
"Abang sudah pulang?Kok lama sekali keluarnya?",rengek Ayunda begitu melihat Iman kembali kerumah.
"Mana Widia?Sudah pulang?",tanya Iman yang diangguki oleh Ayunda.
"Pacarnya tadi nelpon dia lalu njemput kesini ngajak dia pulang",terang Ayunda yang diangguki oleh Iman.
"Sudah makan?",tanya Iman karena melihat makanan yang dibelinya masih utuh dalam kantong plastik.
"Belum.Aku nunggu Abang kupikir sebentar nggak taunya Abang lama keluarnya",jawab Ayunda dengan wajah cemberut.
"Maaf ya Yank karena ngobrolnya tadi kelamaan, kita makan sekarang yok aku udah lapar",ajak Iman dengan duduk diatas karpet ruang tamu mereka.
"Emang tadi nggak makan diluar sama bang Fahri?",tanya Ayunda yang digelengi oleh Iman.
"Cuma bicara masalah bengkel lalu pulang nggak lama setelah kamu nelpon",terang Iman dengan membantu Ayunda membuka bungkus makanan yang akan mereka makan.
"OOO..".
"Duduk disamping ku biar aku suapi kamu makan",pinta Iman membuat Ayunda terkejut mendengar ucapan Iman.
"Aku bisa makan sendiri, Abang makan aja",tolaknya tapi Iman tetap menepuk tempat disampingnya yang menandakan meminta Ayunda untuk mendekat.
Dengan terpaksa karena merasa malu Ayunda mendekat kearah Iman.
"Ini,buka mulutmu",perintah Iman dengan mendekatkan sendok yang berisi nasi goreng itu kemulut Ayunda yang terpaksa terbuka saat Iman melakukan itu.
"Padahal aku bisa makan sendiri supaya lebih cepat".
"Kunyah aja,nggak boleh makan sambil ngomong",balas Iman dengan menyuap juga makanan kedalam mulutnya.
"Kok omongan Abang mirip seseorang",celetuk Ayunda yang membuat Iman mendongak menatap kearah istrinya.
"Siapa?",tanya Iman dengan menatap Ayunda lurus membuat Ayunda ingin meralat ucapannya karena khawatir Iman salah paham kalau dia mengatakan siapa yang dia maksud.
"Emang siapa Yank?",ulang Iman dengan meletakkan piring nasi meminta Ayunda menjawab pertanyaannya karena dia merasa istrinya tidak berniat menjawabnya.
"E...itu pak Manajer kami kalau setiap ada karyawan lagi makan dia pasti bilang kaya gitu",jawab Ayunda dengan wajah tertunduk khawatir Iman tau kalau dia berbohong.
__ADS_1
Mendengar itu Iman masih menatap Ayunda tapi dengan tatapan yang kembali lembut karena dia tau siapa orang yang dimaksud Ayunda.
"Kamu...pernah makan bareng Manajermu itu?",tanya Iman yang membuat Ayunda terdiam takut kalau dia menjawab iya Iman akan marah jadi dia memilih menjawab aman.
"Terpaksa".
Iman mengernyitkan keningnya mendengar jawaban Ayunda.
"Maksudmu?".
"Itu....kami melakukannya karena masih dijam kerja".
"Lalu...kamu suka nggak?",tanya Iman masih dengan nada pelan tapi tetap membuat Ayunda menjadi kesal dengan tiba tiba bangun dari duduknya tapi sebelum dia berhasil bangun Iman sudah menahannya lebih dulu.
"Mari kita bicara masalah ini",ajak Iman yang dijawab gelengan oleh Ayunda.
"Nggak mau nanti Abang akan marah sama aku",tolaknya yang dibalas gelengan oleh Iman.
"Aku nggak akan marah meski nggak suka karena sepertinya hal ini sangat membuatmu nggak nyaman benar begitu?".
Ayunda tertunduk mendengarnya tapi tidak membantah asumsi Iman tentang sikap Hafiz selama ini yang membuatnya tidak nyaman.
"Selama masih dibatas wajar aku bisa menolerir kok",jawabnya dengan maksud membuat Ayunda tenang dan mau bercerita padanya.
"Manajer baruku itu selalu...entah itu memang bagian dari pekerjaan atau dia memang sikapnya seperti itu tapi sejak hari pertama bekerja aku kesal karena dia maksa aku buat nemenin dia makan dan setiap makan aku harus bersikap sopan sekali padahal aku sudah merasa melakukannya dengan benar tapi dia tetap bilang kalau makan jangan ngomonglah,aku nggak suka perempuan yang kaya gini lah atau kaya gitulah HUH! nyebelin banget tau Bang dia itu".
Ayunda terus saja menceritakan bagaimana keseharian sikap Hafiz dikantor padanya yang ditanggapi Iman dengan diam tanpa mengatakan apapun sampai Ayunda selesai bercerita.
"Jadi...kamu merasa kesal karena selalu dipaksanya menuruti keinginannya yang menurutmu selalu diluar pekerjaan begitu?",tanya Iman yang diangguki oleh Ayunda.
"Iya...Abang punya solusi nggak?",tanya Ayunda penuh harap.
"Ada".
"Apa itu?",tanya Ayunda penasaran.
"Kamu nggak usah aja lagi kerja disana",ucap Iman dengan menatap Ayunda yang langsung membuat wajah Ayunda berubah kesal karena dipikirnya Hafiz sedang bercanda saat mengatakan itu padahal dia serius tapi tidak ingin memaksa Ayunda untuk menuruti keinginannya itu.
__ADS_1
"Abang!Aku serius kenapa malah Abang jawab bercanda sih!",celetuknya dengan wajah cemberut.
"Kamu nggak mau?Kalau nggak mau ya udah nanti akan aku usahakan cari solusinya lagi yang lain".
"Aku minta pendapat Widia aja nanti kurasa dia lebih bisa memberikan pendapat",balasnya.
"Selama bukan hal yang merugikan aku tidak masalah.Sekarang ayo kita makan dulu",ajak Iman dengan menyuapkan nasi goreng dipiring kemulut Ayunda lagi yang meski tadi sempat kesal tapi menerima nya.
"Makan sambil bicara itu memang di bolehkan menurut Agama kita tapi bagi sebagian orang dikeluarga mereka memang ada yang melakukan itu sebagai larangan dan kadang tanpa sadar aku juga sering mengatakan itu bukan dengan maksud melarang hanya saja ingat dulu Umiku sering mengatakan hal itu supaya aku bisa makan dengan cepat",terang Iman dengan ikut menyuap makanan kedalam mulutnya.
"Umi Abang?Maksudnya ibu?",tanya Ayunda yang diangguki oleh Iman.
"Lalu dimana sekarang Umi Abang?",tanya Ayunda merasa penasaran dengan keluarga pria itu.
"Sudah meninggal sekitar 5 tahun yang lalu",terang Iman dengan menatap kearah Ayunda yang ekspresinya langsung berubah.
"Aku sudah tidak papa bukankah kedua orang tuamu juga sudah nggak ada kamu pasti lebih kesulitan menghadapinya karena mereka meninggal waktu kamu masih kecil".
"Iya tapi sekarang sudah nggak papa",balasnya dengan tersenyum kearah Iman.
"Aku juga begitu".
"Lalu ayah Abang?",tanya Ayunda lagi yang membuat Iman sejenak seperti terkejut mendengar pertanyaan itu sampai sendok yang ada ditangannya terhenti tapi lalu dia kembali menjawab pertanyaan Ayunda.
"Sudah punya keluarga lain",terang Iman dengan berusaha tersenyum senormal mungkin dihadapan Ayunda.
"OOO...".
"Cepetan makannya kamu makan kaya anak kecil dari tadi nggak selesai",celetuk Iman dengan kembali menyuapkan sendok berisi nasi goreng ditangannya kemulut Ayunda yang berusaha ditolak nya tapi tidak didengarkan oleh Iman.
"Makan yang banyak karena setelah ini kamu harus bekerja keras",celetuk Iman yang membuat Ayunda terbelalak mendengar nya.
"Apa?Memangnya aku harus ngapain setelah ini?",tanya Ayunda tidak mengerti.
Iman mendekatkan wajahnya kearah Ayunda.
"Olahraga malam bareng",ucapnya tepat ditelinga. Ayunda yang membuat wajah Ayunda langsung memerah begitu mendengarnya.
__ADS_1
"A...aku belum mandi....",balasnya dengan mendorong Iman sedikit menjauh darinya karena tiba tiba saja dia merasa gerah tanpa alasan.