
"Dia sudah turun pak Samsul?
"Sudah sejak 5 menit yang lalu pak ".
"kalau begitu sekitar 10 menit lagi aku juga akan turun karena Umi sama Abiku bilang sekarang mereka sudah keluar dari mobil dan sedang berjalan masuk kedalam Mall".
"Iya pak".
"Baiklah aku matikan panggilannya sekarang".
Lalu Hafiz mematikan panggilannya dengan pak Samsul dan bersiap untuk turun menemui kedua orang tuanya juga Ayunda yang tidak sabar ingin ditemuinya setelah tadi perias yang dimintanya merias Ayunda mengirimkan foto gadis itu yang berubah menjadi sangat cantik bahkan menurutnya lebih cantik dari Aisyah waktu seusianya dulu.
***
Sementara itu dilantai bawah Mall**
Ayunda mengedarkan pandangannya dengan berkali kali menatap kelayar ponselnya untuk memastikan foto yang diberikan oleh pak Samsul dengan orang yang berlalu lalang dari pintu masuk Mall.
Setelah menunggu sekitar 5 menit seperti ucapan pak Samsul dia melihat mereka orang yang dimaksud.
Tiga orang yang dua diantaranya punya wajah sama seperti foto yang dikirim pak Samsul diponselnya membuat Ayunda bergegas berjalan menghampiri orang orang itu dengan tersenyum sopan dan ramah pada mereka.
"Tuan Alfarizi dan nyonya serta...".
Ayunda menghentikan ucapannya karena tidak tau siapa nama perempuan cantik dengan pakaian syar'i yang terlihat sangat anggun menurut nya itu.
"Dia Aisyah Putri kami",terang Umi Jubaedah yang dibalas anggukan sopan oleh Ayunda.
"Maaf saya tidak tau dengan nama kakak",balas Ayunda tersenyum sopan pada Aisyah yang dibalas Aisyah dengan ekspresi dingin bahkan dengan sengaja menelisik penampilan Ayunda yang terlihat sangat berbeda saat itu dari apa yang diterangkan oleh Hafiz pada mereka tadi malam kalau perempuan yang akan menjadi madunya itu bekerja sebagai OB nya .Atau mungkin Hafiz sengaja membuat nya berbeda untuk pertemuan hari ini agar tidak membuat malu dia dihadapan kedua orang tuanya juga dirinya,pikir Aisyah kesal.
"Tidak masalah toh kita memang baru pertama kali bertemu bukan",balas Aisyah datar.
Ayunda mengangguk meski sejujurnya dia merasa pernah melihat perempuan yang sekarang ada didepannya ini tapi dia lupa kapan.
"Oh iya mana Hafiz?",celetuk Umi Jubaedah berniat untuk membuat menghilangkan suasana tidak nyaman karena sikap Aisyah pada Ayunda barusan
"Oh pak Manajer bilang akan menemui kalian tidak lama lagi dan sebelum beliau datang saya yang akan mengantar kalian bertiga keRestoran tempat pertemuan",terang Ayunda sopan.
"Kalau begitu baiklah sekarang tolong antar kami kesana karena aku sudah mulai lelah berdiri",alasan Ini Jubaedah.
__ADS_1
"Maaf nyonya silahkan ikut saya".
Ayunda berjalan disamping mereka bertiga untuk menunjukan jalan menuju Restoran yang dimaksud.
"Kamu..siapa namamu?",tanya Umi jubaedah dengan melangkah pelan sejajar dengan langkah Ayunda.
"Saya Ayunda nyonya Alfarizi".
"Sudah lama bekerja dengan Hafiz?".
"Belum nyonya baru selama pak Hafiz menjabat sebagai manajer disini".
"Sebelumnya?".
"Saya bekerja disini sebagai OB tapi dilantai 3 dan sejak pak Hafiz pindah saya dipindahkan kelantai 4 tempat beliau''.
"O..begitu.Kau terlihat masih sangat muda berapa usiamu?".
"Saya hampir 20 tahun beberapa bulan lagi".
"Usia yang sangat muda lalu berapa lama kamu sudah bekerja disini?".
"Jadi...kau sekolah sampai SMA?".
"Iya nyonya.Kedua orang tua saya sudah meninggal sejak saya SMP dan sejak saat itu saya ikut tinggal bersama Paman dan bibi saya yang hidup sangat pas pasan karena itu setelah lulus SMA saya langsung memutuskan merantau yang berharap bisa merubah nasib juga sedikit membantu mereka kalau punya kelebihan uang".
Mendengar semua jawaban Ayunda yang meluncur dengan sangat lancar Umi Jubaidah tersenyum kecil tanpa sepengetahuan Ayunda karena merasa sudah bisa mendapatkan kelemahan gadis disampingnya itu yang menurutnya pasti tidak akan sulit dirayunya nanti untuk menjadi istri kedua Hafiz yang punya tugas melahirkan penerus keluarga Alfarizi.
Berkebalikan dengan Ayunda yang tidak sadar sedang diintrogasi hingga menjawab semua pertanyaan Umi Jubaedah tanpa pura pura sedikitpun tapi dipikiran Aisyah semua yang dikatakan Ayunda tadi punya maksud untuk menarik simpati kedua mertuanya hingga membuat Aisyah semakin tidak suka pada Ayunda yang tidak tau apa apa kalau sedang terjebak dalam lingkaran setan.
"Ini restoran nya silahkan".
Mereka bertiga masuk mengikuti Ayunda menuju meja yang sudah dipesan tapi begitu sampai dimeja yang dimaksud Ayunda sedikit terkejut karena ternyata Hafiz sudah lebih dulu duduk disana menunggu mereka dan langsung berdiri begitu melihat mereka semua mendekat.
"Umi Abi Aisyah ayo duduk", ajaknya dengan tersenyum lebar pada mereka semua.
"Ayunda bilang kamu belum akan turun tapi ternyata ini..",Umi Jubaedah menatap kearah Hafiz dengan ekspresi pura pura kesal.
"Maaf Umi rencananya memang seperti itu tapi ternyata aku tidak sabar lagi ingin bertemu kalian semua karena itu aku sengaja masuk lebih dulu kesini untuk memberikan kalian kejutan".
__ADS_1
"Benarkah?Atau itu hanya alasanmu saja. Sebenarnya kamu tidak sabar ingin menemui Ayunda yang hari ini berdandan sangat cantik bukan",goda Umi Jubaedah dengan sengaja.
"Itu...".
Hafiz mengalihkan tatapannya kearah Ayunda yang masih tetap berdiri diam sementara yang lain sudah duduk dikursi mereka masing masing.
"Bagaimana Fiz?".
Hafiz yang sangat terpesona pada penampilan Ayunda yang terlihat sangat cantik saat itu sampai terkejut waktu Uminya kembali bertanya.
"Oh iya benar hari ini kamu memang terlihat sangat cantik Yun"
"Makasih pujiannya pak tapi saya mau permisi sekarang karena tugas saya sudah selesai".
Ayunda berniat berbalik pergi tapi langsung ditahan oleh Umi Jubaedah sebelum Hafiz melakukannya.
"Tunggu Ayunda duduklah makan bersama kami disini sambil kita ngobrol agar bisa semakin dekat".
"Makasih nyonya tapi saya harus..".
"Duduklah Yun mereka bukan orang lain mereka adalah kedua orang tuaku yang sengaja datang untuk bertemu denganmu jadi tolong jangan kecewakan mereka dengan menolak niat baik mereka Yun".
"Bertemu dengan saya pak.Tapi kenapa?".
Ayunda bertanya karena tidak mengerti maksud sebenarnya dari ucapan Hafiz barusan.
"Duduklah dulu Ayunda mari kita ngobrol dengan santai untuk berusaha saling mengenal lebih dekat mumpung kita semua sudah berkumpul seperti ini",pinta Umi Jubaedah dengan lembut bahkan dia sengaja meminta Ayunda untuk duduk dikursi yang ada disampingnya agar gadis itu tidak bisa menolaknya.
Melihat ekspresi Umi Jubaedah yang terlihat tulus dimatanya Ayunda merasa tidak nyaman untuk terus menolak dan memutuskan untuk duduk disamping Perempuan paruh baya yang masih cantik itu.
Tapi baru saja dia mendudukkan tubuhnya tiba tiba ponselnya berdering dengan cukup keras membuatnya merasa tidak nyaman karena mereka semua langsung menoleh kearahnya secara bersamaan.
"Maaf akan saya matikan".
Ayunda mengambil ponsel miliknya yang ada disaku Gamis yang dikenakannya saat itu berniat untuk mematikannya tapi tertahan saat melihat siapa yang menghubunginya saat itu.
"Siapa?",tanya Hafiz dengan nada tidak suka karena Ayunda seperti sulit untuk menolak mengangkat telponnya itu.
"I..ini..boleh saya angkat sebentar",pintanya dengan ekspresi tidak nyaman pada mereka semua karena ternyata yang menghubunginya saat itu adalah Iman.
__ADS_1