
"Abang!",panggil Ayunda saat melihat Iman berdiri diluar Mall tempat mereka janjian untuk pulang bareng.
"Ayo",ajak Iman dengan meraih tangan Ayunda untuk digandeng seperti biasa tapi sebelum gadis itu berjalan tiba tiba ponselnya bunyi membuat Ayunda terpaksa berhenti untuk memeriksa benda pipih miliknya itu.
"Siapa?", tanya Iman saat melihat ekspresi Ayunda yang langsung berubah muram setelah melihat nama penelpon di layar ponselnya.
"Nih",Ayunda menunjukan layar Ponselnya pada Iman yang membuat Iman langsung mengerutkan keningnya penasaran.
"Siapa dia?",tanya Iman saat membaca nama pak Samsul dilayar ponsel Ayunda.
"Sekretaris dari Manajer baru yang memberi perintah soal pekerjaan sama aku",terang Ayunda yang langsung membuat Iman manggut manggut mengerti.
"Lalu mau kamu angkat atau...".
"Boleh ya diangkat?",tanyanya dengan menatap kearah Iman yang diangguki oleh pria itu.
"Padahal aku males tapi....".
"Angkat aja siapa tau penting",saran Iman yang diangguki oleh Ayunda.
"Ya pak Samsul",jawab Ayunda dengan menatap kearah Iman yang berdiri didekatnya.
"Saya sudah arah jalan pulang sekarang kenapa pak?",tanyanya pada pria tua itu.
"Masih dekat atau sudah jauh?",tanya pak Samsul lagi yang membuat Ayunda semakin tidak mengerti dengan maksud pembicaraan pria tua itu.
"Belum jauh, ada apa pa?",tanyanya lagi
"Bisa kamu kembali sebentar Yun.Pak Manajer ada perlu denganmu sebentar".
__ADS_1
"Sekarang?!",tanya Ayunda terkejut dan tidak suka mendengar perintah itu.
"Iya....".
Ayunda terdiam dengan menatap kearah Iman.
"Ada apa?",tanya Iman menatap kearah Ayunda yang memasang wajah cemberut.
"Pak Samsul minta aku kembali sebentar kelantai atas karena pak Manajer ingin bicara sebentar sama aku Bang",jawabnya dengan wajah muram.
"Penting apa nggak?,tanya Iman yang dijawab gelengan oleh Ayunda.
"Nggak tau".
"Kalau kamu merasa penasaran naik aja sana sebentar biar aku tunggu kamu disini",saran Iman yang membuat Ayunda tetap masih ragu kembali kelantai 4 untuk menemui manajernya Hafiz karena sudah sejak hari pertama pria itu bekerja sebagai Manajer disini.Pria itu terus saja mencari alasan supaya bisa dekat dengan Ayunda yang membuat Ayunda mulai merasa risih dengan sikap pria itu akhir akhir ini yang seolah menjadikan jabatannya sebagai alasan agar Ayunda mau menuruti keinginannya yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, semisal menemani makan siang dengan alasan pekerjaan lalu beberapa waktu yang lalu harus menemani pria itu belanja baju dengan alasan itu bagian dari pekerjaan selain itu dia juga pernah meminta Ayunda menemaninya pergi kerumah sakit dengan alasan dia merasa tidak enak badan dan selalu bilang itu sebagai bagian dari pekerjaannya.
"Tapi ini sudah hampir magrib Bang.Gimana kalau Abang pulang dulu saja biar nanti aku pulang sendiri karena aku yakin Abang sangat capek sekarang",ucap Ayunda cemas.
Begitu Ayunda sudah berada didalam lift Iman juga ikut naik tapi memilih menggunakan eskalator agar tidak berpapasan dengan Ayunda.
Sebenarnya Iman mulai merasa penasaran dengan orang yang menjadi atasan istrinya itu setelah beberapa hari Ayunda bekerja dilantai 4 Mall karena dia selalu mengeluh tentang sikap atasannya yang selalu memberinya pekerjaan tidak masuk akal. Meski dia tidak pernah mengatakan secara rinci apa pekerjaan yang diberikan atasannya padanya.
Tanpa sepengetahuan Ayunda lalu Iman meminta bantuan Sukron untuk mencari tau siapa sebenarnya yang menjadi atasan istrinya itu dan pekerjaan apa yang diberikan pria itu pada Ayunda sebenarnya sampai Ayunda merasa sekesal itu setiap bercerita.
Tak perlu menunggu lama Sukron sudah memberikan laporannya pada Iman siapa sebenarnya yang menjadi Manajer baru Mall Senopati yang merupakan atasan sang istri itu lalu pekerjaan apa saja yang biasa dilakukan Ayunda selain membersihkan lantai 4 yang dikhususkan sebagai kantor itu.
Setelah mendapat laporan terperinci dari Sukron Iman memang diam tapi tidak mendiamkan berniat melihat sampai sejauh mana pria yang menjadi manajer Ayunda itu mengganggu istrinya.
***
__ADS_1
"Pak Samsul",panggil Ayunda membuat pria paruh baya itu menoleh kearah Ayunda.
"Syukur kamu mau kembali Yun.Pak Hafiz tadi baru aja marah marah gara gara kamu pulang langsung tanpa menunggu dia kembali lebih dulu",terang pak Samsul yang membuat Ayunda heran mendengarnya.
"Lho tadikan pak Hafiz sedang nggak ada dikantor sejak jam makan siang karena pak Samsul bilang ada keluarga beliau yang datang dan beliau harus menjemputnya. Sampai jam pulang kerja saya dia belum juga kembali kekantor.Memang salah ya kalau saya pulang setelah pekerjaan saya selesai dan sudah jam pulang saya",jawab Ayunda.
"Nggak salah tapi aku nggak suka kamu seperti itu",jawab Hafiz yang tiba tiba sudah ada dibelakang mereka berdua membuat Ayunda sampai terjengkit karena terkejut.
"Pak Hafiz!",panggil Ayunda dan pak Samsul berbarengan.
"Pak Samsul Bapak silahkan pulang sekarang dan buat kamu Yun ikut aku kebawah sekarang",perintah Hafiz dengan berjalan menuju lift menyuruh Ayunda untuk mengikutinya yang tidak dituruti oleh Ayunda dengan tetap masih berdiri ditempatnya semula sampai Hafiz kembali memanggilnya lagi.
"Ayunda kamu mau aku semakin kesal karena kamu terus berusaha melawan perintahku".
"Iya saya ikut bapak kelantai bawah sekarang",jawabnya dengan berjalan menuju lift yang tidak sampai 10 menit lalu dinaikinya untuk naik dan sekarang dia harus turun lagi tapi bersama pria yang tidak disukainya ini.
"Sebenarnya aku tadi ingin segera kembali kekantor setelah menjemput Umi dan Abi ku diBandara tapi ternyata rencanaku gagal karena ada urusan keluarga baru setelah habis Ashar aku bisa kembali kesini dan saat sampai pak Samsul bilang kalau kamu baru aja pulang.Kenapa kamu nggak menunggu beberapa menit lagi sampai aku kembali kekantor sih Yun",celetuk Hafiz dengan nada kesal yang ditanggapi dengan diam oleh Ayunda sampai Hafiz kembali memanggil namanya lagi.
"Ayunda",panggilnya dengan menoleh kearah Ayunda yang membuat Ayunda sedikit terkejut karena tadi saat Hafiz bicara panjang lebar pikirannya sedang tertuju pada Iman yang tadi ditinggalkannya begitu saja hanya untuk mendengar celoteh tidak jelas dari pria yang menjadi atasannya ini.
"I .iya pak",jawabnya yang membuat Hafiz memicingkan matanya mendengar jawaban Ayunda.
"Kamu lupa kalau kularang memanggil bapak setelah kita tidak lagi berada dikantor".
"Maaf mas",jawab Ayunda meralat ucapannya.
"Sepertinya kamu sedang tidak fokus sekarang sebenarnya apa sih yang sedang kamu pikirkan Yun sampai terkejut mendengar aku memanggilmu tadi dan jangan jangan kamu juga tidak mendengarkan penjelasanku tadi kenapa aku bisa lama berada diluar kantor".
"Oh...saya sedang memikirkan suami saya tadi mas karena itu saya...".
__ADS_1
"Apa Yun! Kamu barusan bilang apa tadi?!".