
" Jadi, dia Iparmu, istri si Hafiz itukan?" tanya Ayunda penuh penekanan pada sang suami, begitu mereka sudah berada diluar ruang perawatan Iman.
" Iya, tapi dia bukan lagi Iparku karena dia sudah lama bercerai dari Hafiz," terang pria itu yang membuat bola mata Ayunda membulat karena terkejut mendengar status Aisyah saat itu.
" Sudah bercerai?Berarti dia janda?!" tanya Ayunda dengan nada ketus waktu mengatakannya.
" Iya, tapi bukan itu alasan aku masih berhubungan baik dengannya sampai sekarang, Yank."
" Bukan itu, lalu apa? Apa karena gadis kecil itu..."
" Dia keponakanku, putri Hafiz dan Aisyah, Yank," potong Iman cepat, karena tau sang istri akan menduga kalau Kanza bisa saja putrinya dengan Aisyah.Waktu melihat kedekatan mereka tadi, karena dia tidak ingin Ayunda semakin salah paham padanya.
" Oo, aku hampir saja berpikir kalau gadis kecil itu adalah anak Abang dan si Aisyah itu, tapi ternyata bukan ya, syukurlah. Hanya saja, kalau dia cuma keponakan dan mantan Ipar Abang, kenapa kalian terlihat sangat dekat.Jangan bilang, selama Abang hilang ingatan kalian pernah menjalin hubungan dulu?" selidik Ayunda penasaran sekaligus curiga, karena melihat bagaimana sikap Aisyah tadi, kepada Iman.
Iman segera menggeleng" Kami memang dekat, bahkan aku yang membantu Aisyah selama dia hamil Kanza dulu. Karena dia sedang dalam proses cerai, dengan Hafiz, tapi hanya sebatas itu."
__ADS_1
Mendengar itu Ayunda diam, lalu Iman menjelaskan lagi padanya supaya tidak menjadi salah paham lagi dikemudian hari, pikir pria itu.
" Aku melakukan itu dulu, karena Aisyah yang sudah menolongku 5 tahun lalu,sampai aku sembuh, Yank. Selain itu, karena setelah sembuh aku hilang ingatan, sampai tidak tau apa yang harus kulakukan dan pergi kemana. Jadi sambil terus berobat aku memutuskan menjaga mereka, lebih tepatnya menjaga Kanza selama kami tinggal di Singapura saat itu. Karena ternyata, disaat Aisyah sudah memutuskan bercerai dari Hafiz dulu dokter di Singapura menyatakan kalau dirinya hamil. Sebagai bentuk rasa terima kasihku dan kepedulianku, untuk bantuannya saat itu, aku menggantikan posisi Hafiz sebagai ayahnya Kanza, sampai gadis kecil itu berumur 3 tahun.
Karena setelah Kanza berusia sekitar 3 tahun, Aisyah harus kembali ke Indonesia.Untuk melanjutkan Yayasan yang dikelola oleh orang tuanya dulu. Sementara itu hubungan kami sejak dulu sampai sekarang hanya sebatas itu tidak lebih, Yank. Karena meski beberapa kali Aisyah menyinggung soal perasaannya padaku.Aku selalu menegaskan padanya kalau aku hanya menganggapnya sebagai saudara, tidak lebih," terang Iman, menekankan pada sang istri. supaya Ayunda tidak mencurigai hubungannya dengan Aisyah selanjutnya, karena memang tidak ada apa apa diantara mereka berdua selama ini.
Ayunda menghela nafas panjang setelah mendengar keterangan sang suami, membuat Iman merasa kalau sang istri belum percaya seratus persen dengan penjelasan yang diberikannya itu.
" Yank, kamu masih belum percaya dengan penjelasanku barusan?" tanya Iman merasa kecewa saat mendengar helaan nafas Ayunda, yang segera dibalas gelengan oleh sang istri dengan sengaja menyentuh lembut kedua tangan pria itu.
" Sebenarnya aku selalu menegaskan padanya.Kalau hubungan kami hanya sebatas teman atau lebih tepatnya saudara, karena ada Kanza diantara kami, tapi...aku tidak pernah mengerti kenapa dia terus saja berharap selama ini, Yank," Jelas Iman merasa bingung sendiri, karena sudah merasa tegas waktu menolak perasaan Aisyah padanya.
Sementara sebagai seorang perempuan yang mencintai Iman, Ayunda mengerti. Kenapa perempuan bernama Aisyah itu sampai bersikap seperti itu padanya dihadapan sang suami.
Ayunda yakin, perempuan itu melakukannya karena dia mencintai Iman, bahkan bisa dibilang, dia terobsesi. Karena tidak bisa mendapatkan pria itu selama ini, meski tanpa ada dirinya disamping pria itu.
__ADS_1
" Aku perlu bicara dengan Aisyah hanya berdua saja sekarang Bang. Jadi bisa Abang bawa Kanza pergi dulu sebentar," pinta Ayunda tiba tiba pada sang suami yang membuat Iman terkejut mendengarnya dan tentu saja khawatir. kalau terjadi hal yang tidak diinginkan pada istrinya nanti karena. ulah Aisyah.
" Untuk apa?!" tanya pria itu cemas.
" Untuk meminta dia supaya jangan mengganggu rumah tangga kita, dengan alasan Kanza lagi.Aku bukannya melarang Kanza bertemu dengan Abang lagi, tapi aku nggak ingin gadis kecil itu terus dimanfaatkan oleh sang ibu, untuk ambisinya , menjerat Abang.
Selain itu, aku tidak ingin, karena dia, hubungan rumah tangga kita jadi bermasalah kedepannya.Jadi karena sekarang dia ada disini, kurasa aku harus menjelaskan dengan tegas pada perempuan itu. Agar dia berhenti mencoba mengganggu Abang, mulai sekarang," terang Ayunda.
Iman terdiam, berpikir. Apakah dia akan mengijinkan Ayunda bicara berdua saja dengan Aisyah seperti keinginan sang istri atau tidak.Karena jujur saja dia khawatir pada keselamatan Ayunda serta bayi mereka kalau sampai nanti saat bicara, Aisyah tiba tiba nekat menyakiti istrinya itu.
Melihat Iman terlihat berat, Ayunda kembali membujuk pria itu, supaya setuju. Karena dia tidak ingin membiarkan masalah Aisyah ini berlarut larut terus.
" Bang aku mohon, ya.Nggak lama kok, kami hanya akan bicara aja, nggak akan melakukan hal lain," bujuknya memohon yang dengan berat hati akhirnya diiyakan oleh Iman.
" Baiklah, tapi tidak macam macam ya Yank.Ingat sekarang kamu sedang hamil kalau sampai dia bersikap kasar padamu teriak yang keras, jangan ragu," pinta Iman yang diangguki oleh Ayunda supaya Iman setuju.
__ADS_1