
"Hari ini aku antar periksa ya Yank, jangan pergi sebelum aku jemput," pinta Iman menelpon sang isteri sambil berjalan keluar dari gedung Kampus, tempatnya bekerja.
Pria itu berjalan dengan langkah sedikit cepat, supaya bisa segera sampai kemobilnya, juga dengan niat segera pulang untuk menemui Ayunda. Yang sore nanti ada jadwal periksa kehamilan.
Tapi saat Iman sudah hampir sampai di mobilnya yang terparkir, tiba tiba ada yang menegurnya dari belakang, membuat pria itu langsung menoleh keorang tersebut.
" Gue pikir lo udah mampus dari dulu, nyatanya sekarang lo baik baik aja bahkan hidup lo kelihatan sangat nyaman," tegur pria berperawakan sangar dengan banyak tato ditubuhnya itu padanya.
Iman langsung memicingkan matanya berusaha untuk mengenali siapa orang yang sepertinya sangat mengenalnya itu.
"Kamu?" sapanya balik pada pria yang menatapnya sinis itu.
"Jangan bilang lo nggak ingat gue, karena kita udah lama nggak ketemu," balas pria itu tidak suka.
" Maaf, tapi serius aku nggak ingat siapa dirimu, karena..."
"Dasar brengsek! Beraninya lo pura pura lupa sama gue, setelah lo buat gue membusuk selama 5 tahun ini, dipenjara!" potong pria itu dengan sangat marah kepada Iman.
Mendengar kata penjara, pikiran Iman lalu ingat pada kejadian yang membuatnya sampai lupa ingatan sampai sekarang, yang membuatnya langsung menatap tajam kearah pria yang juga sedang menatapnya dengan tatapan sama itu.
__ADS_1
"Jadi kamu! Yang buat aku sampai sekarat, saat itu!" bentak Iman sangat marah, pada pria dihadapannya yang malah tersenyum sinis saat melihat ekspresi kemarahannya.
"Iya, gue Ridwan. Lo sudah ingat kan sama gue, sekarang? Tapi, meski gue udah buat lo sampai kaya gitu, gue tetep nggak terima, karena lo nggak mampus dan gue harus masuk penjara selam 5 tahun ini, sementara lo...."
Pria bernama Ridwan itu menunjuk pada penampilan Iman yang terlihat rapi dan bersih saat itu, membuktikan kalau setelah kejadian 5 tahun lalu hidup pria itu menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Bahkan si Ridwan juga mendengar khabar selama didalam bui, sebelum dia keluar. Kalau sekarang orang orang yang dulu setia kepada pria dihadapannya itu, hidup mereka semua berubah lebih nyaman.
Hanya dirinya dan Imron yang membusuk lama didalam penjara, selama ini.Akibat mendapat tuntutan lebih banyak dibanding yang lain saat itu.
Meski sebagian tuntutan yang dituduhkan padanya saat itu, bisa dialihkannya ke Imron, sebagai kambing hitamnya.
" Lo bilang, bukan lo yang buat gue masuk penjara dulu! Brengsek lo! Lo tetep aja sok! Sok alim dan baik, karena itu dari dulu gue benci banget sama Lo!" bentak pria bernama Ridwan itu dengan tiba tiba melayangkan pukulannya kearah tubuh Iman, hingga membuat pria itu langsung jatuh tersungkur, Karena tidak menyangka kalau akan mendapat pukulan tiba tiba seperti itu.Selain itu dirinya bukan lagi dia yang dulu, yang selalu punya reflek bagus untuk menghindari pukulan lawan.
Sekarang Iman hanya pria biasa, jadi pukulan yang dilakukan oleh Ridwan barusan, bisa telak mengenai bagian tubuhnya saat itu.
Melihat Iman rivalnya dulu langsung tersungkur dalam sekali pukulan, Ridwan merasa jumawa tapi tidak puas.
Karena niatnya menemui pria itu sekarang, bukan hanya untuk memukulnya seperti barusan. Tapi dia berniat menghabisi Iman, pria yang seolah seperti duri dalam dagingnya dan tekadnya waktu masih didalam penjara, saat mendengar pria itu masih hidup dan baik baik saja. Adalah ingin menghabisinya.
__ADS_1
Untuk urusan yang lain, dia akan pikirkan nanti setelah niatnya itu terlaksana.
Jadi begitu melihat Iman jatuh tersungkur, Ridwan langsung mengeluarkan senjata pisau yang sudah dibawanya sebelum menemui pria itu dan langsung berusaha menyerang Iman, dengan itu.
Iman sangat terkejut waktu melihat pria dihadapannya itu tiba tiba menyerangnya lagi, tapi kali ini dengan senjata.
Tak ingin pasrah ditusuk pisau lawannya, Iman segera menghindar dan menangkis serangan pria itu, meski sabetan pisau menggores telapak tangannya.Tapi tidak separah kalau pisau kecil itu sampai mengenai sasaran yang diinginkan sang lawan, barusan.
" Sial," maki Iman dengan berusaha menendangkan kakinya, sebagai bentuk perlawanan pada pria bernama Ridwan itu.
Ridwan yang tidak menyangka Iman masih punya reflek gerakan yang bagus melawannya, terkejut menerima tendangan kaki pria itu hingga tanpa bisa dihindarinya, dia langsung terjungkal balik.
Begitu melihat sang lawan terjatuh Iman langsung bangun dari posisnya saat itu berniat membekuk pria itu lalu ingin mencari bantuan, tapi begitu dia mendekat tiba tiba...
Buak!!
pria bernama Ridwan itu menghantam tepat di kepala Iman sangat keras, dengan batu besar yang ditemukan oleh pria itu, saat jatuh tersungkur. Karena tendangan Iman barusan.
Menerima pukulan sangat keras dibagian kepala sampai kepalanya berdarah membuat pria itu langsung terjatuh, sebelum sempat meringkus Ridwan, tapi disaat keadaan genting dan Iman merasa kalau pria bernama Ridwan itu berniat menghajarnya lagi, tiba tiba seseorang yang tidak dilihatnya jelas, karena dia mulai merasa setengah sadar. Menolongnya, di situasi itu.
__ADS_1
Selanjutnya Iman tidak tau lagi apa yang terjadi, karena dia tidak sadarkan diri akibat pukulan batu keras yang dilakukan Ridwan, barusan.