
"Sudah bangun",tegur Iman begitu melihat Ayunda membuka matanya tapi masih dalam kondisi setengah mimpi.
"Ya...sudah pagi ya Bang",jawabnya karena melihat suasana kamar yang temaram.
"Magrib bukan pagi",jawab Iman yang membuat Ayunda Reflek bangun dari tempat tidurnya.
"Magrib!Jadi berapa lama aku ketiduran!".
Iman mengedikkan bahunya"Hampir setengah hari",jawabnya cuek.
"Hah!Setengah hari?Yah berarti gagal dong aku mau berenang sama jalan-jalannya hari ini.Issh...",dengusnya kesal.
"Nggak gagal cuma ditunda",balas Iman dengan mencondongkan tubuhnya kearah Ayunda yang reflek membuat Ayunda mundur kebelakang.
"Abang jangan macam macam ya.Tenagaku sudah habis jangan minta tambah lagi",hardiknya yang membuat Iman semakin mendekat mendengar perkataan istri kecilnya itu dan reflek Ayunda menutup matanya karena tidak bisa mundur lagi kebelakang.
Cup
Iman mendaratkan kecupan singkatnya didahi Ayunda yang langsung membuat Ayunda membuka matanya setelah pria itu menciumnya.
"Sana mandi lalu ayo kita jalan jalan keluar sebentar sambil cari makan malam",perintah Iman yang masih didiamkan oleh Ayunda karena pikirannya masih mencoba mencerna apa yang barusan terjadi.
"Yun kamu mau mandi sendiri....Atau aku mandikan lagi...",ucap Iman yang reflek membuat bola mata Ayunda membulat sempurna dan sebelum Iman melaksanakan ucapannya Ayunda bergegas turun dari tempat tidur dan berlari kemar mandi.
"Abang jangan ikut!",teriaknya setelah berhasil masuk kedalam kamar mandi dan buru buru mengunci pintunya agar Iman tidak bisa mengikutinya masuk kedalam.
Iman hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang istri yang menurutnya sangat lucu.
Didalam kamar mandi Ayunda sengaja mengguyur tubuhnya menggunakan air hangat dari shower karena dia merasa udara ditempat itu mulai dingin meski hari belum terlalu malam atau itu hanya perasaan nya saja karena kelelahan.
Selesai mandi Ayunda membungkus kepalanya dengan handuk dan kembali memakai batrobe yang tadi dipakainya tapi begitu menatap cermin yang ada didinding kamar mandi mulutnya ternganga karena melihat banyaknya tanda merah dibagian lehernya lalu dia mencoba membuka batrobe yang sudah dipakainya lagi itu untuk melihat bagian lainnya dan saat tau ternyata tidak ada bedanya seperti yang dileher Ayunda hanya bisa menarik nafas keras.
__ADS_1
"Aku mirip macan tutul",dengusnya dengan mata membulat tidak percaya dengan kondisi tubuhnya saat itu akibat ulah Iman.
"Sudah", tegur Iman begitu melihat Ayunda keluar dari kamar mandi yang dijawab anggukan singkat oleh Gadis itu dengan wajah cemberut membuat Iman jadi mengerutkan dahinya heran.
"kenapa?Masih sakit ya?",tanya Iman berusaha mendekat kearah Ayunda yang dijawabnya hanya dengan gumaman.
"Maaf ya Yun..seharusnya aku sedikit menahan diri tadi sama kamu terutama saat dikamar mandi".
"Iya lain kali Abang harus bisa menahan diri jangan kaya sekarang.Untung saja besok libur kerja kalau nggak gimana kalau ada yang melihat aku kaya macan tutul begini kan aku jadi malu!",gerutu Ayunda dengan menunjukan totol totol merah keunguan yang ada dilehernya.
"Cantik kok", celetuk Iman yang membuat wajah Ayunda semakin muram dan kesal pada Iman.
"Ih!Abang keterlaluan!Aku malu tau keluar kaya gini apa lagi aku cuma bawa baju kaos yang lehernya rendah pasti kelihatan sama orang nanti dan mereka bisa mentertawakan aku!".
"Kalau gitu pakai baju ini aja supaya nggak terlalu kelihatan saat keluar nanti dan yang diatas tutup aja pakai apa namanya itu yang biasa dipakai buat nutupin noda diwajah",ucap Iman dengan menyerahkan baju yang memang dibelikannya untuk istrinya.
Bukan baju bermerek terkenal yang ada diMall hanya baju yang dilihatnya saat dia pergi kepasar waktu sedang beli barang bengkel tapi menurutnya akan cantik saat Ayunda yang memakainya.
"Ini...",ucap Ayunda dengan menerima baju dari tangan Iman.
"Bagaimana?",tanya Ayunda dengan menunjukan baju itu setelah dipakainya.
"Bagus. Kamu kelihatan tambah cantik",puji Iman jujur yang membuat wajah Ayunda langsung memerah mendengar nya.
"Gombal",balas Ayunda dengan membalikkan tubuhnya lagi menghadap kearah cermin pura pura merapikan penampilannya untuk menutupi rasa malunya karena pujian Iman barusan.
"Nggak, aku serius kok kamu cantik pakai ini meski sebenarnya kamu selalu cantik pakai apa saja",balas Iman dengan memeluk Ayunda dari belakang dan ikut menatap gadis itu dari cermin.
"Dasar raja gombal",balas Ayunda lagi yang ditanggapi Iman dengan meletakkan dagunya dipuncak kepala istrinya itu.
"Nggak papa kalau sama istri sendiri iyakan", balasnya lagi yang tidak ditanggapi oleh Ayunda.
__ADS_1
"Ayo kita pergi sekarang Bang.Aku sudah kelaparan",ajak Ayunda dengan berjalan menjauh dari Iman yang langsung menariknya sebelum dia sempat menghindar.
"Ayo jalan bareng",ucap Iman dengan menautkan jemari mereka baru mengijinkan Ayunda untuk kembali berjalan.
"Wah suasana malam disini pemandangannya sangat bagus ya Bang",ucapnya begitu mereka sudah keluar dari kamar.
"Iya jadi nggak masalah juga meski kita jalan jalan malam kan",balas Iman.
"Tapikan aku juga mau berenang Bang dan kalau malam mana bisa berenang dilaut".
"Kalau begitu besok pagi kita berenangnya kan kita sore juga pulangnya".
"Serius Bang",ucap Ayunda antusias yang diangguki oleh Iman.
"Kamu mau makan apa?",tanya Iman dengan mengajak Ayunda terus berjalan disepanjang tepi pantai.
"Ikan bakar kayaknya enak",celetuk Ayunda yang diangguki oleh Iman dengan mengajak gadis itu ke Warung yang menjual ikan bakar khas dari tangkapan nelayan dipantai itu.
"Duduk",Iman membantu Ayunda untuk duduk.
"Makasih Bang",balasnya.
"Mau pesan apa mas sama mbaknya?",tanya pelayan itu.
"Dua porsi ikan bakar, sama kamu mau minum apa Yang?",tanya Iman yang membuat Ayunda terkejut karena tiba tiba Iman memanggilnya mesra.
"E ..sirup...maksudku es sirup",jawab Ayunda terbata.
"Masnya...",tanya pelayan itu dengan menatap kearah Iman
"Sama kaya punya istriku aja",ucapnya yang langsung membuat wajah Ayunda mem Blush malu mendengar ucapan istriku dari Iman.
__ADS_1
"Oh iya.Kayanya mbaknya sama masnya ini pengantin baru yang kesini buat bulan madu pasti",ucap perempuan itu dengan menatap kearah Iman dan Ayunda secara bergantian membuat wajah Ayunda menjadi semakin merah karena malu apalagi setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan pelayan tadi Iman tiba tiba langsung meraih tangan Ayunda untuk digenggamnya lagi.
"Iya...mbaknya jeli ya",balas Iman dengan membawa tangan Ayunda kebibirnya tanpa malu dihadapan pelayan itu yang langsung tersenyum malu malu melihat apa yang Iman lakukan pada Ayunda lalu memilih permisi dari hadapan mereka.