
Sudah lewat tengah malam tapi Iman belum juga kembali kerumah.Ayunda mulai gelisah berkali kali dia mem bolak balikkan tubuhnya karena tidak juga bisa memejamkan matanya. Resah memikirkan semua yang terjadi hari ini. Meski sebelum berpisah tadi ekspresi Iman terlihat mulai melembut padanya bahkan dia memberikan kartu debit pada Ayunda dan menyuruhnya untuk mengambil uang dari sana karena mungkin dia berpikir Ayunda tidak punya uang atau....memang dia ingin memberikannya. Meski Ayunda tidak mengambilnya karena dia tidak merasa memerlukannya karena masih punya uang cas untuk digunakannya belanja dan membeli dua bungkus nasi goreng diwarung pinggir jalan yang berniat dimakannya dengan Iman malam itu yang dipikirnya akan pulang cepat.
Tapi ternyata sampai jam hampir pukul 1dini hari Iman belum juga pulang, saat dia mencoba menghubungi ponsel pria itu ternyata tidak diangkat membuat Ayunda berpikir kalau Iman masih marah atas apa yang tadi dilakukannya jadi dia memutuskan berhenti menelpon dan hanya mengirim chat kepria itu mengatakan maaf dan minta Iman untuk segera pulang.
Hampir pukul 3 subuh karena Iman belum juga pulang dan Ayunda yang merasa lelah akhirnya tertidur Dnegan niat besok pagi harus menyelesaikan masalahnya dengan Hafiz.
Ayunda terbangun saat mendengar Alarm dari ponselnya dengan masih mengantuk Ayunda memeriksa ponselnya pukul 5.30pagi dan pesan yang dikirim nya belum dibaca pria itu dan Iman juga belum pulang kemana dia?.
Ayunda merasa heran karena ini pertama kalinya sejak hubungan mereka layaknya suami istri sebenarnya Iman mengabaikan pesannya juga tidak pulang kerumah.
Tidak ingin berpikir semakin macam macam dan merasa khawatir dengan sang suami Ayunda bergegas bangun dari tidurnya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu berniat pergi bekerja untuk mengembalikan barang milik Hafiz yang dikenakannya kemarin juga minta penjelasan pada pria itu tentang masalah kemarin.
Setelah siap meski baru pukul 6.30 pagi Ayunda memilih berangkat bekerja dengan berharap Iman akan segera membalas pesannya atau menghubunginya.
Sampai ditempat kerja dia langsung melakukan pekerjaan nya seperti biasa dengan tetap membawa barang yang akan dikembalikannya pada pria itu.
Tapi begitu masuk kedalam ruang kerja Hafiz berniat membersihkannya dia terkejut melihat Hafiz ada disana sedang merebahkan tubuhnya disofa yang ada diruang kerja itu.
"Oh maaf saya kira kantor bapak kosong kalau begitu saya keluar.Nanti saja saya bersihkan",ucapnya berniat keluar dari dalam kantor tapi langsung dicegah Hafiz.
"Bersihkan saja Yun.Aku hanya ingin merebahkan tubuhku sebentar lagi sebelum membersihkan diri dan bekerja hari ini",perintahnya tetap berada disofa tempatnya semula dengan lengan berada diatas dahi.
"Baik kalau begitu pak saya akan bersih bersih.Maaf kalau berisik!".
Lalu tanpa memperdulikan keberadaan Hafiz Ayunda melakukan pekerjaannya seperti biasa dan dia memang sudah bertekad mulai hari ini dia tidak akan menanggapi lagi pria itu seperti sebelumnya karena tidak ingin terkena masalah seperti kemarin yang membuat dia dan Iman bertengkar hebat karena salah paham.
__ADS_1
"Kamu...kemarin tidak disakitinya kan?",tanya Hafiz tiba tiba dengan menoleh kearah Ayunda yang seketika menghentikan pekerjaannya yang sedang mengepel lantai.
"Siapa maksud Bapak yang sudah menyakiti saya?".
"Tentu saja Iman.Siapa lagi",jawab Hafiz dengan bangun dari posisinya disofa untuk duduk dengan menatap kearah Ayunda penuh selidik.
"Bukan Bang Iman yang menyakiti saya tapi Bapak dan keluarga Bapak yang sudah menyakiti saya dengan menganggap saya seperti orang bodoh kemarin.Tapi bisa bisanya Bapak malah berpikir kalau suami saya yang sudah menyakiti saya! Bapak benar benar tidak punya hati nurani Bernai menuduh dia seperti itu".
"Aku dan keluargaku tidak bermaksud melakukan itu padamu Yun jadi kuharap kau..".
"Aku kecewa dengan Bapak dan seluruh keluarga Bapak bisa bisanya Bapak membohongi saya seperti kemarin membuat Penilaian saya pada Bapak dan keluarga Bapak menjadi hancur karena apa yang sudah kalian lakukan pada saya dan suami saya pak".
"Suamimu?".
"Iya suami saya Bang Iman.Apa Bapak masih berpikir kalau kami tidak menikah karena saya tidak pernah mengatakan hal itu selama ini pada Bapak!?".
"Saya juga awalnya berpikir begitu tentang Bapak".
"Maksudmu?''.
"Bukankah Bapak juga tidak pernah mengatakan tentang pernikahan Bapak pada saya sampai semua keributan itu kemarin dan menurut saya itu bukan masalah karena saya hanya pegawai rendahan ditempat ini".
"Aku tidak pernah berpikir kamu hanya pegawai ku saja Yun.Aku...".
"Saya tidak suka pemikiran Bapak tentang saya.Karena tujuan saya berada disini adalah hanya untuk bekerja tidak ada maksud lain tapi dengan tega Bapak melakukan hal kemarin pada saya tanpa mengatakan apapun lebih dulu pada saya membuat saya benar benar sangat kecewa pada Bapak".
__ADS_1
"Apa salah kalau aku punya perasaan istimewa padamu Yun".
"Tidak salah tapi itu tidak pantas. karena kita berdua sudah sama sama menikah pak.
"Yun dengarkan dulu, bukan begitu.Perasaanku padamu dan perasaan ku pada Aisyah istriku itu dua rasa yang berbeda jadi...".
Hafiz berniat bangun dari duduknya tapi langsung dicegah oleh Ayunda.
"Tolong Bapak menjaga jarak dengan saya agar saya tidak merasa semakin benci dengan Bapak lebih dari ini karena bagaimanapun Bapak adalah atasan saya".
Mendengar ucapan Ayunda Hafiz langsung membatalkan niatnya untuk bangkit dari posisinya saat itu.
"Kamu membenciku?Kenapa?".
"Karena Bapak dan keluarga Bapak pembohong!Jangan lagi mencoba mengatakan pembenaran tentang apa yang sudah kalian lakukan pada saya kemarin, juga tentang apa yang Bapak rasakan pada saya karena itu membuat saya semakin tidak suka dengan kalian".
"Termasuk Iman bukan? Karena dia juga salah satu anggota keluargaku Yun".
"Saya tidak ingin membahas Bang Iman dengan Bapak karena itu urusan pribadi kami".
"Bagaimana bisa?Itu tidak adil".
Hafiz menutupkan kedua tangannya kewajah dengan ekspresi terluka yang membuat Ayunda sama sekali tidak bersimpati sama sekali melihatnya bahkan merasa kesal tapi dia harus bicara dengan Hafiz sekarang agar pria itu tidak lagi berani berbuat hal seperti yang kemarin padanya dimasa depan.
"Sudahlah pak yang pasti mulai hari ini tolong jangan lagi bersikap seperti sebelumnya pada saya.Apalagi sekarang Bapak sudah tau kalau saya adalah ipar Bapak .Saya tidak ingin lagi dipandang dengan tatapan penuh kebencian oleh istri Bapak karena dianggap sebagai perebut suaminya karena saya juga tidak suka dia dekat dengan suami saya pak".
__ADS_1
"Dia tidak akan pernah melakukan hal itu lagi padamu Yun karena gara gara masalah kemarin dia berniat menggugat cerai aku".,ucap Hafiz dengan wajah muram.
Membuat Ayunda hanya diam tapi tidak bersimpati sama sekali saat mendengarnya karena itu bukan urusannya.