Iman yang terlihat pucat juga dingin itu dengan ekspresi khawatir.


Iman meraih tangan Ayunda yang ada diwajahnya lalu menggenggamnya dan membawanya kearah bibirnya lalu menciumnya dengan lembut setelah itu kembali tersenyum tipis kearah istrinya dengan ekspresi tetap terlihat sendu.


"Aku nggak papa Yank jangan cemas.Gimana khabarmu beberapa hari ini, baik baik aja kan Yank?,"tanyanya yang dijawab anggukan oleh Ayunda.


"Aku nggak papa,cuma khawatir dan cemas sama Abang karena sudah beberapa hari Abang nggak pulang kerumah.Abang masih marah ya sama aku karena masalah dengan pak Hafiz waktu itu?Kalau iya aku minta maaf ya Bang.Aku mengaku salah dan janji nggak akan ngulangin lagi nanti.Bahkan setelah hari itu aku juga selalu menghindar kalau pak Hafiz berusaha dekat sama aku bukan untuk masalah pekerjaan."

__ADS_1


Mendengar semua perkataan Ayunda Iman hanya tersenyum kecil lalu menarik Ayunda ketepi ranjang untuk mengajak perempuan itu duduk disana bersamanya sebelum kembali bicara tanpa melepaskan genggaman mereka.


"Aku nggak marah lagi Yank,jangan khawatirkan lagi soal itu".


"Kalau nggak marah kenapa Abang nggak pulang pulang bahkan telpon dan pesanku juga nggak Abang balas.Apa Abang sengaja melakukan ini buat ngasih aku pelajaran.Abang tega banget tau,padahal aku cemas banget,mana aku nggak tau harus mencari Abang kemana dan menghubungi siapa buat tanya Khabar soal Abang.Karena tempat kerja Abang juga teman teman Abang kan nggak ada yang aku kenal satu pun,"cerocos nya tanpa perduli kalau itu akan membuat Iman kembali marah padanya nanti tapi dia memang benar benar ingin mengeluarkan unek uneknya sekarang sebelum dia lupa karena bujuk rayu Iman nanti.


Mendengar semua ocehan Ayunda bukannya marah atau membalas Iman malah menarik Ayunda kedalam pelukannya dan memeluk perempuan itu sangat erat membuat Ayunda sampai merasa sesak nafas karenanya.


"Maaf...maaf udah buat kamu cemas Yank.Tapi aku nggak pernah punya niat nggak pulang meski sempat marah sama kamu saat itu .Cuma aku memang belum bisa. Kamu pasti kesal ya nunggu aku beberapa hari ini."


"Emang kenapa Abang nggak bisa pulang? Apa karena urusan yang Abang bilang itu belum selesai?,"tanyanya karena ingat ucapan terakhir Iman yang mengatakan kalau dia punya urusan yang harus diselesaikannya saat itu.


"Itu salah satunya Yank."


"Ada,karena itu untuk sementara aku nggak bisa nemenin kamu disini kaya biasanya tapi tenang aja meski nggak ada aku nanti ada orang orang baik yang akan membantu kamu sampai aku kembali.Jadi jangan cemas atau sedih ya Yank.Tunggu aku nanti aku pasti balik lagi sama kamu kaya biasanya dan kalau aku nanti aku udah balik aku aku akan berusaha nepati janji janjiku sama kamu termasuk rencana menikahimu,sabar ya Yank".


Buk!


Tiba tiba Ayunda memukul dada Iman saat mendengar apa yang dikatakan pria itu karena merasa omongan Iman terasa aneh ditelinganya.


"Abang ngomong apa sih kok aneh banget ,kayak salam perpisahan aja,aku nggak suka tau dengarnya .Emang Abang mau pergi kemana bukannya Abang janji kalau bulan depan kita mau meresmikan pernikahan kita,tapi kenapa datang datang setelah pergi beberapa hari kok malah ngomong kaya gitu."


Ayunda mulai terisak karena kesal mendengar apa yang dikatakan Iman barusan padanya.Entah kenapa hatinya terasa sangat sakit saat mendengar semua itu seolah kedatangan Iman sekarang adalah untuk menyampaikan salam perpisahan padanya yang tentu saja tidak ingin didengarnya.

__ADS_1


"Yank..."


Ayunda langsung menepis tangan Iman yang berniat menyentuh wajahnya bahkan dia sedikit mendorong tubuh Iman menjauhinya sambil terisak semakin keras dihadapan pria itu.


"Maaf...," ucap Iman lirih dengan mengulurkan tangannya yang terasa semakin dingin waktu menyentuh pipi Ayunda yang berurai airmata saat itu membuat Ayunda merasa aneh,apalagi saat dia menatap wajah Iman yang sedang menatap kearahnya saat itu.Wajah Iman terlihat lebih pucat dari sebelumnya membuat Isak Ayunda menjadi semakin keras sampai bahunya terguncang karena merasakan perasaan seolah mereka akan berpisah semakin nyata meski dia tidak tau kenapa tapi instingnya mengatakan begitu.


"Jangan pergi....Abang nggak boleh pergi...Disini aja sama aku.Aku janji mulai sekarang akan jadi istri yang baik buat Abang .Kita nggak perlu nikah lagi juga nggak papa asal Abang nggak ninggalin aku.Aku cinta sama Abang jangan pergi Bang".


Ayunda mengatakannya dengan memeluk erat tubuh Iman yang terasa dingin dalam pelukannya saat itu.


Iman membalas pelukan Ayunda sama eratnya dan ikut terisak seperti Ayunda saat itu dengan membenamkan kepalanya kebahu Ayunda seperti yang sering dilakukannya.


"Aku juga cinta kamu Yank tapi maaf....Maaf sekarang Aku nggak bisa nemenin kamu lagi kaya bisanya, baik baik selama aku nggak ada ya Yank...".


"Abang ...".


Belum selesai Ayunda mengatakan apa yang ingin dikatakannya pada Iman tiba tiba...


"Yun Lo ada dirumah nggak?!".


Ayunda mengerjab kerjabkan matanya saat mendengar suara cempreng Widia dipintu depan rumahnya tapi belum juga beranjak dan memilih memeriksa ponselnya yang tergeletak didekat tubuhnya.Pukul 6.30 pagi astaga dia terlambat berangkat kerja,batinnya cemas dan berniat langsung pergi kekamar mandi saat dia teringat lagi dengan mimpi yang dialaminya tadi.


"Ternyata Abang belum pulang bahkan pesanku juga sama sekali nggak dibaca atau dibalasnya",gumam Ayunda dengan mata mulai berkaca kaca tapi segera disapunya saat mendengar lagi suara cempreng Widia memanggilnya.

__ADS_1


"Yun!Buka!Atau gue panggil pemadam buat ndobrak Pintu Lo ini sekarang!",Ancamnya dengan menggedor gedor daun pintu milik Ayunda keras membuat Ayunda menyumpah serapah Widia dalam dihati.


__ADS_2