Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
81. 5 Tahun.


__ADS_3

"Yun cepetan dandannya kita berangkat sekarang ini sudah pukul 6 jangan kesiangan !,"teriak Widia dari depan rumah kontrakan mereka keras membuat Ayunda yang sedang memasang kerudung dikepalanya menyumpah lirih dan hampir saja tertusuk jarum pentul yang digunakannya saat itu.


"Iya Wid bentar lagi selesai! Bawel amat sih lo !," balasnya dengan merapikan penampilannya lalu keluar menemui Widia yang sudah nangkring cantik diatas motor maticnya.


"Cepetan naik Bang Sukron udah nungguin kita didepan Kampus!," perintahnya yang dari tadi sudah menghidupkan mesin sepeda motor nya siap pergi hanya tinggal menunggu Ayunda yang masih bersiap.


"Kalau Lo nggak sabar Lo bisa pergi dulu nanti gue nyusul pakai ojek atau Bus kesana repot amat," jawabnya yang tidak dijawab lagi oleh Widia karena sudah melajukan motor maticnya dengan kecepatan cukup tinggi membelah jalanan pagi kota Jakarta yang sudah mulai padat tapi tidak membuat seorang Widia kesulitan menerobos lalu lintas jalan dibuktikan dengan tidak sampai 1 jam dia membawa motor matic nya dia sudah bisa sampai di Kampus T tujuan mereka.


Sampai didepan gerbang yang masih cukup sunyi Widia menghentikan sepeda motornya saat melihat mobil pickup hitam terparkir disamping gerbang lalu berteriak keras pada orang yang ada didalam mobil.


"Bang Sukron! Langsung bawa masuk aja semua barang barang nya sampai kantin kampus ya kami kesana duluan!," teriak Widia pada Sukron yang berada didalam mobil itu.


"Iya Wid!," balas Sukron lalu menghidupkan mobilnya masuk kearea Kampus menuju arah kantin karena mulai hari ini Ayunda dan Widia akan mulai membuka warung mereka sendiri didalam Kampus itu setelah selama 5 tahun ini kerja ditempat Mbak Siti dan banyak dibantu belajar oleh perempuan itu yang beberapa bulan yang lalu harus menutup warungnya karena menikah lagi dengan juragan ikan dan memutuskan ikut suaminya pindah ketempat sang suami.


Karena itu akhirnya Ayunda dan Widia memutuskan untuk membuka usaha mereka sendiri dengan dibantu oleh Bang Fahri Sabrin juga Sukron yang sejak bebas dari penjara 2 tahun yang lalu memilih beralih profesi menjadi penjual sayur keliling lalu sejak beberapa bulan yang lalu mulai menjadi pemasok dengan membeli sebuah mobil pickup sederhana.


Sementara itu Bengkel masih dipegang oleh Bang Fahri juga Sabrin yang sudah kuliah di Kampus T tersebut dan dia juga yang menyarankan pada Ayunda dan Widia untuk membuka gerai dikantin Kampusnya karena sudah banyak Mahasiswa juga Dosen yang kenal mereka sejak mereka ikut kerja diwarung Mbak Siti saat itu.


Setelah memikirkan secara masak akhirnya mereka berdua setuju dengan saran Sabrin dan dengan bantuan mereka hari ini mereka akan mulai membuka stand mereka di kantin Kampus .


"Bang Sukron barang barang belanjaannya taro aja disitu nanti kami bereskan," perintah Ayunda setelah mereka sampai di stand milik mereka.


"Ini cukup banyak lo Yun emang kalian nggak akan kerepotan hari ini ngelakuin semuanya sendiri sebelum buka?" terang Bang Fahri sambil menurunkan barang barang dari bak mobil pickupnya.

__ADS_1


"Nanti ada Sabrin yang membantu kami Bang jadi Abang turunkan aja lalu pergi, katanya masih ada barang yang mau diantar sekarang.


"Iya emang ,nanti kalau udah selesai aku balik kesini bantu bantu kalian lagi ," ucap Sukron lalu melambai pergi dari tempat itu setelah selesai menurunkan semua barang dagangan Ayunda dan Widia.


"Yun panci ini terlalu berat kalau kita aja yang angkat , gue telpon si anak ingusan tu dulu baru kita angkat bareng bareng ya, ucap Widia yang diangguki oleh Ayunda dengan memilih melakukan pekerjaan yang lain terlebih dulu sambil menunggu Widia menghubungi Sabrin yang akan membatu mereka.


"Kak Ayun!," panggil Sabrin dengan tersenyum lebar dan melambai kearah Ayunda yang sedang membersihkan kaca etalase jualan.


"Tu bantu Widia angkat paci besar keatas meja di belakang," perinta Ayunda yang langsung diangguki oleh Sabrin.


"Hari ini langsung buka kak?," tanyanya setelah sampai dibelakang tempat Widia berada.


"Iya masa besok,emang Lo nggak liat semua jualan kami ini," gerutu Widia pada Sebrin yang dibalas pemuda itu dengan tersenyum meringis pada Widia.


"Lo promosiin nya nggak aneh aneh kan?," tanya Widia curiga yang dibalas gelengan juga cengiran oleh Sabrin membuat Widia langsung mengetok kepala pemuda itu.


"Issh..kak Wiwid ni kebiasaan banget," Sukron memegangi kepalanya yang baru saja digetok Widia dengan wajah pura pura cemberut.


"Awas Lo kalau ketahuan gue promosi aneh aneh sama temen temen Lo itu gue getok lebih keras dari tadi!," ancam Widia yang dibalas gelengan oleh Sabrin.


"Nggak kak..aku cuma bilang sama mereka kalau mulai hari ini Kak Ayun yang dulu kerja ditempat Mbak Siti sama kak Wiwid yang cantik dan baik hati itu mulai hari ini buka warung didalam kantin Kampus dan mereka sangat senang waktu dengar itu karena waktu warung Mbak Siti dulu tutupkan mereka sering tanya ke aku nanyain kalian berdua pindah kerja dimana kalau kerja diwarung kau mereka mau mampir kesitu," jelas Sabrin


"Oh ..," Widia hanya menjawab itu untuk penjelasan Sabrin lalu mengerjakan pekerjaan yang lain dan meminta tolong pemuda itu kalau dia atau Ayunda kerepotan melakukannya.

__ADS_1


"Akhirnya semua siap ya Wid," ucap Ayunda yang dibalas anggukan oleh Widia dengan wajah puas lalu pergi kebelakang.


"Ah.. aku juga senang karena akhirnya mulai sekarang setiap hari bisa ngeliat wajah cantiknya kak Ayun yang pasti akan buat mood kuliahku bertambah berkali lipat dibanding hari hari lain."


Pletak!


"Auw...Kak Wiwid! Kok digetok lagi!," protes Sabrin dengan wajah cemberut.


"Habisnya mulut Lo itu licin kaya lantai marmer.Ngomong asal keluar ingat Lo itu masih bau kencur masa naksir sama Ayunda yang lebih tua sih."


"Emang apa salahnya kak Ayun sama aku kan cuma beda beberapa tahun selain itu perlu kak Wiwid tau kak Ayun tu..."


"Bu pesan sarapannya ya".


Seketika perdebatan mereka berdua terhenti karena mendengar ada pelanggan yang beli.


"Brin tolongin kamu tanyain dia mau pesan apa!," teriak Ayunda dari belakang karena saat Sabrin dan Widia berdebat Ayunda sedang berada didapur untuk merebus air dan hanya menggelengkan kepala mendengarkan dua orang yang tadi berdebat tentangnya itu.


"Siap kak.Aku tanyakan kedepan," balas Sabrin.


Tapi baru beberapa menit keluar tiba tiba dia berbalik dengan langkah tergesa menemui Ayunda didapur dan melewati Widia yang terkejut melihat tingkah pemuda itu.


"Brin kenapa?," tanya Ayunda saat melihat wajah pemuda itu terlihat pucat seperti baru saja melihat...

__ADS_1


"Hantu...Kak..," celetuknya dengan meraih tangan Ayunda.


__ADS_2