Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
74. Perintah Sukron.


__ADS_3

Bruk!!!


Ayunda jatuh tersungkur dihadapan Sukron dengan terisak sangat pilu setelah Sukron selesai menceritakan tentang apa yang sudah terjadi pada Iman malam itu.


Iman menghilang setelah terlibat perkelahian sengit dengan Imron tangan kanannya dikelompok mereka dan sampai sekarang tidak ada yang tau keberadaannya termasuk Imron sendiri dan Sukron yang masih berusaha mencari tau apa yang terjadi pada Iman sekarang.


Apakah dia selamat atau ternyata sudah meninggal, tapi yang pasti mayatnya sampai sekarang tidak ditemukan ditempat kejadian yang sekarang sudah dipasangi garis polisi dan seluruh daerah yang berada disekitar tempat itu sedang diawasi oleh pihak kepolisian membuat Sukron kesulitan mencari tau dan saat menanyakan hal itu pada Imron yang sedang bersembunyi dari polisi sampai kondisi aman dia dihajar habis habisan karena itu baru hari ini bisa menemui Ayunda setelah berhasil kabur dari kejaran anak buah yang memihak ke Imron.


"Sebaiknya buat sementara Lo pergi aja dari sini karena kondisi disini sekarang sedang nggak aman.Meski Bos Iman udah nitipin keselamatan Lo sama gue tapi musuh Bos Iman bukan hanya Imron dan pengikutnya.Ada Ridwan yang merupakan saingan Bos Iman selama ini kalau sampai dia tau tentang keberadaan Lo yang merupakan istri nya,gue yang sekarang nggak akan bisa ngelindungin Lo dan kalau sampai Lo kenapa napa seumur hidup gue akan merasa sangat bersalah sama bos Iman".


"Gue nggak perduli!! Bahkan gue rela berada dalam bahaya kalau itu bisa buat bang Iman datang nemuin gue !!!,"Teriak Ayunda penuh emosi menatap kearah Sukron yang tidak bergeming ditempatnya tapi ekspresinya langsung berubah begitu mendengar teriakan Ayunda dan perlahan ikut berjongkok dihadapan Ayunda.


"Lo pikir bisa semudah itu! Lo salah! Mereka itu manusia hanya dalam wujud tapi sebenarnya iblis dan kalau Lo berniat masuk kedalam bahaya buat mancing bos Iman datang! Gue angkat tangan karena itu sama aja Lo ngajak gue dan pendukung bos Iman lainnya mati konyol!,"bentak Sukron marah.


"Lo semua nggak setia kawan! Lo egois!," teriak Ayunda dengan tatapan nyalang kearah Sukron.


"Serah Lo nganggap gue gimana?! Gue nggak perduli karena Lo hanya orang yang dititipkan bos Iman sama gue dan yang lainnya.Prioritas gue bukan Lo tapi menemukan bos Iman dan kembali menguasai apa yang jadi milik kami sebelumnya!."


"Brengsek Lo!! Gue janji kalau Bang Iman kembali nanti Lo nyesel udah ngomong kaya gini sama gue!!,"teriak Ayunda dengan melayangkan pukulannya kearah Sukron yang ditahan pria itu dengan kuat dan tidak perduli dengan ekspresi Ayunda yang terlihat kesakitan saat itu.


"Patuh sama saran gue maka Lo akan baik baik aja sampai Bos Iman kembali!,"bentak Sukron dingin.

__ADS_1


"Gue benci Lo!! Gue benci kalian semua!! Lo jahat!! Kembalikan Bang Iman gue!! Gara gara Lo semua dia hilang!!! Kembalikan!!!,"teriak Ayunda histeris.


Sukron bukan tidak merasa iba pada gadis muda dihadapannya itu tapi dia harus melakukan ini karena sekarang kondisi kelompok dan dunianya sedang kacau.


hilangnya Iman yang merupakan ketua kelompok mereka yang merupakan salah satu perkumpulan preman terbesar dikota itu membuat banyak pihak ingin mengambil kesempatan untuk merebut daerah daerah kekuasaan mereka.


Meski Imron punya cukup banyak pengikut tapi masih banyak anggota dari kelompok mereka yang belum bersedia mengakuinya sebagai pengganti Iman salah satunya adalah Sukron dan kelompoknya karena merasa tidak puas dengan Imron.


Belum lagi kelompok Ridwan yang sekarang condong mendukung Imron membuat suasana menjadi semakin panas dan mencekam.


Sukron khawatir akan ada lagi pertumpahan darah dalam waktu dekat ini diantara mereka untuk merebutkan daerah kekuasaan dan posisi pemimpin dalam kelompok.


"Pergi dari kota ini hari ini jangan melawan atau menolak karena meski Lo istri Bos kalau Lo jadi penghalang,gue nggak akan segan nyingkirin Lo!!,"bentak Iman dengan menarik Ayunda bangun.


"Gue mau nunggu Bang Iman balik!Gimana kalau nanti dia datang gue nggak ada...."


"Itu kita pikirkan nanti sekarang Lo pulang siapkan barang barang Lo nanti ada anak buah gue yang akan ngantar Lo sampai keterminal!!."


Mendengar itu Ayunda menggeleng " Gue nggak mau diantar kalian Gue nggak mau berhubungan lagi dengan kalian!!,"teriaknya tegas.


"Lo bener bener keras kepala! kalau Lo nggak mau gue antar pergi bagaimana kalau ada yang mau nyakitin Lo nanti!,"bentak balik Sukron marah.

__ADS_1


"Bukan urusan Lo karena Lo semua kan bilang gue cuma pengganggu jadi kalau gue ikut hilang apa perduli Lo!."


"Lo!,"Sukron sudah mengangkat tangannya kearah Ayunda lalu ditahannya saat melihat wajah Ayunda yang penuh airmata saat itu membuatnya semakin merasa bersalah karena tidak bisa melindungi Iman.


"Maaf gue nggak bermaksud mukul Lo,"ucapnya dengan menurunkan kembali tangannya yang sudah terangkat kewajah Ayunda.


"Kalau mau pukul,pukul aja Lo pikir gue takut!."


"Gue tau Lo nggak takut tapi gue nggak akan pernah ngelakuin itu.Gue bener bener merasa bertanggung jawab sama keselamatan Lo tapi Lo tau gue nggak bisa terus melakukannya karena gue sendiri nggak bisa menjamin besok gue masih hidup. Anggap aja ini permohonan terakhir gue buat balas Budi atas apa yang udah Bos Iman lakukan sama gue selama ini.Pergi dari sini sekarang sampai semua masalah ini beres baru Lo boleh kembali"ucap Sukron dengan wajah memohon membuat Ayunda merasakan kali ini pria dihadapannya itu benar benar tulus untuk membantunya.


"Berapa lama?,"tanyanya pelan menatap kearah Sukron yang terdengar lega mendengar ucapannya.


"3 bulan.Dalam 3 bulan gue rasa semuanya sudah selesai."


"Apa saat itu Bang Iman sudah akan kembali?,"tanya Ayunda dengan wajah muram yang dibalas gelengan oleh Sukron.


"Gue nggak tau tapi semoga aja. Saat itu gue jamin Lo sudah aman dan Lo bisa hidup normal lagi kaya sebelumnya."


Mendengar apa yang dikatakan Sukron Ayunda membalasnya dengan senyuman miris karena dia tau selama Iman tidak kembali berapa lama pun waktunya maka kondisinya nggak akan pernah bisa baik baik saja seperti sebelum bertemu pria itu.


Bukan berapa lama waktu yang sudah dihabiskanya dengan pria itu tapi masalahnya adalah berapa lama waktu yang diperlukannya untuk bisa melupakan pria itu.

__ADS_1


__ADS_2