Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
73. Gue.... Sukron.


__ADS_3

"Gue.... Sukron..."


Ayunda dan Widia langsung saling tatap begitu mendengar pria gempal dengan banyak tato dan pakaian berantakan itu menyebutkan namanya dihadapan mereka berdua.


Widia mendekat kearah Ayunda lalu berbisik lirih.


"Lo kenal Yun?," tanya Widia yang dijawab gelengan oleh Ayunda dengan suara lirih juga.


"Nggak."


"Orang aneh...kita kabur?,"ajak Widia masih dengan suara berbisik pada Ayunda yang sebenarnya juga ingin pergi saja meninggalkan pria yang mengaku bernama Sukron itu pada mereka,lalu kalau pria itu berniat macam macam pada mereka dia tinggal memanggil petugas keamanan Mall saja nanti begitu yang ada dipikiran Ayunda tapi batal saat mendengar pria itu kembali bicara.


"Gue....temen Iman...ada yang mau gue katakan sama Lo sekarang.Bisa kita bicara sebentar."


Mendengar itu tubuh Ayunda langsung menegang firasat buruk tiba tiba muncul padanya saat mendengar apa yang dikatakan pria yang mengaku sebagai teman Iman itu.


"Lo.. .temannya kok beda?,"celetuk Widia dengan memindai penampilan Sukron membuat Ayunda langsung menoleh kearah Widia dan berbisik lirih.


"Apanya yang beda?,"tanya nya bingung.


"Liat deh Yun penampilan Bapak ini.Apa Lo nggak merasa curiga sama dia mana ngaku sebagai temannya Babang Macho lagi kan agak aneh ."


Mendengar ucapan Widia Ayunda ikut menelisik penampilan Sukron yang Kumal dan berantakan benar benar jauh berbeda dengan penampilan Iman biasanya meski tidak bisa dibilang rapi tapi Iman selalu bersih bahkan meski kerja dibengkel seperti yang diakuinya setiap pulang dari tubuh Iman selalu tercium aroma sabun mandi tak jauh beda kalau dia berada dirumah, berbeda sekali dengan penampilan pria dihadapannya ini yang Ayunda yakini kalau sekarang dia pasti belum mandi atau cuci muka bahkan bukan hanya hari ini tapi entah sudah sejak kapan dia tidak melakukan itu dilihat dari pakaian dan dekilnya celana yang dipakainya sekarang.


"Lo boleh nggak percaya tapi gue bener bener kenal baik sama Bos Iman,"ucapnya dengan tatapan bersungguh sungguh saat mengatakannya supaya Ayunda dan Widia percaya ucapannya.

__ADS_1


"Lo... temen Bang Iman.Jadi Lo pasti tau dimana suami gue bukan?."Meski masih tidak percaya dengan pria yang mengaku bernama Sukron padanya itu tapi Ayunda tidak ingin membuang kesempatan menanyakan keberadaan Iman yang hilang bak ditelan bumi sekarang.


Mendengar pertanyaan Ayunda wajah Sukron berubah muram.


"Itu....mari kita bicara...berdua...,"ajaknya dengan menatap kearah Ayunda yang terlihat ragu untuk menuruti ajakannya.


"Yun jangan mau menurutinya, bisa saja dia nipu Lo.Sebaiknya sekarang kita masuk dan...," Ayunda langsung menggeleng kearah Widia yang bicara dengan berbisik ditelinganya agar tidak didengar oleh pria bernama Sukron itu " Gue mau bicara sama dia Wid.Mungkin aja dia bener bener tau dimana keberadaan bang Iman sekarang atau siapa tau dia orang yang memang di utus Bang Iman buat ketemu gue," bisik balik Ayunda pada Widia yang langsung diam tidak lagi mencegah Ayunda karena sadar kalau apa yang dikatakan Ayunda itu kemungkinan benar.


"Gue ikut ya,"pinta Widia yang digelengi oleh Ayunda.


"Biar kami bicara berdua aja Wid, kayanya dia nggak punya maksud jahat meski penampilannya begitu."Ucap Ayunda dengan menunjuk kearah Sukron dengan dagunya agar dia tidak tau.


Meski tidak ingin tapi Widia tidak lagi menghalangi niat Ayunda yang berniat bicara pada pria bernama Sukron itu.


"Ya udah kalau ada apa apa cepat hubungi gue,"pinta Widia yang diangguki oleh Ayunda.


"Tapi jangan disini kita bicara ditempat lain,"ajak Sukron pada Ayunda yang diangguki oleh Ayunda lalu berpamitan pada Widia


"Ayo,"ajaknya dengan berjalan lebih dulu dari Ayunda dan meminta perempuan itu mengikuti nya dari belakang.


Sukron mengajak Ayunda ketempat sepi yang sama sekali tidak bisa dilihat oleh orang yang berlalu lalang dijalan sekitar Mall membuat Ayunda sedikit takut pada pria itu dan sengaja menggenggam erat ponselnya agar kalau pria bernama Sukron itu berniat buruk padanya dia bisa segera menghubungi Widia atau polisi.


"Kita bicara disini aja,"Sukron mengajak Ayunda berhenti setelah merasa tempat mereka berada sekarang sudah jauh dari pandangan orang.


"Abang mau ngomong apa cepat bilang karena sebentar lagi gue harus kerja!,"pinta Ayunda dengan perasaan gugup yang berusaha ditutupinya dari Sukron yang sekarang sedang menatap kearahnya.

__ADS_1


"Lo takut sama gue?,"tanyanya dengan menatap Ayunda yang terlihat gugup saat itu.


"Nggak karena Abang kan teman Bang Iman jadi gue yakin Abang pasti nggak mungkin macem macem sama gue yang istrinya teman Abang,"balasnya berusaha bersikap tenang dengan sengaja balik menatap kearah Sukron yang terus menatapnya tanpa Ayunda tau bagaimana ekspresi sebenarnya pria itu sekarang karena tempat mereka bicara saat itu sedikit gelap akibat cuaca mendung bahkan gerimis kecil mulai turun membuat udara ditempat mereka bicara mulai terasa dingin dikulit Ayunda yang cuma mengenakan kemeja kerja lengan pendek saja.


" Didunia kami nggak ada yang namanya teman.Siapa yang kuat dia berkuasa kalau Lo lemah maka Lo harus tunduk sama yang lebih kuat.Hukum kami adalah hukum rimba,"Ucap Sukron.


Ayunda mengerutkan keningnya kesal mendengar apa yang dikatakan Sukron yang terkesan bertele tele itu.


"Abang ngomong Apasih?! Gue mau ngikutin Abang karena Abang bilang kalau Abang kenal sama Bang Iman, tapi kalau ternyata Abang bukan temannya dan cuma orang yang ngaku ngaku kenal aja lebih baik gue balik aja sekarang!."


Ayunda sudah hampir berbalik berniat pergi meninggalkan Sukron karena dirasa sama sekali tidak membantunya untuk memberikan informasi tentang keberadaan Iman,tapi langkahnya langsung terhenti saat mendengar apa yang dikatakan Sukron katakan lagi.


"Bos Iman... dia...hilang...."


Deg!


Reflek Ayunda mencengkram kedua ujung bajunya mendengar apa yang baru saja dikatakan Sukron dan perlahan berbalik menatap kearah pria itu yang ekspresi wajahnya bisa dilihat nya jelas dengan bantuan cahaya kilat dari langit yang menerangi.


Ekspresi Sukron terlihat sangat sedih saat itu bahkan Ayunda melihatnya menyapu sudut matanya dengan lengan baju miliknya setelah mengatakan itu membuat rasa takut cemas berbaur jadi satu menekan hatinya tapi berusaha ditepisnya dan berusaha bertanya maksud dari apa yang baru saja dikatakan Sukron barusan.


"Hi ..hilang...I..itu..apa maksudnya Bang?."


Sukron menatapnya meski Ayunda tidak bisa lagi melihat ekspresi pria itu tapi dari suaranya Ayunda tau kalau pria itu juga sangat sulit mengatakan apa yang sebenarnya sudah terjadi pada Iman yang diketahuinya.


"Dia...malam itu......terjadi keributan dimarkas lalu ..Bos Iman kesana tapi...sampai sekarang...,"Sukron berhenti bicara tapi Ayunda bisa mendengar Isak kecil dari pria itu membuat Ayunda tanpa sadar berjalan mendekat kearah Sukron yang terisak lalu mencengkram kuat baju yang dipakai pria itu.

__ADS_1


"Apa yang sudah terjadi pada Bang Iman?! Tolong bilang sama aku Bang dimana bang Iman sekarang!! Bilang Bang!!! Bilang!!!," teriaknya histeris.


__ADS_2