
" Katakan, kamu ingin bicara apa?"
Wajah Aisyah terlihat sangat tidak bersahabat saat itu, tapi tidak membuat Ayunda merasa takut pada perempuan dihadapannya itu.
" Mulau sekarang, berhenti mengganggu Bang Iman dengan alasan Kanza," pinta Ayunda penuh penekanan pada Aisyah yang langsung sinis waktu mendengar permintaannya itu.
"Apa ini, kau sedang menuduhku sebagai seorang pelakor, begitu?" perempuan itu terlihat tidak terima mendengar perkataan yang diucapkan oleh Ayunda barusan.
Ayunda menggeleng"Bukan itu maksudku, hanya saja aku tidak suka, kalau perasaan sayang Bang Iman pada Kanza, ditimpali oleh perasaan kakak yang sudah nyata nyata ditolak oleh suamiku itu."
" Hey!" tunjuk Aisyah pada Ayunda marah,mendengar apa yang dikatakan oleh perempuan itu, " Aku dan Iman sudah kenal sejak kami masih muda, bahkan kami dulu pernah hampir menikah. Selain itu, selama 5 tahun ini aku yang berada bersamanya disaat paling terpuruk dalam hidupnya dan kamu..."
__ADS_1
" Itu bukan keinginan kami berpisah seperti itu.Itu ketetapan dari Allah pada hubungan pernikahan kami, harusnya kakak mengerti karena Kaka dulu juga pernah menikah dan punya anak dengan mantan suami Kakak bukan," balas Ayunda mulai ikut terpancing emosi, melihat bagaimana Aisyah bersikap padanya sekarang.
"Dasar perempuan munafik! Kamu pikir aku lupa siapa dirimu, meski kita sudah bertahun tahun tidak bertemu," maki Aisyah yang membuat Ayunda semakin kesal, pada perempuan cantik dihadapannya itu.
" Apa maksud Kaka mengejek ku seperti itu. Aku merasa tidak punya salah pada kakak."
" Salah? Kamu bilang kamu tidak punya salah padaku? Kamu bersalah padaku juga Kanza karena keberadaanmu,putriku harus lahir tanpa ayah dan saat aku menemukan ayah pengganti untuknya kamu..."
" Cukup Aisyah!" potong Iman, yang tiba tiba sudah masuk kedalam ruangan itu. Membuat Aisyah dan Ayunda langsung menoleh kearah pria itu.
" Bukankah aku sudah menegaskan padamu, kalau selama ini aku hanya menganggapmu sebagai saudara, karena kamu ibu Kanza, keponakanku dan tidak lebih.Tapi kenapa kamu terus saja berpikir kalau aku punya perasaan istimewa padamu Syah, bahkan sampai berusaha ingin merusak hubunganku dengan Ayunda,istriku seperti ini."
__ADS_1
" Man, bukan begitu.Aku hanya..."
" Sudahlah, sekarang sebaiknya kamu pulang saja. Aku sudah lelah menjelaskan ini padamu, yang tidak bisa mengerti dan sebaiknya jangan lagi menghubungiku dengan alasan apapun lagi sekarang, Syah," pinta Iman, memotong ucapan Aisyah.
Perempuan yang masih sangat cantik diusia 35 tahun itu langsung tertunduk lesu, mendengar apa yang dikatakan oleh pria itu padanya, yang sama saja seperti ultimatum untuknya sekarang.
" Tapi bagaimana dengan Kanza? Bukankah kamu sudah berjanji, kalau kamu akan menggantikan posisi Ayahnya, Man."
" Itu benar, tapi sekarang Ayah Kanza sudah ada dan aku rasa, dia tidak membutuhkan ayah pengganti lagi seperti sebelumnya. Selain itu, aku akan punya anakku sendiri dengan Ayunda yang butuh perhatian penuh dariku, Syah."
Perempuan itu terlihat terkejut mendengar apa yang dikatakan pria itu, yang mengatakannya sambil menyentuh kearah perut Ayunda, istrinya. Sebagai seorang perempuan yang pernah hamil, Aisyah tau apa artinya itu.
__ADS_1
Aisyah terlihat masih ingin mengatakan sesuatu, tapi lebih dulu dipotong oleh Iman.
" Sekarang sebaiknya kamu keluar, untuk menemui Kanza yang sedang bersama Ayahnya, diluar. karena kurasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan sekarang," usir Iman, yang membuat perempuan itu benar benar terdiam, tidak bisa lagi berkata kata dan dengan langkah berat, melangkah keluar dari ruangan itu.