Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
38.Kesalah pahaman Manis.


__ADS_3

"Yun kamu..kamu kenapa?",tanya Iman gugup melihat Ayunda menangis terisak padahal mereka baru saja merasakan nikmatnya surga dunia tapi sekarang Ayunda malah menangis seolah dia tidak mengiklaskan keperawanannya yang baru saja menjadi milik Iman.


"Abang jahat!",ucapnya dengan menyapu air mata yang masih mengalir dipelupuk matanya membuat Iman tanpa sadar menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung bagaimana cara membujuk Ayunda sekarang yang malah mengatakannya jahat padahal dia tadi merasa sudah bersikap selembut mungkin pada istrinya sampai didetik terakhir setelah mereka sama sama mencapai puncak percintaan pada gadis itu agar dia benar benar tau kalau Iman sangat menghargai apa yang sudah diberikannya tadi .


"Ya..Ayunda sayang maaf...Abang nggak bisa menahan diri tadi Karena kamu......sangat menggoda jadi....rencana terpaksa kita percepat",jawab Iman dengan ekspresi wajah merasa bersalah.


Mendengar jawaban Iman bukannya menjadi luluh Ayunda malah terlihat semakin kesal pada Iman membuat Iman benar benar bingung dibuatnya sampai dia berpikir apakah harus membujuk Ayunda seperti membujuk anak kecil dengan memberinya iming iming juga.


"Sayang...jangan ngambek ya nanti kita jalan jalan kok sesudah kamu nggak capek lagi sekarang kamu mau pesan makanan dulu atau mandi dulu atau..mungkin istirahat saja.Apapun yang kamu mau Abang turuti deh yang penting kamu nggak menganggap Abang jahat karena udah ngambil keperawanan kamu yang sebenarnya...itu memang hakku",ucapnya lirih dikata terakhir berharap Ayunda tidak mendengar nya.


Tapi karena mereka duduk berhadapan diatas ranjang yang cuma berjarak tidak lebih dari dua jengkal tentu saja Ayunda mendengar dengan jelas seluruh perkataan Iman yang membuat Ayunda menjadi semakin kesal tidak jelas pada pria itu.


Karena Iman memperlakukannya dengan sangat lembut seolah dia adalah barang yang sangat berharga bagi pria itu sampai Iman sekhawatir itu hanya karena melihatnya menangis setelah mereka bercinta karena merasa terharu.


Dia semakin merasa kesal karena Iman tidak peka dengan maksud hatinya yang entah mengapa merasa bersalah karena baru memberikan hak pria itu sekarang bukan sebelum sebelumnya dan membuat Iman terus saja menahannya agar dia merasa nyaman dengan pria itu.


"Kok Abang ngomongnya malah kaya gitu sih!",balas Ayunda dengan sedikit ketus karena tidak suka dengan sikap merasa bersalah Iman.


"Ya...harus gimana?Aku juga bingung Sayang karena kamu tiba tiba menangis sampai terisak begitu.Padahal tadi sebelumnya baik baik saja.Apa memang sesakit itu ya setelahnya? Jadi kamu menangis sekali kalau memang benar...", Iman menghentikan ucapannya lalu mengamati kondisi tubuh Ayunda yang saat itu masih polos hingga dia bisa melihat jelas kondisi tubuh istrinya itu yang dipenuhi totolan seperti macan tutul dari batas atas leher sampai.... 'Astagfirullahaladzim' Tanpa sadar Iman beristigfar dalam hati saat melihat bulatan ****** dada Ayunda sekarang yang dipenuhi bekas isapannya yang sampai menyerupai kelopak bunga yang sedang mekar karena disetiap sisi ****** dada gadis itu terdapat tanda merah teratur yang mengelilinginya dengan bagian tengah bulat merah kecoklatan yang terlihat sangat cantik dimata Iman dan ingin rasanya dia mengabadikan hasil karya sempurnanya itu kalau nggak takut kena pasal pidana.

__ADS_1


"Aku menangis bukan karena sakit kenapa Abang nggak peka sih?!",hardiknya lagi dengan memonyongkan bibirnya sampai membuat penampilan Ayunda saat ini sangat....Sexy' .


Ya itu yang terlihat Dimata Iman sebagai pria dewasa pada Ayunda yang baru sekita 30 menit lalu sempurna menjadi seorang perempuan seutuhnya dan perempuan cantik itu adalah miliknya seorang membuat Iman tanpa sadar merasa bangga.


Kalau bukan karena sakit lalu karena apa dong.Abang bingung sayang jadi sebaiknya kamu bilang kenapa?Apa yang salah atau dimana yang sakit jadi Abang bisa tau kalau kamu ngambek seperti itu....".


Iman menggaruk kepalanya lagi yang tidak gatal dengan ekspresi bingung dihadapan Ayunda.


"Ya udah aku ngomong sekarang sama Abang kalau aku kesal sama Abang tu karena Abang malah terus saja merasa bersalah sama aku hanya karena melihat aku menangis.Padahal Abang tau nggak kenapa aku menangis?".


Iman dengan polosnya menggeleng"Nggak...".


"Karena Abang ngomong manis banget sama aku setelah kita bercinta tadi dan itu membuat aku merasa bersalah karena baru tadi bisa memenuhi kewajibanku sebagai seorang istri pada Abang dan selama ini membiarkan Abang menahannya pasti aku sudah dilaknat sama malaikat selama ini karena nggak memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri hiks....hiks.... ".


"Cup..cup jangan nangis sayang.Aku nggak pernah berpikir sesempit itu soal kamu Yun.Aku nggak meminta hakku lebih cepat karena aku nggak ingin kamu melakukannya hanya sebagai sebuah kewajiban saja".


"Maksud Abang?",tanya Ayunda dengan menyapu sisa airmatanya dengan punggung tangan yang langsung ditahan Iman dengan menyapukan airmata Ayunda dengan tisu yang ada didekat ranjang.


"Kita itu suami istri bukan cuma partner bercinta.Meski tidak bisa menjadi suami yang sempurna aku nggak mau hubungan kita yang dimulai dengan kesalahan akan terus dilandasi oleh kesalahan jadi aku ingin pelan pelan kita saling mengenal dan aku berharap kamu merasa nyaman menjalani pernikahan ini denganku lalu setelah kamu nyaman hubungan fisik yang kita lakukan bukan hanya menjadi sebuah kewajiban tapi juga sesuatu yang membuat kita menjadi semakin dekat dalam arti sesungguhnya.Apa kamu mengerti maksud ku sebenarnya Yun?".

__ADS_1


Ayunda mengangguk"Ya...tapi malaikat tetap akan marah sama aku Bang karena aku nggak mau melakukan kewajibanku sebagai istri bagaimana dong".


Mendengar itu Iman langsung menoel ujung hidung Ayunda dengan gemas.


"Emang malaikatnya bilang sama kamu kalau dia marah karena sebelum ini kita nggak benar benar melakukannya sampai selesai?",ucap Iman yang membuat Ayunda reflek langsung mencubit dada pria itu karena ucapan seriusnya ditanggapi dengan bercanda.


"A.. auwww Yun....kamu....".


"Syukurin salahnya orang ngomong serius malah diajak bercanda",balas Ayunda dengan mencibirkan bibirnya kearah Iman.


"Aku juga serius Yun.Dimana bercandanya?",jawab Iman dengan menaikkan kedua alisnya yang dibalas Ayunda dengan mendorong tubuh Iman agar menjauh darinya dan dia bermaksud untuk turun dari ranjang tapi begitu kakinya menyentuh lantai tiba tiba tubuhnya langsung limbung karena ternyata kakinya tidak punya tenaga untuk menopang berat tubuhnya saat itu.


Iman yang melihat itu dengan cekatan menangkap tubuh Ayunda agar tidak jatuh.


"Yun kamu nggak papa?",tanya cemas.


"Kayanya tenagaku habis deh Bang",jawabnya dengan memegang kedua lengan Iman sebagai tumpuan tubuhnya yang lemas.


"kamu mau kemana aku antar".

__ADS_1


"Kekamar mandi",jawabnya.


Mendengar jawaban Ayunda yang ingin pergi kekamar mandi dengan sigap Iman membopong tubuh Ayunda dan membawanya kesana.


__ADS_2