
Setelah semua urusan beres, termasuk seluruh pemeriksaan tentang kondisi suaminya sekarang, yang ternyata semua baik baik saja dan masalah dengan Aisyah juga sudah beres, setelah perempuan itu pergi dari rumah sakit itu, bersama Hafiz dan Kanza.
Iman mengajak Ayunda untuk pulang kerumah mereka menggunakan taksi, karena belum diijinkan mengemudi sendiri sampai kondisinya benar benar normal.
" Ayo Yank," ajaknya, dengan membatu sang istri untuk masuk kedalam taksi.
"Akhirnya semua berakhir dengan baik ya Bang," celetuk Ayunda begitu mereka berdua sudah berada didalam taksi yang membawa mereka kerumah.
" Iya Yank.Aku sangat lega sekarang karena Kanza sudah bisa dekat dengan Ayahnya, lalu si Ridwan juga sekarang sudah berada didalam penjara lagi yang kali ini kurasa akan sangat lama, karena polisi tidak hanya mendakwanya dengan kasus penyerangannya padaku saja. Tapi juga beberapa kasus besar lain yang termasuk pengedaran Narkoba," ucap Iman dengan nada suara lega.
" Aku juga lega Bang karena semuanya berakhir baik," balas Ayunda tak kalah lega seperti Iman saat itu.
" Sekarang kita hanya perlu fokus dengan keluarga kita aja Yank. Apalagi dalam beberapa bulan lagi kita akan punya anggota keluarga baru."
Iman mengatakannya sambil menyentuh perut sang istri yang masih belum besar, karena kandungannya baru berusia sekitar 12 Minggu. Tapi dia sudah tidak sabar ingin segera bisa melihat anak dalam perut Ayunda itu lahir kedunia.
"Dia baru berusia 12 Minggu masih butuh beberapa bulan lagi sebelum dia lahir Bang. Abang nggak sabar ya?"
Iman mengangguk "Iya, tapi aku senang karena aku bisa melihat setiap proses tumbuh kembangnya di perutmu," terangnya dengan rona bahagia, karena akan menjadi calon ayah dari anaknya bersama Ayunda.
Sepanjang perjalanan menuju kerumah, mereka isi dengan berbagai macam obrolan sebagai suami istri, sampai mereka tiba kerumah.
***
Beberapa bulan kemudian, tepatnya 6 bulan kemudian yang berarti kandungan Ayunda sudah berusia 9 bulan.
__ADS_1
Siang itu di sebuah rumah sakit ibu dan anak, tepatnya diruang perawatan untuk persalinan.
Iman terlihat gugup waktu menemani sang istri yang sudah merasa sakit perut sejak tadi pagi, tapi baru setelah lewat tengah hari baru Ayunda mau dibawa kerumah sakit.
" Yank sakit banget ya," celetuknya, tidak tega melihat sang istri beberapa kali meringis menahan sakit setiap kali kontraksi datang.
Melihat ekspresi sang suami yang terlihat sangat khawatir, Ayunda berusaha tersenyum dan menggeleng kearah sang suami, meski saat itu wajahnya terlihat pucat.
Karena menahan sakit dari kontraksinya yang semakin sering datang, tapi calon baby mereka belum juga ingin keluar.
Sambil menunggu waktu bayi mereka lahir, dokter menyarankan untuk terus jalan jalan didalam ruang perawatan yang ditempatinya saat itu.
Meski dengan tertatih tatih, Ayunda melakukannya karena ingin supaya bayinya segera lahir.
Iman sebenarnya sudah menyarankan pada sang istri supaya melahirkan secara Caesar saja, tapi Ayunda menolak. karena ingin melakukan secara normal, kalau memang bisa.
Lagi lagi Ayunda menggeleng tapi tidak didengarkan oleh pria itu, dengan langsung memanggil dokter kandungan yang menangani Ayunda, begitu melihat air ketuban sang istri pecah merembes keluar saat itu.
Tak lama dokter datang keruangan Ayunda untuk memeriksa perempuan itu, setelah mendengar laporan dari Pria itu, yang sangat cemas pada kondisi sang istri saat itu.
"Bagaimana dok?" tanyanya setelah dokter selesai memeriksa sang istri, yang terlihat semaki pucat saat itu.
" Sepertinya sekarang sudah waktunya Baby lahir," terang dokter itu, dengan meminta susternya membawa Ayunda keruangan tindakan dengan kursi roda.
Iman mengikuti perawat dan dokter kandungan yang membawa sang istri dari keruang bersalin, sementara dirinya hanya menunggu diluar.
__ADS_1
Meski sudah punya pengalaman menunggui perempuan melahirkan, tapi menunggu istri sendiri melahirkan anak buah cinta mereka, tetap membuat perasaan pria itu tidak karuan.Saat itu dirinya tidak bisa pura pura baik baik saja, sampai akhirnya terdengar suara tangis bayi yang berasal dari balik pintu ruang bersalin yang tertutup itu.
Perasaan pria itu sedikit lega, tapi masih was was dengan kondisi sang istri yang berada didalam.
Akhirnya dia bisa benar benar menarik nafas lega, setelah suster mendorong troli berisi bayinya, beserta troli sang istri. Keluar dari ruang bersalin, untuk dipindahkan keruang perawatan sebelumnya.
" Alhamdulillah Yank, Makasih banyak," ucap pria itu dengan mendekat kearah Ayunda lalu menciumi seluruh wajah perempuan itu penuh cinta. Setelah sang istri, sudah pindah keranjang yang ada diruang perawatan pasca persalinan.
Ayunda hanya tersenyum membalas apa yang dikatakan oleh Iman padanya, meski masih lemah setelah melahirkan secara normal, tapi rasa bahagianya tak jauh beda dengan pria itu yang setelah memeluk juga menciumi lalu berpindah melihat ketempat box bayi dimana putra kecil mereka tidur saat itu.
" Dia mirip siapa Bang?" tanya Ayunda, pada suaminya yang terus menatap wajah tampan bayi mungil mereka, penuh cinta.
" Kurasa...mungkin dirimu Yank tapi hidungnya mirip milikku," jawab Iman yang membuat Ayunda tersenyum, mendengar bagaimana Iman mendeskripsikan kemiripan wajah putra mereka itu.
Karena melahirkan secara normal dan setelah diperiksa kondisi Ayunda serta putra kecil mereka, Habibie Alfarizi baik baik saja.Esoknya Ayunda sudah diijinkan untuk pulang kerumah, sebelum mereka pulang Widia, Imron, Sabrin serta Bang Fahri datang menjenguk kerumah sakit. Dari wajah mereka semua terpancar jelas kebahagian, juga kelegaan. Karena akhirnya Ayunda dan Iman mendapatkan kebahagian mereka, setelah melalu banyaknya rintangan berat, yang mereka rasakan dalam perjalanan hidup mereka selama ini.
" Yun selamat ya, akhirnya kebahagian lo dan Bang Iman sempurna dengan kelahiran baby Habibie," ucap Widia, dengan memeluk sahabatnya itu.
" Makasih Wid semoga Lo cepat nyusul ya," balas Ayunda, membuat perempuan itu tanpa sadar menoleh kearah Sabrin yang berusaha membuang muka, saat mendengar apa yang dikatakan perempuan yang sudah dianggapnya kakak sendiri itu pada Widia, teman dekat perempuannya, barusan.
Tamat.
Halo reader kesayangan autor, terimakasih sudah mau membaca sampai selesai karya autor yang ini.
Sampai jumpa lagi dikarya Autor selanjutnya dan kedepannya Autor mohon kalian tetap mendukung terus karya autor.
__ADS_1
Salam penuh cinta dari Autor, maaf kalau belum bisa membalas komen kalian satu persatu. Tapi autor selalu berterimakasih dengan komen dan like dari kalian semua selama ini, karena itu yang membuat Autor semangat untuk bisa berkarya lebih baik lagi kedepannya.🥰🥰🥰