Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
47.Selamat Dari Hafiz.


__ADS_3

"Apa!Kamu barusan bilang apa?! Suami?".


"E...I..itu ....Oh pintunya sudah terbuka pak Hafiz ayo kita keluar sekarang".


Buru buru Ayunda berjalan keluar dari dalam lift begitu pintu lift sudah terbuka sebelum Hafiz semakin memaksanya membuat Hafiz juga terpaksa ikut keluar dengan wajah muram karena ingat perkataan Ayunda barusan meski dia tidak yakin perkataan suami yang dimaksud Ayunda adalah berarti gadis itu sudah menikah mungkin saja itu hanya seorang pria yang menjadi kekasihnya lalu mereka saling menyebut suami istri. Memikirkan hal itu Hafiz sedikit tenang tapi tetap tidak suka kalau gadis cantik yang sudah membuat perasaannya tidak karuan itu ternyata sekarang sudah memiliki seorang kekasih rasanya dia tidak ikhlas.


"Bapak mau beli apa disini atau mau kemana?",tanyanya seperti orang yang sedang buru buru sambil sesekali melihat jam yang ada dipergelangan tangannya membuat wajah Hafiz kembali muram.


"Nggak ada!",jawabnya yang membuat Ayunda langsung menoleh kearah pria tampan tapi menyebalkan itu.


"Maksud Bapak nggak ada gimana?!".


Hafiz balik menatap kearah Ayunda yang terlihat kesal itu membuat perasaan Hafiz juga menjadi semakin kesal karena Ayunda sama sekali tidak berusaha bersikap manis padanya meski dia merasa sudah sangat menunjukan ketertarikanya secara nyata pada gadis itu selama ini meski belum mengatakannya secara langsung tapi itu juga pasti sudah bisa dirasakan oleh Ayunda sebagai seorang perempuan yang ternyata bersikap semakin kebalikannya dari pemikiran Hafiz.


"Ya nggak ada.Kenapa kamu nggak suka jalan berdua sama aku?!",balas Hafiz dengan wajah kesal.


Mendengar itu Ayunda menarik nafasnya cukup keras hingga bisa didengar oleh Hafiz yang menandakan kalau gadis itu kesal padanya dan dia tidak suka dengan sikap Ayunda yang selalu menentangnya itu tapi hal hal seperti itu yang membuat dia semakin terlihat menarik dimata Hafiz karena semua sikap Ayunda sangat berkebalikan dengan sikap seseorang yang selama ini bersamanya.


"Pak....",ucapnya berusaha menahan emosi yang sudah berada diujung kuku agar jangan sampai meledak dan dia benar benar mengeluarkannya saat ini juga.


"Kamu lupa kalau harusnya sekarang memanggil apa padaku saat kita berada diluar",celetuk Hafiz yang lagi lagi membuat Ayunda harus menghela nafas keras dan tidak perduli kalau Hafiz mendengarnya meski pria itu pernah bilang kalau dia tidak suka ada orang yang mendengus padanya bicara keras padanya meninggalkan dia duluan sebelum dia selesai makan dan bicara saat makan.Mengingat hal itu kali ini Ayunda merasa semakin ingin menunjukan sisi buruknya yang selama ini tidak pernah diperdulikan oleh suaminya sendiri dengan selalu mengatakan dia boleh melakukan apapun selama itu tidak menyakitinya.


Mengingat Iman tiba tiba saja dia ingin cepat pergi dari hadapan pria yang sangat menyebalkan ini dan menemui Iman yang selalu bisa menerima dirinya apa adanya.


"Maaf tapi sekarang saya masih bekerja meski waktu kerja saya sudah habis",jawab Ayunda ketus yang membuat Hafiz semakin tidak suka mendengar hal itu.

__ADS_1


"Kamu tidak suka pergi denganku?",tanyanya ketus.


"Saya mau pulang",jawab Ayunda reflek yang membuat Hafiz sedikit terkejut mendengarnya.


"Pulang?!Kalau begitu ayo aku antar",jawabnya dengan meraih tangan Ayunda hal yang selama ini tidak berani dilakukannya tapi entah kenapa sekarang dia lakukan membuat Ayunda terkejut dan berniat melepaskan tangan Hafiz dari tangannya tapi ditolak oleh pria itu dengan ucapan ketus.


"Kamu nggak suka kugandeng seperti ini?",tanya Hafiz dengan mengangkat tangan Ayunda yang berada digenggamannya kehadapan gadis itu yang dijawab gelengan oleh Ayunda.


"Lepaskan pak nggak pantas dilihat orang apalagi kalau orang itu kenal dengan saya dan Bapak",jawabnya yang dijawab senyum smirk oleh Hafiz.


"Kurasa itu hanya alasanmu aja.Kamu kan yang takut kalau sampai pacar kamu melihat kamu bergandengan tangan dengan orang lain.Kamu tau nggak Yun didalam agama kita pacaran itu nggak boleh karena itu....".


"Kalau begitu lepas tangan saya pak saya nggak nyaman dengan sikap bapak sekarang!",hardik Ayunda dengan kembali berusaha menepis tangan Hafiz yang menggenggamnya.


"Yun!".


Reflek Ayunda dan Hafiz menoleh kearah sumber suara dan kesempatan itu dipakai oleh Ayunda untuk menarik tangannya dari genggaman Hafiz lalu berlari dari samping Hafiz.


"Pak saya pulang lebih dulu, teman saya sudah datang!",teriaknya dengan menarik tangan Widia begitu dia sampai disamping gadis itu yang masih bingung dengan sikap Ayunda yang langsung menariknya pergi dari sana begitu dia dekat.


Hafiz hanya bisa terdiam melihat semua itu ingin kesal tapi perempuan itu sudah pergi jauh darinya dan bertepatan dengan Ayunda pergi ponsel pria itu juga berbunyi dengan cepat Hafiz mengangkat panggilan diponselnya dengan nama Istriku itu.


***


Sementara itu Ayunda dan Widia sudah keluar dari dalam Mall.

__ADS_1


"Yun Lo nggak mau menjelaskan apa pun sama gue sekarang kenapa Lo bersikap kayak tadi?",tanya Widia dengan menatap kearah Ayunda yang terdiam seolah sedang berpikir membuat Widia terpaksa mengulang lagi pertanyaannya.


"Yun".


"Itu ..".


"Yank kok nggak nunggu aku pulangnya".


Reflek Ayunda dan Widia menoleh kearah belakang mereka dan mereka berdua terkejut begitu melihat Iman sudah berada dibelakang mereka dengan membawa bungkusan yang sepertinya berisi makanan itu.


"Abang!Belum pulang?",tanya Ayunda dengan berjalan mendekat kearah Iman yang dijawab Iman dengan gelengan.


"Aku mampir beli makanan buat kita lho kamu pulang bareng temen kamu?",tanya Iman dengan mengalihkan tatapannya kearah Widia yang melongo saat itu melihat siapa yang baru saja memanggil Ayunda dengan mesra dan bagaimana interaksi mereka berdua yang terlihat sangat akrab sementara tadi dia sempat melihat pria yang menjadi manajer Mall itu menggenggam tangan Ayunda meski buru buru ditepiskan oleh Ayunda begitu melihat Widia datang dan berbanding terbalik dengan sikap Ayunda pada pria dihadapannya sekarang meski mereka berdua sama sama memiliki wajah yang tampan menurut Widia yang pemuja pria tampan.


"Oh iya...Abang sudah pernah ketemukan sama Widia kan?".


Iman mengangguk"Ya beberapa kali tapi belum sempat kenalan secara langsung jadi..Aku Iman kamu...".


Ucap Iman dengan mengulurkan tangannya kearah Widia dengan tersenyum sopan membuat Widia seolah langsung meleleh melihat sikap Iman sekarang.


"A...aku Widia teman Ayunda.Teman dekat benarkan Yun", celetuknya yang diangguki oleh Ayunda.


"Asal jangan teman makan teman aja",balas Ayunda dengan melirik kearah mereka berdua secara bergantian membuat Iman yang melihat sikap gadis itu langsung menarik kembali tangannya yang berjabat tangan dengan Widia barusan.


"Nggak ada yang seperti itu Yank benarkan Wid?"balas Iman masih dengan sikap ramahnya seperti semula pada Widia yang membuat Widia mengangguk sebagai jawaban.

__ADS_1


__ADS_2