
Bruk!
Iman menjatuhkan tubuh Ayunda keatas ranjang hotel, tanpa melepaskan pagutan panas yang sedang mereka lakukan saat itu.
"Emmh," lenguh perempuan cantik itu, waktu Iman mulai menyentuhkan tangan bebasnya ke bagian dadanya yang entah sejak kapan sudah tidak memakai penutup lagi saat itu. Hingga pria itu, bisa dengan leluasa menguasai salah satu bagian sensitif ditubuhnya itu.
Permainan mereka siang itu semakin panas seolah seluruh kerinduan selama 5 tahun ingin mereka habiskan saat itu juga.
Apalagi saat tubuh mereka berdua sudah sama sama polos tanpa busana, gairah mereka sebagai dua orang dewasa benar benar tidak bisa terbendung lagi
Rencana awal Ayunda yang berniat untuk makan siang diluar bersama pria yang sekarang sedang mengeksplore tubuhnya itu terlupakan sama sekali. Karena kelaparan mereka sudah berganti, dengan kelaparan dalam bentuk lain yang harus dipenuhi lebih dulu dibandingkan kebutuhan perut.
"Emmh," lagi lagi Ayunda melenguh dan menggelinjang, saat bibir dan lidah Iman mengobrak Abrik bagian terintim ditubuhnya.Membuatnya merasakan, seolah ada ribuan kupu-kupu dibagian perutnya saat itu.
"Yank,boleh ya sekarang," pinta Iman dengan mendongak, menatap kearah sang istri yang hanya bisa mengangguk, mendengar permintaan yang diucapkannya barusan, dengan ekspresi diliputi oleh gairah sama seperti pria tersebut.
Setelah mendapat persetujuan dari Ayunda Iman tidak menunggu lagi.Dia langsung melakukan apa yang sudah ditahannya dari tadi dengan segera menyatukan tubuh mereka berdua.
__ADS_1
"Emmmh," lenguhan cukup keras terdengar dari tenggorokan mereka berdua begitu tubuh mereka menjadi satu.
Pusaran gairah luar biasa memenuhi tubuh mereka berdua yang membuat mereka berpacu untuk saling memuaskan siang itu.
Entah berapa lama mereka melakukan hal itu, tapi yang pasti setelah pelepasan yang kesekian kali, akhirnya mereka berdua menyudahi permainan panas mereka siang itu.
Iman menurunkan tubuhnya dari tubuh sang istri yang terlihat kelelahan, dengan nafas tersengal, saat itu. Setelah menyelesaikan ******* terakhir mereka, dengan sebelumnya mengecup lama puncak kepala Ayunda penuh cinta.
"Makasih Yank," ucapnya lembut, yang dijawab anggukan lemah oleh perempuan cantik itu, karena merasa tenaganya sudah habis terkuras.
Melihat wajah Ayunda yang kelelahan akibat permainan mereka barusan, pria itu lalu merengkuh tubuh Ayunda kedalam pelukannya dan menyuruhnya untuk beristirahat.
"Kok?" tanyanya dengan dahi berkerut.
"Lapar," jawab Ayunda dengan wajah memelas menatap kearah Iman.Membuat pria itu reflek menepuk jidadnya sendiri, mendengar apa yang dikatakan oleh Ayunda dan jadi merasa bersalah, karenanya.
"Astaghfirullah! Aku lupa kalau kamu tadi lapar.Maaf ya Yank," ucapnya dengan bangun dari posisinya yang memeluk tubuh sang istri saat itu.
__ADS_1
"Ya,nggak papa sih kan bukan seratus persen salah Abang.Tapi gara gara apa yang kita lakukan barusan, aku benar benar kelaparan sekarang. Jadi belikan aku makanan Bang," pinta Ayunda dengan wajah memohon pada Iman yang langsung diangguki oleh pria itu
"Ya udah ayo kuajak kamu maka sekarang meski ini bukan makan siang lagi karena sekarang sudah jam 5," terang pria itu, membuat Ayunda langsung terkejut mendengarnya.
"Jam 5! Sekarang?!" serunya yang dijawab anggukan bingung oleh Iman.
"Emangnya kenapa kalau sudah pukul 5 sore Yank?" tanya pria itu penasaran.
Mendengar pertanyaan balik dari sang suami tiba tiba Ayunda bangun dan langsung mencubit kesal pria itu membuat Iman harus Meringis menahan sakit, akibat cubitan sang istri barusan yang lumayan terasa sakit.
"Dasar monster! Abang benar benar keterlaluan! Masa ngajak aku bercinta selama 3 jam nonstop barusan pantas aja kau sampai mau pingsan rasanya," gerutunya kesal yang dibalas pria itu hanya dengan meringis mendengar alasan kekesalan Ayunda.
"Wajar aja kan ini malam pernikahan kita Yank," celetuknya tanpa merasa bersalah sedikit pun.
"Ini masih siang dan Abang sudah merodi aku selama itu tanpa ngasih makan, dasar nggak normal dan nggak berubah!" gerutu perempuan itu lagi, dengan berniat bangun dari ranjang, tapi tidak bisa, karena kakinya terlalu lemah untuk menopang berat tubuhnya, akibat kelelahan dan kelaparan.
Iman yang melihat itu merasa tidak tega dan baru merasa bersalah, karena sepertinya dia benar benar sudah keterlaluan tadi seperti yang dikatakan oleh sang istri dalam mengajak perempuan itu bercinta barusan.
__ADS_1
Meski begitu dia tidak menyesal sama sekali, karena kalau boleh jujur sekarang saja dia kembali merasa bergairah, waktu melihat tubuh polos sang istri saat itu.
Dia ingin kembali mencumbunya kalau tidak ingat itu bisa membuat perempuan cantik itu jatuh pingsan karena kelelahan juga kelaparan nantinya.