Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
76. 3 Bulan Kemudian.


__ADS_3

"Yun!."


Ayunda melambaikan tangannya kepada Widia yang berdiri didepan jendela Bis yang masih dinaikinya lalu bergegas turun dari dalam Bis begitu pintu Bis terbuka, bahkan dia rela berdesakkan dengan penumpang lain supaya bisa cepat turun untuk menjumpai sahabatnya yang sudah berpindah tempat menjadi didepan pintu Bis nya.


Begitu Ayunda berhasil menerobos turun diantara penumpang lain dia langsung menubruk Widia yang sudah merentangkan tangan kearahnya.


"Gue kangen....,"tubruknya kearah Widia yang membalas pelukannya sama erat.


"Gue juga Yun,gue kangen Lo,kangen banget, rasanya gue nggak sabar waktu Lo nelpon bilang Lo mau balik ke Jakarta," balas Widia dengan mengeratkan pelukannya sampai beberapa orang yang lewat disamping mereka berdua melihat kearah mereka dengan heran.


"Jadi...Apa rencana Lo sekarang setelah balik?Apa Lo masih berniat mencari keberadaan suami Lo lagi?," tanya Widia begitu mereka berdua berjalan keluar dari terminal bis.


Ayunda menggeleng" Gue mau buka lembaran baru Wid," terangnya dengan menatap kelangit malam yang gelap.


"Maksud Lo Yun?."


"Sudah 3 bulan dan selama itu sama sekali nggak ada khabar sedikit pun mengenai keberadaan Bang Iman,jadi pikir gue mungkin aja ini pertanda supaya gue membuka lembaran baru dihidup gue. Wid."


Ayunda mengatakannya dengan menatap kearah Widia yang terdiam mendengar semua yang baru saja dikatakannya itu.


"Lo... yakin Yun mau melupakan nya aja,nggak berniat mencari tau lagi siapa tau aja...,"


Ayunda menggeleng "Gue masih nggak akan bisa ngelupain dia Wid tapi Lo tau sendiri gue nggak punya kemampuan apa apa buat nyari keberadaanya selain dengan cara melihat berita atau menunggu Khabar tanpa kejelasan dari orang yang bilang kenal sama dia jadi..akhirnya gue mutusin buat membuat lembaran baru tanpa dia aja Wid mulai sekarang," jelas Ayunda dengan nada suara getir.


"Tapi ... gimana nanti kalau dia tiba tiba balik nemuin Lo Yun, gimana pun kalian kan udah nikah bukan pacaran?,"

__ADS_1


Widia tau meski saat ini Ayunda berusaha bersikap tegar tapi perasaan kehilangan itu masih terlihat jelas diwajah cantik Ayunda yang sendu.


3 bulan bukan waktu yang sebentar untuk menunggu Khabar tidak pasti tentang Iman karena saat saat itu sangat menyiksa bagi Ayunda, hari hari terberat dalam hidupnya yang membuatnya hanya bisa menangis meratap dan merasa bersalah juga menyalahkan dirinya untuk semua hal dan setelah berada pada titik itu kini dia mencoba untuk mengiklaskan kehilangan yang dirasakannya itu meski rasanya tetap berat.


"Gue selalu berharap dia balik ke gue Wid,karena sampai detik ini perasaan gue ke Bang Iman masih sama.Gue masih sayang dia cinta sama dia bahkan setiap malam gue masih merasa dia ada didekat gue,tapi gue nggak bisa terus hidup dalam keadaan kaya gitu karena itu gue mutusin mau mulai membuka lembaran baru tanpa dia, belajar untuk menerima bahwa sekarang dia nggak ada didekat gue dengan berharap Allah masih memanjangkan jodoh kami Wid,"


Tiba tiba Widia kembali menubruk Ayunda dan memeluk perempuan itu erat dengan terisak membuat Ayunda yang dari tadi sudah menahan tangis jadi ikut terisak bersama Widia sampai membuat banyak mata menatap mereka berdua dengan bingung tapi tidak mereka perdulikan.


Mereka baru saling melepaskan pelukan setelah perasaan mereka terasa lega.


"Jangan khawatir Yun ada gue disamping Lo, Gue akan membantu Lo buat bisa melupakan dia mulai sekarang.Ayo semangat!,"Widia menatap kearah Ayunda dengan wajah penuh tekad berniat memberi semangat pada Ayunda yang terlihat lucu Dimata Ayunda karena wajah Widia saat itu masih ada sisa airmatanya hingga membuat eyeliner dan maskara yang dipakainya meleleh ditambah dengan hidung merah karena baru saja menangis bersama Ayunda dan lipstik yang dipakainya ikut berantakan membuat penampilan Widia menjadi mirip badut dimata Ayunda hingga tanpa bisa dicegah Ayunda tertawa terpingkal menyaksikan bagaimana penampilan Widia saat itu sampai membuat Widia bingung karena Ayunda malah tertawa setelah tadi terlihat sangat sedih.


"Lo kenapa?!,"tanya nya penasaran


Mendengar itu Widia bergegas mengambil kaca kecil didalam tasnya dan langsung berteriak keras histeris begitu melihat bagaimana penampilannya saat itu.


"Aaaa...Yun! Muka gue astaga! Gue harus bersihin ini sekarang!!!," teriaknya panik dengan setengah berlari menuju toilet umum untuk mencuci mukanya.


"Udah,"tegur Ayunda saat melihat Widia keluar dari dalam toilet dengan wajah bersih yang diangguki oleh perempuan itu.


"Hampir saja gue malu,"ucapnya dengan lega.


"Kalau gitu ayo kita balik sekarang ketempat yang udah Lo sewa buat kita tinggal Wid,"ajak Ayunda yang diangguki oleh Widia dengan menggandeng tangan Ayunda pergi dari tempat itu.


"Gue juga udah dapat pekerjaan baru buat kita Yun,"ucapnya yang membuat Ayunda menolah lagi kearah Widia.

__ADS_1


"Dimana Wid?,"tanyanya penasaran.


"Warung makan dan mulai besok kita udah bisa kerja disana,"terangnya dengan senyum cerah yang dibalas Ayunda dengan sama.


***


Sementara itu disalah satu Rumah sakit Swasta di Singapura **


" A..apa dok saya hamil?!," Aisyah langsung terhenyak mendengar apa yang baru saja disampaikan dokter kandungan yang baru saja memeriksanya itu.


"Benar nyonya Aisyah anda hamil dan usia kandungan anda sudah hampir memasuki usia 13 minggu.Anda tidak sadar mungkin karena ini kehamilan pertama anda,tapi anda jangan cemas karena kondisi bayi dalam kandungan anda sangat baik tidak ada masalah sama sekali hanya saran saya mulai sekarang anda harus lebih memperhatikan nya, terutama asupan gizinya karena sudah mulai memasuki awal trimester kedua kehamilan anda," terang dokter itu dengan menyerahkan kertas hasil pemeriksaan pada Aisyah yang membalas semua perkataan dokter itu dengan mengangguk lemah, lalu berjalan keluar dari ruangan dokter kandungan dengan perasaan yang tidak menentu.


"Sudah selesai kamu periksanya Syah? Apa kata dokter? Semua baik baik saja kan?."


Reflek Aisyah menoleh kearah pria yang baru saja menegurnya dengan wajah lembut itu.


Bukannya menjawab pertanyaan pria itu tapi Aisyah memilih langsung menubruk pria itu dan tidak perduli kalau mereka sekarang sedang berada ditempat umum membuat pria yang ditubruknya itu terkejut dengan apa yang tiba tiba dilakukan oleh Aisyah padanya.


"Man...Aku hamil.... Hiks..hiks...Sekarang aku hamil!Bagaimana ini Man?! Hiks....hiks..."


Aisyah menangis terisak didada Iman yang berdiri diam mendengar apa yang baru saja disampaikan perempuan itu padanya karena tidak tau bagaimana mendeskripsikan perasaannya sekarang saat mendengar Khabar itu dari Aisyah.


Apalagi sepertinya Aisyah terlihat sangat terpukul sekarang karena mendengar khabar tentang kehamilannya itu.


Kayanya otor juga ikut terpukul mendengarnya gimana kalian reader🤭

__ADS_1


__ADS_2