Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
109.Setuju Menikah Lagi.


__ADS_3

"Ayo kita menikah lagi Yun," ajak pria itu dengan wajah serius, menatap kearah perempuan disampingnya membuat Ayunda seketika langsung terdiam, begitu mendengar permintaan yang dimaksud oleh pria itu tadi padanya.


Melihat Ayunda terdiam, setelah mendengar perkataannya Iman kembali mengulang ucapannya pada perempuan cantik itu.


"Ayunda Putri, aku ingin menikahimu secara sah kali ini, bukan lagi pernikahan siri seperti yang pernah kita lakukan dulu dan aku sangat berharap kamu mau menyetujuinya sekarang," pinta pria itu, dengan wajah penuh permohonan pada perempuan cantik yang duduk disampingnya itu sekarang.


"Aaku...." Tiba tiba saja lidah Ayunda terasa kelu dan semua yang ingin dikatakannya, menghilang semua dari otaknya, saat itu.


Iman meraih tangan perempuan cantik itu, lalu mengecupnya lembut, sebelum bicara lagi.


"Tolong beri aku kesempatan kedua untuk membahagiakanmu, Yun," mohonnya serius dan sangat berharap perempuan cantik itu mau mengabulkan keinginannya itu kali ini. Karena jujur saja dia sudah tidak sabar ingin segera bisa bersama perempuan itu secara resmi.


Ayunda memejamkan mata dan sengaja menarik nafasnya untuk meyakinkan perasaannya sebelum dia menjawab permohonan pria gagah disampingnya itu kali ini.


"Ya," jawabnya lirih, tapi masih bisa didengar oleh pria itu, apa yang baru saja keluar dari bibir mungil merahnya, barusan.


"Ya?" ulang pria itu, berusaha meyakinkan dirinya, tentang jawaban yang diberikan oleh perempuan cantik berkerudung hitam yang duduk disampingnya itu.


Kali ini, perempuan cantik itu menganggukkan kepalanya kearah Iman sebagai jawaban.


"Alhamdulillah..." reflek Iman mengucap syukur, begitu melihat anggukan kepala perempuan cantik itu untuk pertanyaannya dan seolah sebuah beban berat menghilang dari pundaknya saat itu.

__ADS_1


"Kita lakukan secepatnya ya Yank," pintanya lagi, seolah tidak ingin menunda waktu supaya bisa bersama dengan perempuan itu.


"Secepatnya?!" kali ini Ayunda yang sedikit terkejut mendengar keinginan pria itu yang terlihat sangat tidak sabar ingin menikahinya.


"Iya, secepatnya.Kenapa? Kamu keberatan?" tanya Iman terlihat sedikit kecewa karena Ayunda seolah tidak ingin melakukan secepatnya.


"Bukan, tapi....Apa nggak bisa menunggu beberapa bulan dulu.Mungkin saja selama beberapa bulan setelah Abang tinggal disini ingatan Abang bisa kembali."


Iman menggeleng," Nggak Yank.Pokoknya aku mau secepatnya," tekan pria itu tidak ingin ditolak kali ini.


"Tapi..." Ayunda masih berusaha ingin menolak, tapi melihat bagaimana ekspresi pria itu waktu menatapnya, membuat perempuan cantik itu akhirnya pasrah.


"Baiklah terserah Abang aja," tambahnya pasrah, yang membuat Iman langsung memasang wajah puas mendengar jawaban pasrah dari Ayunda.


"Jadi kapan kita akan menikah kalau begitu?" tanya Ayunda penasaran.


"Satu minggu dari sekarang," jawab pria itu, yang membuat Ayunda tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya, mendengar waktunya.


"Satu minggu lagi! Abang gila!" ucap Ayunda keras, karena terkejut dan tidak menyangka kalau ternyata Iman punya rencana ingin menikahinya dalam waktu secepat itu.


Iman hanya mengangguk, dengan memasang senyum lebar diwajahnya, untuk menjawab rasa terkejut perempuan cantik itu.

__ADS_1


"Abang satu Minggu itu nggak lama bagaimana bisa...."


" Itu cukup lama setelah perpisahan kita selama 5 tahun ini Yank dan sebenarnya aku ingin kita menikah besok, atau bahkan malam ini. Tapi aku sengaja menundanya menjadi minggu depan supaya kamu bisa memiliki pernikahan seperti yang kamu inginkan," terang pria itu membuat Ayunda hanya bisa mengangkat bahunya, sebagai jawabannya bertanda pasrah.


"Terserah Abang aja deh kalau kaya gitu," ucapnya karena tau Iman sudah tidak bisa dicegahnya lagi soal keinginannya.


Ini terbukti dari setelah pembicaraan mereka malam itu, esoknya pria itu langsung meminta berkas berkas miliknya.


Yang akan digunakan sebagai pelengkap pernikahan mereka minggu depan, atau tepatnya 5 hari dari hari itu, karena pria itu mengatakan mereka akan menikah dihari jum'at depan.


Jadi selama kurang dari satu minggu sebelum hari H pernikahan mereka Ayunda dibuat sibuk dengan persiapan pernikahannya.


Meski sebenarnya Iman sudah memesankan gaun untuknya disebuah butik terkenal di Jakarta, tapi pria itu tetap meminta perempuan cantik itu datang kesana untuk mencoba kebaya yang akan dikenakannya nanti dihari H pernikahan mereka, supaya sesuai dengan keinginan perempuan cantik itu, sebagai pengantin yang akan mengenakannya nanti.


Dan disinilah dia sekarang sedang mencoba kebaya pernikahannya di butik yang dimaksud Iman, bersama Widia.


Dia sengaja mengajak Widia ke butik dan menolak pria itu yang menemaninya pergi kesana, saat Iman berniat mengantar setelah pulang mengajar dari Kampus selepas tengah hari nanti, dengan alasan dia ingin membuat kejutan untuk pria itu dihari H mereka nanti.


"Bagaimana Wid, menurut lo mana yang paling bagus?" tanyanya setelah mencoba kebaya pernikahan untuk kesekian kalinya siang itu di Butik tersebut.


"Bagus semua sih tapi yang warna putih tulang tadi menurut gue yang paling bagus lo pakai," nilai Widia dengan wajah serius waktu menjawab pertanyaan Ayunda.

__ADS_1


"Jadi yang putih tulang tadi ya," gumam perempuan cantik itu berusaha mempertimbangkan saran yang diberikan Widia barusan, tentang kebaya yang akan dipakainya nanti hari Jumat, pada acara pernikahannya bersama Iman.


__ADS_2