
"Kamu duduklah disini dulu",pinta Iman dengan meletakkan tubuh Ayunda diatas tutup closet hotel.
" Sekarang Abang keluar aja.Aku bisa kok sendiri mandinya",jawabnya yang tidak digubris oleh Iman dan lebih memilih memeriksa air dari shower menjadi kehangat.
Lalu setelah dirasa suhu Air sesuai Iman kembali mendekat kearah Ayunda untuk membantunya bangun dari posisi duduknya diatas closet.
" Sekarang aku bantu kamu mandi",ucapnya yang langsung membuat wajah Ayunda merah padam karena malu .Bagaimana tidak malu kalau selama hidupnya atau lebih tepatnya sejak dia tidak punya orang tua lagi tidak ada yang pernah membantunya untuk mandi baik itu dulu bibiknya yang menjadi pengganti ibunya ,karena sejak ikut bibinya dia dituntut untuk menjadi pribadi yang mandiri dalam segala hal diakibatkan keterbatasan ekonomi dari keluarga bibinya.
Dan sekarang tiba tiba seorang pria yang meski berstatus sebagai suaminya tapi tetaplah mantan orang asing akan membantunya untuk mandi.Hal sangat pribadi itu akan dilakukannya dengan dibantu oleh orang lain yang berjenis kelamin beda dengannya.
Memikirkan itu membuat Ayunda merasa sangat malu sekali pada Iman.
"E ..Biar aku lakukan sendiri aja Bang.Abang tunggu aja diluar kalau khawatir.Nanti aku panggil kalau aku butuh bantuan",pintanya dengan menunduk malu.
Bukannya mendengarkan ucapan keberatan Ayunda Iman malah langsung membopong tubuh Ayunda tepat kebawah shower yang sudah dihidupkannya lalu berdiri dibelakang Ayunda untuk menopang tubuh perempuan itu.
"Bukankah kamu bilang tadi kalau kakimu lemas.Aku khawatir kalau kamu tergelincir karena itu aku akan menopangmu dari belakang saat kau membersihkan tubuhmu",ucap Iman dengan berdiri tepat dibelakang Ayunda dan menyuruh Ayunda untuk bersandar padanya.
Sebenarnya apa yang dilakukan Iman untuknya yang saat berdiri masih terasa tidak bertenaga memang sangat membantunya sekali , tapi yang disandarinya saat ini itu bukanlah sebuah tembok melainkan tembok hidup yang membuat seluruh inderanya menjadi sensitif terutama indera perasanya.
__ADS_1
Dan tidak bisa diabaikannya begitu saja terutama saat Iman menawari membantunya mengosokkan sabun ketubuhnya Ayunda benar benar tidak bisa tidak merasakan apa apa dan tanpa bisa dicegah era*an meluncur dari mulutnya begitu tangan Iman yang penuh busa sabun sengaja menggosok dengan sesekali mencubit dan mere*as bagian dadanya.
"Bang....",desis Ayunda dengan wajah setengah mendongak dan mulut terbuka merasakan sensasi berdesir sebagai tanda gairahnya bangkit karena pemainan tangan Iman yang penuh busa itu dibagian nipplenya.
"Suka.....Sayang..",bisik Iman disamping telinga Ayunda yang dijawab Ayunda dengan era*an bukan dengan jawaban .
Melihat bagaimana reaksi Ayunda karena gerakan tangannya membuat Iman menjadi semakin berani untuk mengerakkan tangannya yang masih penuh busa sabun itu kebagian tubuh Ayunda yang lain dengan sesekali memberikan gigitan kecil ditelinga dan tengkuk gadis itu agar gairah Ayunda semakin bangkit.
"Akh....",Ayunda menjerit keras saat satu jemari Iman menerobos masuk kebagian bawah tubuhnya karena merasakan perih dibagian itu mungkin akibat gempuran milik Iman tadi yang seperti nya membuat miliknya itu koyak dan terluka.
"Sakit sayang?",tanya Iman dengan menghentikan gerakan jemarinya karena mendengar Ayunda terpekik barusan.
"Maaf aku akan pelan pelan..",balas Iman dengan kembali menciumi tengkuk Ayunda sampai Ayunda kembali terbuai sementara jarinya perlahan menerobos masuk semakin dalam kebagian inti Ayunda dengan gerakan maju mundur cantik membuat Ayunda Reflek membuka kedua kakinya untuk memudahkan gerakan jemari Iman bermain disana.
"Akh....Bang...", desis Ayunda dengan nafas teren*ah dan tubuh mengejang saat merasakan sesuatu dari dalam dirinya seperti akan meledak keluar.
Melihat reaksi Ayunda Iman dengan sengaja mempercepat gerakan jemarinya sampai akhirnya Ayunda benar benar meledak dan sebelum Ayunda benar benar pulih dari sensasi klimax nya Iman segera memutar tubuh gadis itu menghadap kearahnya nya lalu mengangkat satu kaki Ayunda sebelum menerobos kan miliknya dengan sedikit paksa masuk kedalam milik Ayunda yang terasa hangat dan sangat ni*mat. Mereka berdua langsung menge*ang keras bersama karena penyatuan itu karena sama seperti Iman Ayunda juga merasakan perasaan yang sama saat milik Iman masuk secara penuh kedalam miliknya.
"Bang..",desis Ayunda dengan menumpukan tangannya kebahu kokoh Iman sebagai tumpuan saat Iman mulai menggerakkan miliknya didalam milik Ayunda dengan gerakan cepat dan lupa kalau mereka sekarang sedang berada dibawah shower karena mereka berdua lebih perduli pada perasaan luar biasa dari penyatuan kedua mereka hari ini.
__ADS_1
"Sayang.... Akh....",desis Iman meracau tidak jelas karena merasakan dirinya seperti melayang layang diatas langit, tinggi tinggi dan semakin tinggi sebelum akhirnya percikan kembang api pertama meledak diiringi yang kedua lalu...Du..ar !!!.
Sebuah ledakan dahsyat dari kembang api yang paling besar yang ada didalam diri mereka berdua yang membuat ledakan sangat hebat dalam diri mereka yang membuat Ayunda langsung terkulai dalam pelukan Iman dengan nafas memburu dan tubuh lemas karena dia tidak hanya sekali merasakan ******* dipercintaan mereka sekarang hingga membuat energinya habis tidak bersisa lagi.
Melihat Ayunda terkulai lemas kehabisan tenaga karena ulahnya Iman langsung berinisiatif untuk memandikan gadis itu yang hanya bisa pasrah dengan apa yang Iman lakukan padanya.
"Aku bersihkan dirimu dulu lalu nanti kamu mandi wajib sendiri ya",ucap Iman yang diangguki oleh Ayunda dengan menempel seperti kukang ketubuh Iman saat pria itu membantunya membersihkan diri dari sisa percintaan mereka barusan.
Setelah dirasa Ayunda sudah bersih Iman memasangkan batrobe mandi hotel ketubuh perempuan itu lalu membawanya keranjang.
"Istirahat dulu kamu pasti lelah sekarang",perintah Iman dengan menyelimuti tubuh Ayunda karena meski saat itu masih siang hari tapi karena tadi mereka cukup lama bermainnya dibawah air Iman jadi khawatir kalau Ayunda akan sakit jadinya.
"Abang mau kemana?",tanya Ayunda dengan ekspresi mengantuk menatap Iman.
"Mandi sebentar nanti Abang temani kamu tidur", terang Iman yang diangguki oleh Ayunda.
Tapi begitu Iman keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan diri lebih tepatnya mandi wajib ternyata Ayunda sudah terlelap dengan nafas teratur membuat Iman tersenyum melihatnya.
"Kamu pasti kelelahan ya Yun, maaf ya karena ternyata sekali buatku bercinta dengan mu nggak cukup.Kamu terlalu cantik dan menggoda buatku",gumam Iman dengan ikut naik keatas tempat tidur dan memeluk Ayunda yang sedang tidur.
__ADS_1
"Bagiku kamu adalah anugerah terbaik yang dikirim Allah untukku Yun.Aku menyayangimu semoga Allah memanjangkan jodoh kita sampai kita bisa menua bersama",bisik Iman ditelinga Ayunda yang dijawab Ayunda dengan gumaman entah dia mendengar atau itu hanya gumaman dalam tidur Iman tidak perduli karena setelah membisikkan itu ketelinga Ayunda Iman mengecup sebentar puncak kepala istrinya lalu menarik tubuh Ayunda kedalam pelukannya dan ikut memejamkan matanya bersama Ayunda masuk kedalam mimpi.