Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
116.Positif.


__ADS_3

Bruk!


Ayunda sampai menyenggol botol sabun yang ada didekat wastafel, hingga jatuh menimbulkan suara cukup keras dan terdengar sampai kekamar tidur, karena terlalu terkejut waktu melihat dua garis yang muncul secara jelas di alat testpack kehamilan yang digunakannya, saat itu.


Iman juga ikut terkejut waktu mendengar barang jatuh cukup keras, hingga langsung mengetuk pintu kamar mandi, untuk memastikannya pada Ayunda yang berada didalam.


"Yank ada apa?Apa kamu baik baik aja?" tanya pria itu khawatir.


"Iiya, aku nggak papa.Hanya nggak sengaja nyenggol botol sabun, barusan," jawab Ayunda dari dalam kamar mandi.


Mendengar jawaban sang istri, yang dikatakan dengan suara terdengar gugup. Bukannya percaya, Iman malah dibuat menjadi semakin khawatir pada kondisi Ayunda yang masih berada didalam kamar mandi. Selain itu, istrinya juga sudah terlalu lama berada didalam kamar mandi, kalau untuk ukuran membuang hajat saja saat itu, pikir Iman.

__ADS_1


"Yank serius kamu baik baik aja, sekarang? Ini sudah hampir satu Jam kamu didalam dan dari tadi, nggak kedengaran kalau kamu sedang mandi," balas pria itu membuat Ayunda merasa sepertinya tidak ada gunanya juga dia terus berada didalam kamar mandi sekarang.


Meski jujur dirinya masih cukup terkejut melihat hasil testpack ditangannya, tapi dia memutuskan untuk keluar, lalu mengatakannya saja kepada suaminya. Untuk langsung melihat bagaimana reaksi pria itu, waktu tau kondisinya sekarang.


"Aku nggak papa, hanya saja ini," Ayunda mengulurkan testpack yang tadi digunakannya didalam kamar mandi, pada sang suami begitu dirinya membuka pintu kamar mandi.


Iman masih belum menerima benda yang diulurkan oleh Ayunda, meski dia tau benda apa itu dan arti tanda dua garis yang ditunjukan oleh benda itu, karena dia syok, tidak percaya, juga sangat bahagia, disaat bersamaan. Sampai ekspresinya saat itu membuat Ayunda yang melihatnya merasa heran, juga kecewa. Karena reaksi Iman, tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.


"Hah! Nggak," jawab Iman bingung, karena ekspresi sang istri berubah seketika.


"pasti iya,buktinya nggak kelihatan senang karena tau aku hamil," ucap perempuan itu dengan berniat berjalan menjauh dari sang suami tapi sebelum dia melakukannya, Iman meraih tubuh Ayunda lalu membopongnya, sampai membuat perempuan itu terpekik terkejut.

__ADS_1


" Abang! Lepas!" pekik Ayunda yang tidak dihiraukan oleh sang suami dengan tetap membopong tubuh Ayunda dan baru menurunkannya begitu sampai diranjang, lalu menidurkan dengan memeluk tubuh itu erat, sampai membuat perempuan itu cukup sulit bernafas. Saking eratnya Iman memeluknya, saat itu.


" Abang lepas, sesak,'' protes Ayunda, begitu merasa, Iman sudah seperti ingin meremukkan tubuhnya. Meski alasan sebenarnya, pria itu melakukan hal itu, karena terlalu bahagia.Sampai tidak sadar sudah membuat Ayunda tidak bisa bernafas.


" Maaf Yank, kalau membuatmu sesak nafas pelukanku.Soalnya aku sangat bahagia, karena tau, kalau dirimu ternyata sekarang sedang hamil, anakku," terang pria itu, dengan wajah yang terlihat nyata diliputi kebahagiaan saat itu. Berbeda dengan diawal, waktu dirinya mengatakan tentang kehamilannya, tadi.


" Bukannya tadi nggak suka?" tanya Ayunda ketus, yang langsung dibalas gelengan oleh Iman dengan tetap memeluk sang istri, tapi kali ini tidak seerat sebelumnya.


" Suka Yank, kapan aku nggak suka?" tidak terima dibilang oleh sang istri tidak suka karena tau Ayunda hamil.


"Tapi wajah Abang tadi," cetus Ayunda yang langsung dipotong oleh Iman dengan gelengan kepala.

__ADS_1


"Itu ekspresi wajah sangat bahagia.Bukan sebaliknya," terang pria itu penuh penekanan, supaya sang istri tidak salah sangka dan berpikir kalau dirinya tidak sukan mengetahui khabar bahagia tersebut.


__ADS_2