
" Bang Sukron! Gimana keadaan Bang Iman?!" tanya Ayunda, yang berjalan dengan langkah cepat menghampiri Sukron yang sedang menunggu dirinya didepan ruang ICU Rumah sakit.
" Dokter masih menanganinya sekarang Yun, semoga aja Bos Iman nggak papa" jawab pria bertubuh gempal itu dengan wajah tak kalah cemas seperti Ayunda saat itu waktu memikirkan kondisi Iman yang sekarang sedang ditangani dokter diruang ICU.
Waktu diantarnya kerumah sakit, setelah dirinya tadi meringkus Ridwan, pria yang berkelahi dengan mantan bosnya. Kondisi Iman saat itu sudah sempat tak sadarkan diri, akibat hantaman keras yang dilakukan oleh Ridwan.
Hantaman itu tepat mengenai bagian kepala Iman, hingga membuat pria itu terluka cukup parah dan sekarang harus ditangani intensif, oleh dokter.
"Sebenarnya, gimana Bang Iman bisa terluka Bang? Sementara tadi waktu menelpon aku, dia masih nggak papa. Apa ada yang menyerangnya atau..." tanya Ayunda cemas.
"Ridwan Yun," potong Sukron langsung, tanpa berniat menutupi sebab, kenapa Iman bisa sampai terluka dan berada di ICU sekarang.
" Ridwan? Ridwan yang itu?!"
" Iya Yun."
" Bukannya dia sekarang sedang berada dipenjara? Bagaimana bisa dia menyerang Bang Iman?"
"Dia sudah keluar Minggu lalu. Yang masih berada dipenjara sekarang Imron,Yun" jelas Sukron, pada perempuan itu.
Ayunda menjadi sangat terkejut, waktu mendengar siapa yang sudah membuat suaminya sampai terluka seperti itu sekarang.
Dan ingatan menyakitkan tentang kejadian 5 tahun lalu, kembali menghantuinya.
__ADS_1
Yang langsung membuat wajah perempuan itu menjadi pucat seketika.
Dia sangat khawatir kalau karena apa yang dialami pria itu sekarang, membuat kondisi Iman yang belum bisa mengingat kejadian 5 tahun lalu, semakin menjadi parah, nantinya. Karena menurut keterangan Sukron pada dirinya waktu menelpon memberitau soal kejadian yang menimpa sang suami. Iman mengalami luka yang parah tepat dikepalanya.
" Lalu... lalu.... kenapa Bang Sukron nggak mengatakan hal itu pada aku atau Bang Iman, Bang! Apa Abang sengaja menyembunyikannya?!" marah perempuan itu, yang dibalas gelengan oleh Sukron.
"Maaf, nggak bilang soal kebebasan Ridwan padamu atau Bos Iman.Karena meski si Ridwan bebas, kupikir dia tidak akan menyerang Bos Iman. Tapi ternyata aku salah Yun dan aku sangat menyesal sekarang."
wajah Sukron sebenarnya tak kalah pucatnya dengan wajah Ayunda saat itu.
Apalagi Dokter yang menangani pria mantan bosnya itu, sampai sekarang belum juga keluar untuk memberi mereka penjelasan. Bagaimana sebenarnya kondisi pria itu sekarang.
Untung saja disuasana tegang itu, tak lama Sabrin, Bang Fahri serta Widia datang juga kesana. Jadi perasaan Ayunda berubah menjadi sedikit lebih baik, meski masih cemas.
Sudah lebih dari dua jam mereka semua menunggu dengan cemas, sampai akhirnya dokter yang menangani kondisi Iman keluar untuk menemui mereka.
" Saya keluarganya, bagaimana kondisi adik saya Dok?" tanyanya pada dokter itu.
" Luka pukulan dikepalanya cukup lebar tapi kami sudah menjahitnya tadi, Sekarang kondisi pasien cukup stabil, tapi masih harus kami pantau terus selama 1x24 jam ini jadi doakan saja semoga pasien segera sadar dan tidak mengalami gejala gegar otak nantinya," terang dokter itu yang reflek membuat mereka semua, menarik nafas lega mendengar itu.
" Makasih Dok." ucap Bang Fahri yang dibalas anggukan oleh dokter itu lalu berlalu meninggalkan mereka.
***
__ADS_1
"Bang Iman," panggil Ayunda begitu melihat Iman sadar dengan wajah harap harap cemas, kalau pria itu kembali lupa padanya seperti dulu.
" Yank," panggil pria itu dengan tersenyum lemah pada sang istri, yang tanpa sadar menarik nafas lega begitu mendengar bagaimana pria itu memanggilnya, lalu langsung menghambur kepelukan Iman dengan terisak.
" Abang, syukurlah aku senang sekali karena akhirnya Abang sadar sekarang," isak Ayunda keras.
" Maaf sudah membuatmu khawatir lagi Yank," balas Iman lemah, tapi jelas ditelinga sang istri saat itu, yang langsung menatap Iman dengan wajah sedikit bingung.
" Lagi? Memangnya kapan Abang membuatku khawatir sebelum ini?" tanya perempuan itu kepada sang suami.
"5 tahun lalu," jawab Iman.
" 5 tahun lalu? Kan Abang lupa kejadian 5 tahun lalu, emang Abang ingat?" celetuk Ayunda asal tapi tidak yakin.
" Iya."
" Hah! Maksudnya?" tanya perempuan itu terkejut.
" Iya,aku ingat kejadian 5 tahun lalu sekarang, semuanya Yank.soal dirimu, aku yang dulu juga kenapa aku bertengkar dengan. Si Ridwan sampai, auwww...."
Tiba tiba pria itu meringis, karena merasa nyeri dibagian kepalanya yang terluka. Karena dia terlalu semangat saat bicara barusan. Sampai membuat Ayunda khawatir kalau terjadi sesuatu pada pria itu, karena menurut dokter, Iman harus banyak istirahat dan jangan terlalu banyak bergerak, termasuk bicara supaya dia cepat sehat.
" Abang kenapa? Bagian mana yang sakit?Aku panggilan dokter sekarang supaya Abang diperiksa, ya," ucap Ayunda gugup.
__ADS_1
" Nggak usah Yank.Aku..."
Tapi sebelum pria itu menyelesaikan bicaranya, sang istri sudah keluar dari kamar perawatannya. Pergi untuk memanggil dokter seperti yang dikatakannya tadi.