
Ayunda sudah berada didalam kamar mandi hotel berniat untuk mengganti baju kebaya yang dikenakannya dengan baju yang lebih nyaman.
Tapi saat dia berniat melepas kancing kebaya yang dikenakannya, wajah Ayunda berubah kesal karena ternyata kancing kebaya yang dipakainya berada dibagian punggung, selain itu bentuk kancingnya ternyata kecil dan rapat.
Ayunda sangat kesulitan untuk melepaskan kancing dari lubangnya.
Setelah bersusah payah ternyata dia hanya berhasil melepas beberapa kancing yang terletak dibagian paling atas, sementara selebihnya dia sangat kesulitan melakukannya, bahkan jari tangannya sudah terasa sakit, karena terus berkutat dengan itu tapi belum berhasil juga berhasil sampai dia berkali kali harus menghela nafas karena merasa kesal, juga lelah.
Iman yang berada dikamar sudah berkali kali melihat jam dipergelangan tangannya, dia mulai merasa khawatir. Karena sudah sekitar 30 menit Ayunda berada didalam kamar mandi untuk berganti baju, tapi belum juga ada tanda tanda akan keluar.
Khawatir terjadi sesuatu pada sang istri, pria itu lalu berdiri dari duduknya dan mulai mengetuk pintu kamar mandi, untuk mengetahui kondisi Ayunda didalam.
"Yank, kamu baik baik aja didalam?" tanyanya dari balik pintu.
__ADS_1
Mendengar suara Iman memanggilnya, Ayunda segera menjawab.Khawatir kalau-kalau pria itu cemas karena dia terlalu lama berada didalam kamar mandi.
"Iya,aku baik baik aja.Ini lagi ganti baju, Abang tunggu sebentar," pintanya.
Mendengar jawaban Ayunda, pria itu merasa lega dan memilih untuk menuruti keinginan sang istri dengan kembali menunggu, tapi kali ini dia memilih menunggu didepan pintu kamar mandi.
Beberapa menit berlalu, tidak ada juga tanda tanda Ayunda membuka pintu kamar mandi. Iman kembali cemas, lalu mengetuk lagi pintu itu dengan nada lebih tidak sabar dari sebelumnya.
Mendengar suara Iman lagi, Ayunda kembali menjawab panggilan itu, dengan masih berusaha membuka kancing kebaya yang dikenakannya. Meski sekarang mulai merasa sangat kesal, karena sampai dibagian yang sangat sulit dibukanya.
"Iya! Ini susah!" jawabnya dengan nada keras yang bisa didengar jelas oleh Iman dari balik pintu.
"Susah? Apa kamu kesulitan melepaskan baju kebaya yang kamu pakai sekarang?" tanya pria itu, khawatir.
__ADS_1
Karena sudah kelelahan melakukannya, Ayunda merasa senang waktu mendengar Iman bertanya seperti itu padanya dan dia langsung menjawab, iya.
"Iya," jawabnya dari dalam kamar mandi.
"Mau kubantu melepaskannya, Yank?" saran pria itu pada sang istri, dari balik pintu kamar mandi yang tertutup.
"Iya, tolong lepaskan Bang."
"Kalau gitu, buka pintunya. Aku bantu kamu melepaskannya," perintah pria itu yang langsung diiyakan oleh Ayunda, dengan membuka pintu kamar mandi yang tadi sempat dikuncinya dari dalam.
Begitu Ayunda membuka pintu kamar mandi Iman sedikit terjengkit melihat penampilan sang istri saat itu, meski masih memakai kebaya lengkap.
Tapi Ayunda sudah melepas kerudung yang semula menutup kepalanya, hingga Iman bisa melihat wajah cantik sang istri yang terbingkai rambut hitam panjang yang tergerai saat itu, membuat dada Iman langsung berdesir karenanya dan dia hampir lupa dengan tujuannya semula, yang ingin membantu Ayunda melepas sisa kancing kebaya yang dipakainya, saat itu. Sampai perempuan cantik yang sudah menjadi istrinya lagi itu mendekat kearahnya dan membalikkan badannya, membelakangi Iman, agar pria itu segera melakukan apa yang tadi tidak bisa dilakukannya.
__ADS_1