
"Kubantu mandi sekarang ya Yank",pinta Iman yang membuat Ayunda langsung tersedak dan buru buru menelan sisa makan dimulutnya sambil terbatuk.
"Uhuk...uhuk... Abang sih!".
Ayunda menerima air putih dari Iman dengan menatap Iman tajam membuat Iman langsung memasang ekspresi tidak bersalah.
"Kok!Kamu aja yang nggak ati ati Yank,jangan jangan tadi mikir yang macem macem",balas Iman dengan tatapan jahilnya membuat Ayunda langsung cemberut.
"Udah ah! Aku mau mandi sekarang",ucapnya lalu bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi berniat untuk mandi agar Iman tidak terus menggodanya tapi sebelum Ayunda mengunci pintu kamar mandi Iman sudah lebih dulu menahan pintunya membuat Ayunda langsung membelalakkan mata terkejut dan berniat berteriak tapi Iman langsung menempelkan jarinya kebibir gadis itu.
"Sttt jangan berisik nanti tetangga sebelah dengar apa yang kita lakukan sekarang",ucapnya lirih dengan meringsek masuk kedalam kamar mandi berukuran 1,5x1,5 meter itu.
"Bang keluar aku mau mandi ngapain Abang ikut masuk nanti didengar orang dikira kita lagi ngapa ngapain tau".
"Emang kita mau ngapa ngapain kok disini",balas Iman tidak mendengarkan penolakan Ayunda membuat Ayunda tetap bersikeras mengusir Iman dari dalam kamar mandi sampai dia hampir terjatuh yang dengan sigap ditangkap Iman, tapi bukannya menyerah Ayunda tetap berusaha mendorong tubuh Iman agar menjauh yang membuat mereka berdua akhirnya benar benar jatuh kelantai kamar mandi dengan Iman berada dibawahnya.
Bruk!!
"Issh...",desis Iman dengan menahan sakit dibagian pan*atnya yang membentur lantai keramik kamar mandi.
"Syukurin siapa suruh ngeyel!",celetuk Ayunda puas melihat Iman mengeluh.
"Sakit Yank kamu terlalu deh".
"Kan sudah kubilang jangan macam macam,Akhirnya jatuhkan".
__ADS_1
"Tega banget sih kamu Yank aku kesakitan malah senang jadi kayanya kamu juga harus merasakannya deh",ucap Iman dengan ekspresi jahil membuat Ayunda waspada khawatir Iman akan membalasnya.
"Abang jangan macam macam!Kalau sampai Abang membuat aku jatuh itu bisa dianggap.... Auwww..Abang!Kenapa aku disiram kan jadi basah kuyup bajuku!",hardik Ayunda terkejut juga marah karena tiba tiba Iman menyiram dirinya dengan gayung dari ember yang membuat baju yang dikenakannya basah parah.
"Kalau air kan nggak sakit jadi kamu nggak bisa melaporkan aku kan",celetuk Iman dengan tertawa puas.
"Nggak sakit tapi jadinya basah aku sekarang!".
"Toh kamu juga mau mandi jadi nggak papa kalau basah".
"Issh...Abang kebiasaan aku balas sekarang",ucap Ayunda dengan mengambil air dari ember yang sama dengan Iman tadi lalu menyiramkan nya keatas kepala Iman hingga membuat rambut Iman basah kuyup sama seperti dirinya meski sebenarnya Iman tadi sudah basah tapi dibagian bawah tubuhnya.
"Syukurin!",ucap Ayunda dengan bermaksud bangun dari atas tubuh Iman tapi ditahan Iman dengan memeluk pinggangnya erat.
"Abang!Apa apaan sih aku mau mandi lalu..".
"Mandi berdua tapi....",Ayunda tampak ragu berbeda dengan Iman yang langsung menarik lepas kaos tanpa lengan yang dikenakannya lalu melemparkannya hingga sekarang tepat dihadapan Ayunda terpampang dada bidang Iman.
"Sini kubantu kamu melepaskan baju yang basah sekarang",pinta Iman dengan menarik Ayunda semakin mendekat yang dituruti oleh Ayunda dengan patuh.
Dengan gerakan perlahan Iman melepas satu persatu kancing baju Ayunda sampai habis lalu menarik lepas kemeja itu dari tubuh Ayunda dan tinggal menyisakan bra yang menutupi bagian dadanya itu pun tidak bertahan lama karena tanpa menunggu perintah Ayunda Iman menarik lepas pengaitnya yang berada dibelakang punggung Ayunda dan melepaskannya hingga sekarang kondisi mereka sama sama polos dibagian atas.
Setelah itu Iman menghidupkan kran air dan perlahan mulai menyiram tubuh mereka berdua secara bersama.
"Ambilkan sabun disampingmu Yank",pinta Iman yang dituruti Ayunda dengan patuh.
__ADS_1
"Ini".
Iman menerima sabun yang diberikan Ayunda lalu menggosokkannya secara perlahan ketubuh bagian atas Ayunda dengan gerakan sengaja menggoda membuat nafas Ayunda terasa tercekat karenanya.
"Suka?",tanya Iman yang dijawab Ayunda dengan anggukan kecil saat Iman dengan sengaja berlama lama mengosokkan bagian ****** milik Ayunda yang sudah mulai mengeras karena selain mengosok dia juga mere*as bagian itu dengan sengaja lalu menjalar kebagian punggung Ayunda membuat gerakan erotis disana sampai kebatas celana legin panjang yang dipakai oleh Ayunda membuat Ayunda tanpa sadar mencengkram kedua bahu Iman sebagai tumpuan dirinya.
"Gantian Yank",pinta Iman yang membuat Ayunda hanya patuh dan tidak sadar kalau Iman ternyata tidak lagi menggerak tangannya seperti tadi ketubuhnya.
"Pakai sabun juga?",tanya Ayunda yang diangguki oleh Iman.
Dengan patuh Ayunda melakukan hal yang sama seperti yang Iman lakukan tadi pada tubuhnya dan begitu dia melakukan itu Iman mencengkram erat bagian pan*atnya yang masih berlapis celana legin panjang basah saat itu.
"Yank ..",panggil Iman dengan menarik tubuh Ayunda mendekat kearahnya lalu menyatukan bibir mereka berdua dengan sangat bergairah sementara tangannya yang berada dibelakang punggung Ayunda perlahan menarik tubuh Ayunda agar semakin menempel kearahnya hingga tubuh mereka berdua tidak berjarak lagi meski masih penuh dengan busa.
Keadaan lantai kamar mandi yang seharusnya terasa dingin petang itu tidak mereka rasakan lagi karena apa yang mereka lakukan dilantai dengan bercampur busa sabun itu membuat suhu tubuh mereka meningkat pesat.
"Bang ...",desis Ayunda dengan nafas terengah karena Iman mengobrak Abrik bagian dalam mulutnya dengan buas dan berusaha menggesek gesekkan bagian bawah tubuhnya yang sudah sangat mengeras dibalik celana jeans-nya yang basah.
"Yank buka...",pinta Iman dengan mengangkat wajahnya menatap kearah Ayunda meminta Ayunda untuk membuat celana panjang yang dipakainya saat itu.
"Tapi...kita sedang mandi dan belum selesai...",celetuk Ayunda karena masih merasakan lengket sabun ditubuhnya yang mulai berdebar tidak karuan.
Mendengar itu Iman sedikit bangkit dari posisinya lalu mengambil air dengan gayung mandi diember dan menyiramkan ketubuh mereka berdua dengan Maksud membilas.
"Sekarang sudah bersih belum?",tanyanya yang dibalas Ayunda dengan gelengan.
__ADS_1
Bagaimana bisa bersih kalau mandi hanya bagian atasnya saja lalu disiram hanya dengan beberapa gayung air dengan posisi berada diatas pangkuan Iman seperti sekarang.
"Aku bilas sendiri saja supaya bersih",ucap Ayunda dengan bangkit dari posisinya duduk dipangkuan Iman tadi lalu berdiri dan mulai melepas celananya dengan ditatap Iman tanpa berkedip yang membuatnya cukup risih tapi berusaha tidak mengindahkannya Karena kalau dia menyuruh pria itu keluar sekarang rasanya juga mustahil.