Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
110.SAH.


__ADS_3

Jum'at pukul 10 pagi Ayunda sudah selesai berdandan dengan memakai kebaya pengantinnya dan sedang menunggu mobil yang akan menjemputnya datang untuk membawanya keMesjid yang menjadi acara pernikahan dirinya dan Iman pagi itu.


"Yun,mobilnya udah datang tuh, ayo kita berangkat sekarang," ajak Widia yang menjadi pendamping pengantin perempuannya dengan membantu Ayunda berjalan perlahan, masuk kedalam mobil yang dibawa oleh Sabrin, untuk mengantar mereka ketempat acara.


"Kak Ayun," sapanya dengan wajah terlihat takjub, waktu melihat penampilan Ayunda yang terlihat sangat cantik mengenakan baju pengantinnya saat itu.


"Ayo Brin jalan sekarang," perintah Widia, setelah dia dan Ayunda sudah berada dalam mobil pengantin.


"Iiya kak Wid, ini aku jalan," balasnya lalu mulai menjalankan mobil itu menuju tempat acara akan berlangsung yang berjarak cukup jauh dari kontrakannya.


Sampai di Masjid, sudah banyak orang yang berkumpul, terdiri dari orang orang yang akan menjadi saksi pernikahan mereka, juga para tamu yang sengaja diundang Iman dalam acara sakral mereka hari itu. Sebagian besar dari para tamu itu , adalah orang orang yang bekerja diKampus, bersama pria itu.

__ADS_1


Sementara sisanya, undangan dari pihak Ayunda, yang hanya terdiri dari orang orang dekatnya saja.


Begitu Ayunda sampai didalam Mesjid, semua mata para tamu undangan termasuk Iman sebagai mempelai pria langsung tertuju kearah Ayunda, dengan tatapan takjub, kagum pada kecantikan perempuan itu, hari itu, yang terlihat benar benar sangat cantik dalam balutan kebaya pengantin yang dikenakannya.


Iman hampir tidak bisa mengalihkan tatapannya dari Ayunda, saat itu. Sampai pak penghulu yang akan menikahkan mereka, sengaja berdehem dengan keras. Agar perhatian sang mempelai pria teralihkan dari pengantin perempuannya untuk sementara.


"Ekhem! Bisa kita mulai acara Ijab qobulnya sekarang?" tanyanya dengan suara cukup keras.


"Baiklah mari kita mulai," Setelah mengatakan itu pak penghulu lalu mengulurkan tangannya kearah Iman, yang langsung digenggam oleh pria itu, sebelum mulai mengucapkan ijab qobul.


"Bismillahirrahmanirrahim, tuan Sulaiman Yazid Al Farizi, saya nikahkan dan kawinkan, engkau, dengan Ayunda Putri binti Usman almarhum, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan, dibayar tunai," ucap pak penghulu.

__ADS_1


" Saya terima nikah dan kawinnya Ayunda Putri binti Usman dengan mas kawin tersebut diatas dibayar tunai," jawab Iman dengan penuh keyakinan waktu mengucapkannya.


"Bagaimana saksi,Sah?!" tanya penghulu pada pri yang sudah ditunjuk sebagai saksi pernikahan mereka berdua hari itu.


"Sah!" jawab mereka serempak, yang tanpa sadar langsung membuat Ayunda dan Iman menghembuskan nafas lega. Lalu bersama sama dengan penghulu dan para undangan lainnya, mengucapkan syukur Alhamdulillah.


Karena akhirnya mereka berdua sudah sah sebagai suami istri lagi, sejak saat itu.


"Sekarang silahkan pengantin wanita mencium tangan pengantin pria dan pengantin pria boleh mencium kening pengantin perempuan, sebagai tanda kalau kalian sudah resmi menjadi suami istri sejak sekarang," perintah penghulu itu, yang langsung dilakukan oleh Ayunda dan Iman. setelah lebih dulu, pria itu menyematkan sebuah cincin kawin ke jari manis Ayunda, begitu juga sebaliknya sebagai tanda ikatan mereka berdua.


"Alhamdulillah.... sekarang, mari sama sama kita doakan pasangan pengantin ini supaya menjadi keluarga, sakinah mawadah warohmah," ucap pak penghulu,lalu membacakan doa sesudah pernikahan untuk mereka berdua, yang diikuti dengan hikmat oleh pasangan pengantin baru itu dan para undangan yang turut hadir diacara sakral itu.

__ADS_1


__ADS_2