Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
45.Bertemu Aisyah.


__ADS_3

"Bos ada yang mau nambal ban mobil", panggil Sabrin dari luar membuat Iman meletakkan kalkulator dan pulpen yang dipengangnya untuk menulis barusan.


"Lo kerjakan sama Bang Fahri gue lagi sibuk",jawab Iman dengan keras.


"Bang Fahri nggak ada bos",balas Sabrin yang membuat Iman langsung meletakkan pulpennya mendengar itu dan berjalan keluar dari ruangan yang merangkap jadi kantor bengkel.


"Emang kemana bang Fahri?",tanya Iman begitu dia sudah berada diluar dekat mobil yang bannya akan ditambal itu.


"Dia bilang ada urusan sebentar dan nggak bilang sama bos karena bos sedang sibuk didalam tadi",terang Sabrin dengan mengambil peralatan yang akan digunakan untuk menambal ban mobil yang kempes itu.


"Makanya kamu harus serius mendengar kan kalau dikasih tau sama bang Fahri sekarang bang Fahri nggak ada teriak teriak manggil aku yang repot didalam", gerutu Iman yang ditanggapi diam oleh pemuda 17 tahun itu.


"Ini sudah, mana yang punya?",tanya Iman dengan mencuci tangannya dikran air.


"Tadi si Mbak cantik bilang mau nelpon sebentar waktu minta aku buat nambal bannya",terang Sabrin dengan membereskan peralatan yang baru saja digunakan Iman.


"Ya udah kalau gitu Lo yang....".


"Udah selesai ya nambal bannya Mas?",tanya suara seorang perempuan yang reflek membuat Iman menoleh kesumber suara dan begitu melihat siapa yang sedang bicara barusan dia langsung terpaku diam begitu juga sang perempuan yang langsung menutup mulutnya karena terkejut melihat Iman.


"Subhanallah Iman",ucap Perempuan cantik berusia diawal 30 an dengan pakaian syar'i itu terkejut.


"Aisyah",balas Iman pada perempuan itu yang langsung berjalan mendekat kearah Iman masih menatap Iman dengan tatapan tidak percaya kalau itu benar benar si Sulaiman Yazid yang dikenalnya.


"Ka...kamu....I...ini benar benar kamu Man?",tanyanya dengan mengulurkan tangannya kearah tubuh Iman yang reflek membuat Iman sedikit mundur kebelakang hingga tangan seputih susu dengan jemari indah meski tanpa dihias oleh apapun itu tidak berhasil menyentuh tubuhnya membuat perempuan yang dipanggil Aisyah oleh Iman lalu menurunkan tangannya juga wajahnya.


"Maaf tadi hanya gerakan reflek karena aku merasa tidak percaya kalau ini benar benar kamu Man",ucapnya lirih.

__ADS_1


"Aku banyak berubah ya wajar aja kalau kamu sekarang nggak mengenali aku",balas Iman dengan tersenyum kearah Aisyah yang diangguki oleh perempuan itu.


"Iya...kamu memang banyak berubah dari terakhir kali kita ketemu",balasnya dengan kembali menatap kearah Iman masih dengan tatapan tidak percaya sementara Iman sudah bisa mengendalikan perasaannya meski tadi sempat cukup syok waktu melihat perempuan bernama Aisyah berdiri dihadapannya.


"Kan memang kita udah lama nggak ketemu sekitar....",Iman berusaha mengingat ingat kapan terakhir kali dia bertemu dengan perempuan itu.


"Waktu Umi Salamah meninggal", jawab Aisyah yang langsung membuat ekspresi Iman kembali berubah muram.


"Iya waktu Umi meninggal saat sebelum dimakamkan",jawabnya dengan suara lirih karena saat mengatakan hal itu kenangan buruk yang terjadi dihari itu juga kembali diingatnya.


"Maaf sepertinya aku sudah membuatmu teringat kenangan buruk tentang hari itu ya Man",ucapnya dengan kembali berusaha menyentuh Iman tapi lagi lagi dibatalkannya karena ingat status mereka.


"Nggak papa kok ,hanya ya..


gitu bagiku tetap sulit melupakan hari itu karena itu adalah hari terakhir gue...eh aku bertemu Umi dan itu pun saat beliau sudah meninggal",ucap Iman dengan tersenyum miris saat kembali teringat hal itu.


"Sebenarnya aku sudah nggak marah lagi untuk masalah itu toh itu juga sudah lama berlalu".


"Tapi aku selalu merasa ingin mencoba menjelaskan masalah ini padamu agar kamu tidak lagi salah paham pada keluarga Abi Iman".


Iman menatap Aisyah lekat lalu tersenyum kearah perempuan itu.


"Kamu memang selalu baik seperti dulu Aisyah nggak pernah berubah",ucap Iman dengan tersenyum kearah perempuan itu yang menjadi salah tingkah mendengar ucapan Iman barusan.


"Oh,iya mobilnya sudah selesai diganti bannya dan yang ada juga sudah aku tambalkan jadi Insyaallah aman kalau kamu mau makai buat kembali ke Surabaya nanti",terang Iman dengan menunjuk mobil CR-Z putih itu.


"Aku sekarang tinggal disini tidak diSurabaya lagi",jawab Aisyah yang membuat Iman kembali terkejut mendengar itu.

__ADS_1


"Kamu.... Disini?",tanyanya yang diangguki oleh Aisyah.


"Iya sejak minggu lalu kami pindah kesini karena dia pindah tugas kerja",terang Aisyah dengan wajah tertunduk saat mengatakan hal tersirat yang dipahami oleh Iman ,tapi bukan masalah itu yang ada dipikirannya melainkan hal lain yang sempat dilihatnya beberapa hari lalu didepan Lift Senopati saat dia menjemput Ayunda.


"Jadi begitu pantas aku seperti melihatnya waktu itu",gumam Iman.


"Kalian sudah sempat bertemu?",tanya Aisyah terkejut yang dijawab gelengan oleh Iman.


"Bukan, hanya aku yang melihatnya kurasa dia nggak melihat ku saat itu",terang Iman.


"Oh... lalu kamu tidak berniat bertemu untuk bicara dengannya Man?",tanya Aisyah yang langsung dibalas gelengan oleh Iman.


"Kalau dengan Abi Usman atau Umi Jubaidah?Bagaimanapun mereka adalah orang tuamu".


"Entahlah....masih sulit, terutama sekarang nggak ada lagi Umiku sendiri dalam keluarga itu jadi rasanya ya...sudahlah aku nggak mau membahas ini lagi. Sekarang pulang sana Ipar dan hati hati saat mengemudi",ucap Iman dengan tersenyum kearah Aisyah yang mengangguk dengan lemah mendengar perintah Iman padanya.


"Berapa upahnya?",tanyanya dengan menunjuk kearah mobilnya pada Iman.


"Sepertinya nggak pantas kalau aku meminta upah karena membantu Iparku sendiri jadi nggak usah toh jumlahnya juga cuma sedikit".


"Tapi....",Aisyah masih mencoba tidak mau menerima penolakan Iman yang dibalas Iman lagi dengan gelengan.


"Kubilang tidak perlu kalau kau tetap ingin membayarnya lupakan juga pertemuan kita hari ini",ucap Iman dengan berjalan masuk kedalam bengkelnya meninggalkan Aisyah yang menatap sosok Iman sampai pria itu masuk kedalam ruangan bengkel.


Melihat Iman meninggalkannya tanpa menoleh lagi kebelakang dengan terpaksa Aisyah juga masuk kedalam mobilnya dan tersenyum sopan pada pemuda tanggung yang pertama kali ditemuinya tadi saat pemuda itu membantunya untuk keluar dari bengkel dengan aman.


"Dek ini buat beli minum makasih udah dibantu ya",ucapnya dengan memberikan dua lembar uang berwarna merah pada pemuda itu sebelum dia melajukan mobilnya meninggalkan bengkel Iman.

__ADS_1


"Makasih ya mbak cantik kapan kapan datang lagi!",teriaknya keras dengan melambai kearah mobil Aisyah yang menjauh tapi masih bisa didengar Aisyah dan membuat perempuan cantik itu tanpa sadar menyunggingkan senyumnya mendengar permintaan Sabrin.


__ADS_2