
Grep!
Ayunda sedikit terjengkit saat merasa Iman memeluknya dari belakang dalam kondisi dia sudah polos sekarang.
"B.. Bang,Aku mau membilas tubuhku lalu keluar dari kamar mandi kita sudah terlalu lama mandinya. Sekarang aku mulai kedinginan".
"Aku hangatkan supaya kamu nggak merasa dingin lagi",jawab Iman dengan mulai merabakan tangannya ketubuh polos Ayunda dengan gerakan lembut tapi penuh tuntutan gairah membuat Ayunda tanpa sadar mendesis karena Iman tau di mana titik sensitif yang bisa membuat Ayunda menghentikan protes penolakannya.
"Issh...Bang... geli...",desisnya dengan mencengkramkan tangannya ke lengan kokoh Iman yang terus saja bergerak dengan gerakan penuh ritme untuk menekan dititik yang seharusnya ditekan,mer*mas dibagian mana yang harus dire*as dan menyesap dibagian mana yang harusnya disesapnya. Hingga membuat sang istri benar benar tidak bisa lagi mengeluarkan protes penolakannya lagi dan hanya bisa mendesis juga mengerang setiap kali Iman menyentuh titik titik sensitif itu yang membuatnya benar benar panas dingin bercampur dengan udara dikamar mandi yang sudah mereka lupakan saat itu.
"Yank..Bantu aku....",bisik Iman ditelinga Ayunda dengan menyentuhkan tangan Ayunda kebagian ditengah pangkal pahanya yang sangat keras dibalik celana yang masih dikenakannya.
"Apa...?",tanya Ayunda dengan tatapan bingung mendengar permintaan Iman yang tidak bisa dicerna otaknya yang sudah kosong saat itu.
"Ini....bantu aku melepaskannya",pinta Iman dengan menuntun tangan Ayunda keatas tempat dimana kancing celana panjang yang dikenakannya itu berada.
"Abang nggak bisa?", tanyanya dengan wajah polos yang membuat suasana penuh gairah yang sedang mereka rasakan itu sedikit menguap karena pertanyaan konyolnya barusan.
"Susah...Kamu bukakan ya",pinta Iman lagi dengan wajah berusaha menahan tawa agar Ayunda tidak tau kalau dia merasa lucu dengan pertanyaan barusan istrinya itu yang terlalu polos.
"Nyangkut ya?",tanyanya lagi dengan menundukkan wajahnya serius melihat kearah kancing celana panjang yang masih dikenakan Iman saat itu.
__ADS_1
"Kayanya",balas Iman menjawab Ayunda yang benar benar serius sedang membantunya membuka kancing celana nya yang sebenarnya tidak ada masalah dan suasana romantis dikamar mandi itu perlahan menjadi benar benar menguap karena Ayunda yang terlihat kesulitan membukakan kancing milik Iman.
"Ini susah kenapa sih tadi nggak Abang lepas dulu sebelum basah kan jadinya nyangkut sekarang",gerutunya dengan cemberut.
"Kalau gitu aku aja deh yang buka kamu bilas gih sana lalu kekamar nanti kamu malah masuk angin lagi kelamaan kaya gitu",balas Iman yang mengambil alih apa yang dilakukan Ayunda.Sementara Ayunda langsung membilas tubuhnya seadanya karena setelah tidak saling menempel dengan Iman sekarang dia mulai merasa kedinginan.
"Ba...Bang aku duluan ya keluarnya sudah dingin...",celetuknya dengan gigi sedikit bergemerutuk menahan dingin yang diangguki Iman kecewa karena gagal bermain sampai akhir gara gara kancing celana sialan miliknya,batinnya kesal.
"Nanti aku nyusul kalau sudah selesai mandi",ucap Iman yang diangguki oleh Ayunda dengan bergegas keluar dari kamar mandi.
Setelah Ayunda keluar Iman segera melepas semua sisa kain yang melekat ditubuhnya lalu membilas tubuhnya dengan Senyum senyum sendiri memikirkan apa yang barusan terjadi.
"Abang kok lama ?Ngulang mandi ya ?",tanya Ayunda dengan memeluk lututnya duduk diatas ranjang sudah berpakaian lengkap.
"Iya..kamu benar benar kedinginan?",tanya Iman mendekat kearah Ayunda yang mengenakan piyama panjang saat itu.
"Iya...lihat aku sampai pakai baju panjang supaya hangat juga minyak kayu putih agar nggak masuk angin lain kali jangan main mandi Mandian kaya gitu deh bikin aku hampir beku rasanya",gerutu Ayunda dengan wajah cemberut.
"Kalau gitu lain kali kita mainnya siang aja gimana?",ucap Iman dengan ikut naik keatas ranjang lalu memeluk Ayunda tanpa lebih dulu berpakaian karena Ayunda selalu bilang dia suka mencium aroma sabun yang keluar dari tubuh Iman setiap habis mandi.
"Kok...Aku kan bilang nggak usah lagi tapi Abang malah...".
__ADS_1
"Siang aja Yank jadi bisa puas mainnya nggak nanggung kayak tadi",balas Iman dengan memasukkan kedua tangannya kebalik piyama yang dipakai Ayunda untuk menyentuh langsung kulit perempuan itu yang terasa lembut ditangannya yang sedikit kasar karena profesinya membuat Iman sangat suka melakukan karena menimbulkan sensasi berdesir ditubuhnya.
"Abang issh...coba nggak usah yang aneh aneh, kan nggak harus basah basahan kaya tadi kalau cuma mau bercinta",gerutu Ayunda tidak serius.
"Nggak papa mencoba sesuatu yang baru itu seru kamu nggak suka?",tanya Iman dengan menoleh kearah Ayunda dari balik punggung Perempuan itu dengan mengendus kulit leher Ayunda yang beraroma percampuran dari parfum, sabun mandi juga minyak kayu putih yang dipakainya membuatnya aromanya terasa sangat lembut dan menggoda dihidung Iman yang kembali menjadi sensitif.
"Suka sih tapi malu Bang",jawabnya jujur dengan mengalihkan tatapannya kebawah tidak berani menatap kearah Iman yang pasti bisa melihat warna merah dipipinya sekarang.
"Sama siapa?",tanya Iman dengan mulai menyesapkan bibirnya dikulit leher Ayunda sementara tangannya sudah semakin naik mencari dua bongkahan kenyal yang ternyata tidak tertutup apa apa selain piyama yang dikenakan Ayunda sekarang membuat Iman seperti serasa mendapat jakpot yang tidak menyia nyiakan hal itu dengan mulai memainkan dua benda itu ditelapak tangannya gemas.
"Abang lah siapa lagi",balas Ayunda mulai melonggarkan posisi duduknya yang semula menekukkan kedua kaki dengan lutut agar Iman semakin leluasa melakukan apa yang sekarang sedang dilakukannya.
"Kamu masih malu sama aku Yank?",tanya Iman dengan sengaja memindahkan salah satu tangannya yang semula berada didada Ayunda kebawah dan menelusup kebalik celana panjang piyama perempuan itu dan menangkup bentuk segi tiga yang tertutup kain tipis itu dengan tangannya sementara jarinya berusaha menggoda dengan menyingkap kain segi tiga tipis itu secara perlahan sengaja ingin membuat sang pemilik jadi panas dingin karena apa yang dilakukannya itu.
"I..iya...Ishh...",desis Ayunda saat merasakan satu jari Iman menerobos masuk kebagian miliknya membuatnya reflek mencengkram kedua tangan pria itu kuat karena merasa terkejut geli juga bergairah secara bersamaan.
"Aku suka liat wajahmu merah karena malu Yank juga saat kamu bergairah seperti ini kamu terlihat sangat cantik juga Sexy",bisik Iman ditelinga Ayunda lalu mengulum cuping telinga Ayunda yang membuat Ayunda menge*ang lirih, ditambah jari Iman yang berada didalam dirinya mulai bergerak secara konstan maju mundur membuat Ayunda tanpa sadar menggigit tangannya agar tidak menge*ang keras dengan apa yang dilakukan Iman sekarang yang membuat penampilannya terlihat sangat menggoda dimata Iman dan rasanya tidak akan ikhlas kalau sampai ada yang melihat ekspresi Ayunda sekarang selain dirinya.
"Yank..Aku cinta sama kamu.Kamu hanya milikku seorang benar kan",ucapnya dengan sengaja menyesap kuat kulit leher Ayuda dibagian yang akan terlihat saat nanti gadis itu berpakaian.
"I...iya...Aku juga Bang....",balas Ayunda yang merasa gairahnya semakin naik.
__ADS_1