Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
65. Bertengkar.


__ADS_3

"Lepas!".


"Hah!A...Apa yang harus dilepas?!",tanya Ayunda bingung mendengar perintah Iman begitu mereka keluar dari dalam restoran tadi.


"Apa yang kamu pakai sekarang!".


Perintahnya membuat Ayunda reflek mencengkram bajunya mendengar permintaan Iman.


"I...ini ditempat umum.Bagaimana bisa Abang menyuruhku membuka semuanya disini?".


Mendengar itu Iman lalu menarik tangan Ayunda lagi dengan cukup kuat sepertinya kali ini dia benar benar sangat marah sampai tidak sadar apa yang dilakukannya itu membuat Ayunda sedikit terseok karena baju yang dipakainya membuatnya sulit berjalan.


"Tunggu disini!Jangan kemana mana!!",perintah Iman dengan sedikit pelan karena saat itu mereka berada ditoilet umum Mall.


"A..Abang mau kemana?Kita pulang aja sekarang",ajak Ayunda yang tidak didengarkan Iman dan memilih langsung pergi meninggalkan perempuan itu disana sendirian membuat Ayunda hanya bisa menghela nafasnya lelah.Ya Ayunda merasa lelah secara lahir maupun batinnya hari ini. Jadi sambil menunggu Iman datang Ayunda memilih berjongkok dengan menekuk lututnya dan tidak perduli pada tatapan dari orang orang yang berlalu lalang sambil memperhatikan dirinya yang terlihat aneh dimata mereka.


Entah berapa lama dia berada diposisi seperti itu untuk menunggu Iman yang pasti dia merasa itu sudah sangat lama.Ingin rasanya dia pergi saja dari sana untuk pulang dan tidak perduli lagi kalau sekarang sebenarnya belum waktunya jam pulang kerjanya tapi rasanya dia tidak akan mungkin bisa kembali lagi bekerja setelah semua hal yang dialaminya tadi.


"Ini!".


Ayunda terkejut dan langsung mendongak ke Iman yang tiba tiba memberikan sebuah paper bag padanya.


"Apa ini?",tanyanya masih belum beranjak dari posisinya dilantai toilet Mall.


"Baju ganti.Pakai dan ayo kuantar pulang karena setelah ini aku ada urusan penting lagi".


"Abang mau kemana?",tanya Ayunda dengan bangun dan berdiri menjajari Iman.


"Ganti dulu bajumu sekarang!",perintahnya dengan tidak menjawab pertanyaan Ayunda yang terpaksa diangguki oleh Ayunda dengan wajah muram karena Iman terlihat masih sangat kesal padanya.


"Aku ganti baju dulu sebentar.Abang tunggu ya".

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban Iman Ayunda langsung masuk kebilik toilet yang kosong untuk mengganti baju yang dikenakan sekarang dengan yang berada dipaper bag yang diberikan Iman.


"Sudah ayo Bang",ajak Ayunda tapi Iman belum juga beranjak dari tempatnya membuat Ayunda bingung.


"Apa lagi?",tanyanya menatap bingung kearah Iman.


"Bersihkan riasanmu juga.Didalam paperbag tadi ada pembersihnya juga yang sengaja kubelikan".


"Itukan bisa nanti dirumah.Masa harus disini sih Bang",protesnya meski tadi dia memang melihat benda yang dikatakan Iman tapi dia rasa membersihkan riasan kan bisa dilakukan dirumah memangnya harus sekarang juga.Apa mengganti baju saja nggak cukup,batin Ayunda lelah dan tidak habis pikir dengan pemikiran Iman.


"Bersihkan sekarang.Aku tunggu!".


Ingin rasanya Ayunda berteriak keras saat mendengar perintah Iman karena menurutnya itu terlalu berlebihan sekali.


"Ya udah aku bersihkan sekarang!Tunggu disana!",balasnya ketus lalu mulai menggosok wajahnya dengan pembersih makeup yang sengaja dibeli Iman untuk membersihkan makeup yang dipakainya tadi menemui orang orang yang dipikirnya tamu tapi ternyata mereka adalah keluarga Hafiz yang berniat mengenalnya karena dipikirnya dia punya hubungan spesial dengan pria itu dan ....Ah.


Ayunda mengosok dengan keras wajahnya karena tiba tiba menjadi kesal begitu ingat apa yang terjadi tadi direstoran dan...Setelah ini dia harus menanyakan semuanya pada Iman apa hubungannya dengan Hafiz dan keluarganya tadi dan kenapa dia malah marah padanya yang sebenarnya adalah korban disini tapi dianggap yang bersalah oleh Iman membuat Ayunda benar benar kesal pada mereka semua yang ada disana termasuk Iman suaminya yang tidak jujur kalau ternyata dia bukan pekerja bengkel biasa seperti yang diakuinya.


"Sudah ayo kita pulang!",ajak Ayunda dengan berjalan mendahului Iman dengan menenteng paperbag berisi baju yang tadi dipakainya, dengan niat besok akan dia kembalikan ke yang empunya juga meminta penjelasan.


"Buang saja isi tas itu!",perintah Iman dengan berusaha meraih paperbag ditangan Ayunda yang langsung dilarang oleh Ayunda.


"Jangan!Ini mau aku kembalikan pada yang punya besok",balasnya ketus.


"Kubilang buang sekarang Yun!",perintah Iman dengan suara dingin membuat Ayunda menghentikan langkahnya lalu menatap Iman tajam karena saat itu dia juga sama marahnya seperti Iman sekarang yang sudah dianggap boneka bagi keluarga mereka tadi.


"Aku bilang jangan!Ini harus aku kembalikan pada yang punya.Apa Abang nggak ngerti!".


"Kubilang buang!! Buat apa kamu masih memperdulikan barang barang itu!".


Iman lalu mengambil paksa paperbag ditangan Ayunda dan setelah berhasil langsung membuangnya ketempat sampah yang tidak jauh dari nya.

__ADS_1


"Abang!Kenapa dibuang?!Aku bilang itu mau aku kembalikan besok!".


Lalu Ayunda mengambil lagi paperbag yang baru saja dibuang oleh Iman tadi dengan sangat marah.


"Kenapa kamu keras kepala nggak mau membuang barang pemberian pria brengsek itu!!Apa sebenarnya kamu memang menyukainya karena itu kamu berniat menemuinya dengan alasan mau mengembalikan barang itu! Begitu!!".


"Plak!".


Reflek Ayunda melayangkan tangannya kewajah Iman dengan sangat marah setelah mendengar apa yang diucapkan Iman padanya.


"Kau... Yun..".


Iman langsung menyentuh pipinya yang baru saja dipukul Ayunda dengan ekspresi terluka menatap Ayunda yang sama terkejut setelah melakukan itu .


Pukulan Ayunda tidak terlalu sakit karena tenaga yang dimiliki Ayunda tidak terlalu besar saat melakukannya tapi hatinya sangat sakit karenanya dan dia tidak bisa bilang dia sekarang baik baik saja setelahnya.


"Ma..maaf Bang..A..aku..".


"Sekarang kamu pulang saja dulu.Aku harus pergi kesuatu tempat nanti kita bicara kalau kita berdua sudah lebih tenang",setelah mengatakan itu Iman berjalan pergi meninggalkan Ayunda yang syok karena tadi tiba tiba menampar wajah Iman.


Melihat Iman berjalan menjauh reflek Ayunda berteriak memanggilnya keras berharap Iman akan menghentikan langkahnya dan berbalik lagi kearahnya seperti biasanya.


"Abang!".


Iman langsung menghentikan langkahnya begitu mendengar suara Ayunda memanggilnya seperti harapan Ayunda, membuat Ayunda bergegas menghampiri pria itu.


"Maaf...aku nggak sengaja.Tolong jangan marah lagi.Aku mengaku salah dan nggak akan melakukannya lagi",ucapnya dengan mulai terisak.


Melihat itu Iman berniat merengkuh Ayunda tapi dibatalkannya karena ponselnya tiba tiba berbunyi.


"Pulanglah dulu kamu Yun.Nanti aku menyusul.Ini pegang kartu debit ini buat beli makanan atau apa yang kamu mau nanti aku pulang kalau urusanku dengan anak anak Selesai.Sekarang aku harus pergi".

__ADS_1


Iman langsung meletakkan sebuah kartu debit yang sempat diambilnya dari saku bajunya dan meletakkannya ditelapak tangan Ayunda sebelum berjalan pergi meninggalkan Ayunda tanpa menoleh lagi kebelakang membuat Isak Ayunda semakin keras karena diabaikan Iman seperti itu.


__ADS_2