Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
59.Tugas Dari Pak Samsul.


__ADS_3

"Ayunda!".


Reflek Ayunda menoleh kearah orang yang memanggilnya dan begitu tau ternyata pak Samsul yang memanggilnya dia merasa sedikit lega karena ternyata bukan Hafiz yang memanggilnya saat itu.


"pak Samsul.Maaf hari aku agak terlambat soalnya tadi sebelum berangkat tiba tiba aku sakit perut dan harus menuntaskan hajat lebih dulu karena itu jadi terlambat!".


Pak Samsul langsung terdiam mendengar apa yang dikatakan gadis didepannya itu.


30 menit Ayunda hari ini memang terlambat 30 menit bukan tanpa alasan dia terlambat selama itu, tapi karena semenit sebelum keluar dari pintu rumahnya tiba tiba Iman yang ada dikamar mandi berteriak minta dia menunggunya supaya mereka bisa berangkat bareng dan meski sudah ditolak Ayunda Iman tetap memaksa agar Ayunda mau menunggunya yang membuat Ayunda sangat kesal tapi terpaksa menuruti.


"Maksudmu toilet?",tanya pak Samsul meyakinkan yang dijawab anggukan oleh Ayunda.


"Iya pak,Maaf ya pak".


"Apa kamu diare?",tanyanya tiba tiba yang langsung dijawab gelengan oleh Ayunda.


"Nggak pak,emang kenapa?".


"Oh syukurlah kalau nggak, soalnya hari ini kamu punya tugas khusus".


"Tugas khusus apa pak?",tanya Ayunda dengan kening berkerut.


"Pak Hafiz,minta kamu saat jam makan siang nanti untuk menjemput tamunya dilantai satu lalu membawa mereka keRestoran ini".


Pak Samsul menunjukan kartu Restoran yang akan menjadi tempat pertemuan antara manajer nya itu dengan tamunya yang akan dijemput Ayunda nanti.


"Oh ini Restoran yang ada dilantai dasar juga ya".


"Iya kamu mau kan.Anggap aja sebagai pengganti tugas yang nggak kamu lakukan pagi ini".


"Oh baik pak.Nggak masalah",jawab Ayunda antusias.


"Tapi sebelum itu...".

__ADS_1


Pak Samsul terdiam dengan memindai penampilan Ayunda yang terlihat sangat biasa dengan atasan kemeja lengan pendek warna biru muda tanpa corak dipadu dengan celana panjang longgar warna hitam serta sepasang sepatu flat hitam murah menghiasi kakinya yang mungil. Semua penampilan nya itu sebenarnya tidak masalah karena tetap terlihat pantas untuknya yang punya wajah cantik terkesan imut sesuai usianya yang baru menginjak 20 tahun, tahun ini.


Melihat pak Samsul tampak menelisik penampilannya Ayunda merasa sedikit jengah lalu bertanya.


"Ada masalah pak dengan baju saya atau penampilan saya sekarang?",tanyanya bingung karena biasanya pak Samsul tidak pernah memperdulikan penampilannya sama sekali selama dia sopan dan rapi.


"Begini Yun sebenarnya tamu yang akan kamu antar ini adalah orang orang agamis maksudnya keturunan yang sangat mementingkan penampilan dan pelayanan saat penyambutan jadi..".


"Oh maksud pak Samsul saya harus bicara dengan sopan saat mengantar mereka keRestoran tempat pertemuan dengan Pak Hafiz begitu?".


Pak Samsul mengangguk"Iya begitu.Selain itu pak Hafiz juga minta padaku supaya kamu jangan berpakaian seperti ini nanti".


"Kenapa?Apa pakaian saya kurang sopan karena memakai kemeja lengan pendek?".


"Kalau untuk kerja dikantor itu sopan tapi kan ini tamu penting dan pak Hafiz bilang kamu harus menemani mereka bukan maksudnya menerangkan sama mereka seandainya pak Hafiz sedikit lambat datang kesana dan menjawab pertanyaan mereka nanti jadi demi menjaga nama baik Mall kita,bisa nggak untuk hari ini saja kamu memakai pakaian yang lebih layak".


"Lebih layak itu seperti apa pak?".


"Sejenis gamis dan kerudung bagaimana?".


"Itu ..sebenarnya ..".


"Pak Hafiz maksudku pihak kantor sudah menyiapkan pakaian yang akan kamu pakai nanti,bahkan ada orang yang akan membantumu berpakaian rapi juga nanti",terang Pak Samsul yang membuat Ayunda merasa lega.


"Kalau begitu saya jadi tenang pak.Lalu jam berapa tamu yang harus saya jemput itu datang?",tanya Ayunda dengan melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukan pukul 8 pagi.


"Sekitar setengah 12 siang.Sekarang bekerjalah dulu nanti kalau sudah waktunya harus bersiap aku akan menelponmu".


"Baik pak saya permisi kalau begitu".


Lalu Ayunda pergi dari hadapan pak Samsul yang juga pergi menuju ruangan Hafiz untuk melaporkan tugasnya yang sudah berhasil dilaksanakan.


"Jadi ..dia setuju?",tanya Hafiz lega setelah mendengar cerita dari pak Samsul kalau Ayunda bersedia menjemput kedua orang tuanya nanti kebawah yang dilanjutkan untuk bertemu dan berbicara dengan mereka sesuai dengan rencananya.

__ADS_1


"Iya pak".


"Syukurlah aku senang mendengarnya.Dan soal penampilan bagaimana?Apa dia juga setuju untuk berubah sesuai yang aku inginkan?".


"Itu juga Ayunda mau pak".


"Terimakasih banyak pak Samsul aku senang mendengarnya".


"Iya pak dan semoga nanti pertemuannya lancar ya pak".


"Amin doakan ya pak Samsul karena aku sangat berharap kalau Ayunda akan langsung setuju dengan niat baikku itu nanti setelah bertemu dengan kedua orang tuaku".


"Saya doakan pak sekarang saya permisi dulu".


Lalu pria paruh baya itu keluar dari ruangan Hafiz sementara setelah mendengar apa yang diceritakan pak Samsul tadi Hafiz tidak bisa konsentrasi lagi untuk bekerja, ingin rasanya waktu cepat berputar menjadi jam makan siang agar dia bisa bertemu dengan Ayunda karena meski sekarang juga bisa dia sedang menahan untuk tidak melakukannya sampai nanti siang saat gadis itu berpenampilan cantik untuknya..


***


"Saya harus pakai baju ini mbak?",tanya Ayunda pada perempuan yang diminta pak Samsul untuk membantunya berdandan dan juga berpakaian sesuai keinginan Hafiz yang tidak diketahuinya.


"Iya dek,kamu suka nggak model bajunya kalau nggak suka biar aku suruh pegawaiku dibawah untuk membawakan model lain".


"Oh nggak usah repot repot mbak ini aja cukup. Malah menurutku berlebihan karena aku kan cuma menerima tamu tapi kaya mau diajak kekondangan aja",celetuk Ayunda menatap penampilannya sekarang dicermin yang terlihat berubah meski sejujurnya dia suka.


"Nggak papa kadang berpenampilan cantik itu perlu meski Adek sebenarnya memang sudah cantik tapi dengan berpenampilan seperti ini sekali kali nanti pasti bikin calon suami Adek tambah suka".


Mendengar ucapan Perempuan cantik berusia beberapa tahun lebih tua darinya itu Ayunda hanya meringis tapi menyetujuinya dan tiba tiba dia teringat pada Iman..


"Mbak nanti kalau sudah selesai mendadani aku tolong fotokan ya hasilnya soalnya aku mau simpen buat kenang kenangan".


"Buat kenang kenangan apa buat dikirimkan kecalon sih...",goda si Mbak yang membuat wajah Ayunda yang sudah berperona pipi pink jadi semakin semburat merah.


"Disimpan buat sendiri mbak",balas Ayunda malu tapi dalam hati berniat menunjukannya nanti pada Iman kalau nanti mereka bertemu, bahkan dia berniat untuk tidak menghapus riasannya ini sampai nanti sore saat pulang agar saat Iman melihatnya pria itu juga terpesona dan pasti akan memujinya karena biasanya saja dia tidak berdandan Iman selalu memujinya cantik.

__ADS_1


Memikirkan itu membuat Ayunda tidak sabar ingin cepat pulang untuk bertemu Iman suaminya.


__ADS_2