
Iman mengajak Ayunda berjalan dengan saling bergandengan tangan menyusuri sepanjang pantai malam itu setelah mereka selesai makan malam.
Layaknya pasangan yang sedang melakukan bulan madu mereka terlihat sangat mesra bagi siapa saja yang melihatnya.
"Huffft..."
Ayunda menarik nafas dengan meregangkan tubuhnya saat Iman mengajaknya duduk dikursi yang ada dipinggir pantai.
"Capek?",tanya Iman dengan menarik Ayunda untuk masuk kedalam pelukannya dan menikmati suasana malam saat itu.
"Ya..tapi aku seneng Bang jadi nggak masalah",jawabnya dengan tersenyum kearah Iman.
"Syukurlah.Oh iya aku punya hadiah untukmu Yun",ucap Iman dengan mengeluarkan sesuatu dari kantongnya lalu memberikannya pada Ayunda.
"Apa ini Bang?",tanya Ayunda dengan menatap kearah kotak kecil yang diberikan Iman padanya.
"Buka aja",perintah Iman yang dituruti oleh Ayunda dan langsung menatap kearah Iman begitu melihat isi yang ada didalam kotak itu.
"Ini...".
Ternyata didalam kotak yang baru saja diberikan Iman padanya itu berisi sebuah cincin yang sangat cantik.
Melihat Ayunda menatapnya Iman jadi merasa serba salah karena ini pertama kalinya dia memberikan hadiah untuk seorang perempuan.
"E ...itu...Aku tidak tau bagaimana seharusnya bicara yang benar untuk melamar seorang perempuan karena aku nggak pernah melakukannya.Meski kita sudah menikah tapi rasanya aku tetap ingin melakukannya dengan memberikan sebuah cincin sebagai tanda bahwa kita berdua punya hubungan.Tapi kalau kamu nggak nyaman memakainya karena belum siap orang orang dilingkungan kerja tau kalau kau sudah menikah kau boleh tidak memakainya nanti, dan
tapi untuk malam ini kuharap kau mau memakainya Yun",celetuk Iman dengan gelisah.
Reflek Ayunda mengulum senyumnya melihat bagaimana ekspresi Iman saat itu yang menurutnya tidak sesuai dengan usia juga penampilannya yang sebenarnya.
"Masa cara ngelamar cewek kaya gitu sih nggak romantis banget",balas Ayunda dengan mengulurkan kotak itu kembali kearah Iman membuat Iman merasa sedikit kecewa dengan tanggapan Ayunda karena berpikir Ayunda menolaknya.
"Maaf kayanya aku nggak bakat jadi pria yang romantis",balas Iman dengan mengulurkan tangannya menerima kembali kotak perhiasan itu dari tangan Ayunda.
__ADS_1
"Abang emang nggak romantis kan Abang bukan artis tapi bantuin pake cincinnya kek kan enak juga dilihat meski nggak seperti yang didrama tapi cukup romantis kok",balas Ayunda dengan mengulurkan tangannya kearah Iman membuat Iman terdiam dengan menatap kearah Ayunda lalu kejemari yang diulurkan oleh perempuan itu.
"Bang...",ucapnya yang diangguki oleh Iman.
"I...iya...sayang aku pasangkan",jawabnya dengan mengeluarkan cincin dari dalam kotak yang ada ditangannya lalu memasangkannya kejari manis Ayunda dan mengecupnya dengan penuh perasaan membuat wajah Ayunda langsung memerah karena tidak menyangka Iman akan melakukan sampai seperti itu.
"Ayunda Putri binti Usman aku Sulaiman Yazid Al Farizi memintamu untuk menjadi istriku dunia dan akhirat apa kamu bersedia?".
Seketika Ayunda mengangguk mendengar perkataan yang dikatakan Iman padanya dengan mata berkaca kaca.
"Ya...aku mau...hiks...hiks...".
Jawabnya dengan terisak semakin keras karena merasa sangat terharu mendengar lamaran Iman padanya.
Melihat Ayunda terisak Iman segera meraih tubuh perempuan itu kedalam pelukannya lalu memeluknya erat tanpa mengatakan apapun karena saat itu dia tau Ayunda tidak butuh kata kata penghiburan melainkan sebuah pelukan untuk memastikan apa yang baru saja dikatakannya.
"Sudah merasa lebih tenang?",tanya Iman yang diangguki oleh Ayunda.
"Iya Bang...makasih banyak",jawabnya dengan berusaha menyapu sisa air mata yang ada diwajahnya.
Mereka cukup lama berada disana saling berpelukan dalam diam dan setelah merasa sudah cukup lama hari juga sudah terasa semakin dingin Iman mengajak Ayunda beranjak dari sana.
"Ayo kita kembali kekamar sayang",ajak Iman dengan membantu Ayunda bangun dari duduknya.
"Sebenarnya aku masih ingin kita seperti ini Bang",balas Ayunda dengan merasa enggan untuk beranjak dari tempatnya.
"Kita akan tetap berpelukan seperti tadi tapi sebaiknya kita pindah kekamar kita karena aku tidak berniat jadi tontonan orang orang kalau nanti kita melakukan lebih dari hanya sekedar berpelukan",jawab Iman yang membuat Ayunda mengerutkan keningnya menatap kearah Iman.
"Apa maksud Abang?",tanya Ayunda yang dibalas gelengan oleh Iman lalu menggandeng tangan Ayunda mengajaknya pergi dari sana.
"Apa Abang berniat melakukannya lagi malam ini?",tanya Ayunda sambil berjalan mengikuti Iman.
"Melakukan apa?Kalau makan nggak aku masih kenyang. Kan kita baru makan Yun",jawab Iman dengan bersikap seolah tidak paham pada maksud pertanyaan Ayunda.
__ADS_1
"Bukan itu!".
"Lalu tidur?Kayanya iya tapi nanti sebentar lagi deh karena aku belum ngantuk.Emang kamu sudah ngantuk?",tanya Iman yang dijawab gelengan oleh Ayunda.
"Sama dong kalau gitu.Jadi enaknya kita ngapain ya sebelum tidur",gumam Iman dengan pura pura berpikir membuat Ayunda gemas lalu mencubit pinggang Iman keras membuat Iman reflek terpekik.
"Auwww Yun....sakit",ucapnya dengan meringis yang dibalas Ayunda dengan menjulurkan lidahnya kearah Iman.
"Syukurin!",ucapnya dengan berjalan cepat lebih dulu didepan Iman dengan cuek.
Lalu tanpa aba aba tiba tiba Iman meraih tubuh Ayunda dan membopongnya membuat Ayunda terpekik karena terkejut.
"Aaa...Abang!".Ronta Ayunda berusaha meminta Iman untuk menurunkan tubuhnya dari bopongan pria itu yang hanya dibalas Iman dengan memasang senyum smrik kearah Ayunda tanpa berniat menurunkan tubuh perempuan itu sampai mereka masuk kedalam kamar barulah Iman menurunkan tubuh Ayunda tepat diatas ranjang lalu mengungkungnya.
"Abang hentikan!Aku nggak mau lagi!Aku capek sekarang!",tolak Ayunda dengan berusaha mendorong tubuh Iman yang sekeras tembok.
"Kamu bilang harusnya nggak boleh menolak kalau aku mengajakmu".
"Itu benar tapi kan tadi siang sudah 2 kali",balas Ayunda lagi
"Yun kita menikah itu sudah hampir 1 bulan kurang 2 hari yang berarti sudah 28 hari nah selama itu kita baru bercinta sebanyak 2x.
"Lalu kenapa?"tanya Ayunda bingung.
"Seharusnya bukan cuma 2x melainkan 56x".
Reflek Ayuda membolakan matanya mendengar itu.
"56x Abang gila!",teriaknya yang dibalas gelengan oleh Iman.
"Itu normal sayang karena kita kan pengantin baru jadi bercinta 2x sehari itu sangat sedikit".
"La..lalu harusnya berapa kali sehari?".
__ADS_1
"3x itu menurutku",jawab Iman yang langsung membuat syok Ayunda begitu mendengarnya.