Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
83. Dosen Sulaiman.


__ADS_3

"Pak Sulaiman Ini sarapan milik anda."


Mendengar namanya dipanggil orang yang sedang duduk dikursi kerjanya sambil menelpon itu langsung menoleh kearah Dosen Bayu yang meletakkan plastik berisi nasi bungkus dan teh panas dalam gelas plastik diatas meja kerjanya.


"Oh! Anda membelikan sarapan buat saya pak Bayu, maaf ya merepotkan Padahal saya yang tadi mengajak anda buat sarapan bareng tapi malah tiba tiba pergi begitu aja," terang pria tampan dengan postur gagah itu pada Dosen Bayu yang tersenyum mendengar apa yang dikatakan rekan barunya itu.


"Nggak papa Pak Sulaiman,karena ajakan Bapak yang gagal tadi saya jadi dapat rejeki nomplok dan kalau besok Bapak mau sarapan titip saya aja ya, nanti biar saya belikan sekalian saya cuci mata.Pagi pagi kalau liat yang bening bening kaya gitu bisa bikin mood booster seharian," terangnya dengan senyum me*um membuat Dosen Sulaiman mengerutkan dahi bingung juga heran tapi tidak ambil pusing dengan perkataan aneh pria berusia diawal 40 tahun itu.


"Oh makasih kalau begitu,lain kali kalau Pak Bayu nggak keberatan saya titip lagi sarapannya."


Lalu dia kembali mengalihkan tatapannya kelayar ponsel miliknya karena mendengar suara teguran yang berasal dari sipenelpon nya.


"Aby...kok Kanza dicuekin!," Pria itu kembali menatap layar ponsel ditangannya dimana terpampang wajah cantik gadis kecil berusia sekitar 4tahun lebih sedang memasang wajah cemberutnya.


"Maaf sayang tadi Aby sedang bicara sama teman Aby, katanya Kanza juga mau pergi sekolah sebaiknya siap siap sekarang nanti terlambat Lo," bujuk pria itu dengan ekspresi lembut pada gadis kecil itu.


"Lalu kapan Aby mau menemui Kanza! Kanza kangen!," teriaknya keras.


"Nanti kalau Aby ada waktu sekarang Kanza sekolah dulu ya Abi juga mau kerja.Oh iya kemarin Aby sudah kirim boneka Barbie pesanan Kanza nanti tunggu om kurir datang membawakan bonekanya."


"Betulan Aby?!," tanya gadis kecil itu dengan ekspresi sangat senang waktu mendengar apa yang dikatakan Sulaiman.


"Iya..Sayang, sekarang Aby matikan dulu ya nanti Aby telpon lagi kalau Aby sudah selesai kerja."


"Ya Aby, Oh iya By Umi bilang ke Kanza kalau Umi kangeeeen banget sama Aby," ucap gadis kecil itu membuat pria itu tertawa mendengar nada bicara gadis kecil itu saat mengatakannya.


"Benar begitu?," Gadis itu mengangguk dengan menampakan gigi gigi kecilnya.

__ADS_1


"Kalau gitu bilang juga sama Umi Kanza kalau Aby juga kangeeeen banget sama kalian.Sekarang Aby matikan telponnya ya sayang Assalamualaikum," ucapnya dengan melambai kearah layar kepada gadis kecil yang ada disana.


"Waalaikumsalam Aby," lalu pria itu mematikan sambungan telpon itu dan meletakkan ponselnya diatas meja.


"Putri pak Sulaiman ya itu?," tanya Dosen Bayu karena ikut mendengar pembicaraan mereka barusan.


"Oh iya," Balas Sulaiman tersenyum sopan kearah Dosen Bayu dengan membuka bungkusan nasi yang tadi diberikan pria yang lebih tua beberapa tahun darinya itu.


" Sudah berapa anak Pak Sulaiman?," tanya Dosen Bayu penasaran.


"Satu umur 4 tahun,kalau Bapak?," tanyanya Balik dengan menyendok makanan yang ada didepannya lalu kembali mengerutkan kening saat merasakan makanan yang dimakannya saat itu sampai tidak mendengar jawaban yang dikatakan oleh Dosen Bayu dari pertanyaannya tadi karena fokus memikirkan makanan yang sedang dimakannya sekarang yang terasa sangat familiar dilidahnya dan tanpa sadar membuat tenggorokannya tercekat.


"3, yang paling besar sudah SMP lalu SD dan yang paling kecil baru lahir sebulan yang lalu dan itu bikin saya jadi sering uring uringan nggak jelas karena harus menahan hasrat saya sebagai pria yang nggak bisa tersalurkan,jadi kapan kapan ayo kita main keluar pak Sulaiman," ajaknya yang membuat Dosen Sulaiman sedikit tersentak.


"Hah! Bapak bicara apa barusan?Saya nggak dengar?," ucapnya jujur dengan merasa sedikit bersalah pada lawan bicaranya itu.


"Ishh..Apa pak Sulaiman sedang ingat anak dan istri barusan atau jangan jangan..."


"OOO..Apa Pak Sulaiman Duda?," tanyanya dengan menelisik penampilan pria rekan barunya itu yang terlihat sangat gagah juga tampan berbanding terbalik dengan dirinya sendiri meski usia mereka berdua tidak terlalu terpaut jauh.


"E...bukan begitu..hanya....," Mendengar nada bicara rekannya yang terkesan bingung untuk menjawab Dosen Bayu lalu menyimpulkan sendiri makna ucapan pria gagah yang duduk dimeja sampingnya itu.


"Nggak usah cerita kalau nggak mau pak Sulaiman.Dalam rumah tangga ribut dan punya masalah antara pasangan suami istri bahkan sampai pisah rumah atau pisah ranjang itu hal biasa , saya sudah sangat pengalaman dalam hal itu.Nggak usah dipikirkan pak Sulaiman dari pada Bapak Stres memikirkan nya lebih baik kapan kapan pak Sulaiman ikut saya bersenang senang dengan pergi keBar atau..."


"Tapi saya nggak pergi keBar juga Diskotik pak Bayu," ucap Sulaiman yang membuat Dosen Bayu mengerjap kerjakan matanya tidak percaya mendengar jawaban Dosen tampan itu.


"Kenapa?," tanyanya penasaran.

__ADS_1


"Oh itu...saya nggak suka," jawabnya dengan tersenyum kearah Dosen Bayu yang semakin membuat Dosen Bayu tidak percaya mendengarnya.


" Nggak suka?Maksudnya nggak suka pergi ketempat kaya gitu karena takut dengan istri anda atau....Nggak mungkin kan Pak Sulaiman nggak pernah pergi ketempat kaya gitu saya nggak percaya.Apalagi pak Sulaiman lulusan luarnegeri pasti datang ketempat kaya gitu itu biasa meski sudah menikah."


Sulaiman bangun dari duduknya setelah lebih dulu membereskan bungkus makanan nya dan membuangnya ketempat sampah.


Diambil nya tas kerja nya yang berada diatas mejanya lalu tersenyum kearah Dosen Bayu datar.


"Pagi ini saya ada jam ngajar saya duluan ya pak Bayu makasih buat traktiran sarapannya nanti kapan kapan saya ganti," ucapnya lalu berjalan meninggalkan Dosen Bayu yang terdiam karena tidak ditanggapi lagi oleh rekan kerja barunya pertanyaannya barusan.


"Nggak mungkin dia pria baik baik dilihat dari tampangnya aja sudah kelihatan kalau dia nakal," gerutu Dosen Bayu dengan menatap kepergian Dosen Sulaiman yang sudah tidak terlihat lagi saat itu.


"Ada apa sih pak Bayu kok menggerutu sendiri lagi ada masalah ya sama salah satu Mahasiswa Bapak?," tanya rekan dosen yang melihat ekspresi Dosen Bayu saat itu.


"Oh Bu Dosen Rianti.Itu lho aku baru aja ngobrol sama pak Sulaiman."


"Pak Sulaiman yang ini," Dosen perempuan yang bicara dengan Dosen Bayu menunjuk kursi tempat duduk Dosen Sulaiman yang berada dihadapan mereka saat itu.


"Iya... Bu Rianti kan tau dia lulusan luarnegeri dan selama ini tinggal disana."


Dosen Rianti mengangguk.


"Dari Khabar sih kaya gitu lalu apa masalahnya pak Bayu?."


"Saat kami ngobrol lalu saya tanya apa selama tinggal diLuarnegeri dia pernah keBar,Bu Rianti tau dia jawab apa?."


Dosen Rianti menggeleng.

__ADS_1


"Dia bilang saya nggak pernah pergi kesana karena nggak suka.Melihat penampilannya yang seperti itu kan nggak mungkin sama sekali kalau dia itu pria baik baik."


"Mungkin aja dia sudah insyaf pak Bayu," Jawab Dosen Rianti yang membuat Dosen Bayu terdiam.


__ADS_2