Jodohku Babang Preman

Jodohku Babang Preman
63.Terkejut.


__ADS_3

"Siapa?!",Hafiz bertanya dengan nada tidak suka secara terang terangan saat mendengar suara ponsel Ayunda berbunyi.


"Oh...Ini..Boleh saya mengangkatnya sebentar",pintanya tapi tidak melanjutkan lagi permintaannya saat melihat ekspresi Hafiz dan semua orang yang ada disana yang menatapnya dengan tatapan terganggu karena bunyi ponselnya barusan.


"Maaf akan saya silent saja toh ini bukan panggilan yang sangat penting".


Setelah mengatakan itu Ayunda lalu merubah mode ponselnya menjadi mode silent jadi berapa kali pun Iman menghubunginya meski dia merasakan getarannya dia tidak berani mengangkat nya karena sadar saat itu dia sedang ditengah keluarga Hafiz yang merupakan atasannya.


"Jadi...nak Ayunda sudah cukup kenal dengan kota ini bukan?".


Umi Jubaedah mengajaknya bicara karena tadi suasana sempat canggung saat ponsel gadis itu tiba tiba berbunyi dan dia bisa melihat ekspresi tidak suka yang ditunjukan Hafiz mendengar hal itu membuat wajah Aisyah langsung berubah tambah kesal pada Ayunda.


"Iya sedikit nyonya",balas Ayunda sopan.


"Aku memang sering bepergian tapi untuk diJakarta aku kurang tau tempat tempat menarik dan aku berniat berada sedikit lebih lama disini.Jadi kalau seandainya aku minta kamu untuk menemaniku selama aku disini mau kan nak Ayunda?".


Ayunda ragu ragu untuk mengiyakan permintaan dari perempuan paruh baya itu dan mencoba melirik ke Hafiz yang ternyata tidak memberikan reaksi apa apa. Berbeda dengan perempuan cantik yang duduk bersebrangan dengannya begitu mendengar apa yang baru saja dikatakan Umi Jubaedah. Aisyah langsung menatapnya lagi dengan sinis dan terang terangan menunjukan ekspresi tidak sukanya membuat Ayunda ragu untuk mengiyakannya.


Melihat Ayunda tampak ragu Umi Jubaedah kembali berusaha merayunya.


"Jadi...bagaimana..mau kan nak Ayunda..",bujuk Umi Jubaedah karena sepertinya perkenalannya dengan calon istri muda Hafiz hari ini tidak berjalan lancar karena Aisyah yang terus saja memasang wajah tidak suka pada gadis disampingnya yang masih sangat muda juga sangat cantik. Andai dia menjadi Aisyah dia juga pasti akan merasakan perasaan yang sama karena merasa tersaingi saat ada perempuan lain yang lebih menarik dari dirinya dan membuat pria yang menjadi suaminya berkali kali melirik kearah Ayunda dengan terpesona.


"Itu...".


Belum selesai Ayunda menyelesaikan kalimatnya tiba tiba mendengar suara yang sangat dikenalnya, reflek membuatnya dan semua orang yang ada disana menoleh kearah suara yang baru saja memanggilnya mesra seperti biasa.

__ADS_1


"Yank".


Meski terkejut sejujurnya Ayunda sangat senang waktu mendengar suara Iman menyapanya.Ingin rasanya dia berdiri dan langsung meloncat kedalam pelukan Iman lalu mengajak pria itu pergi dari tempat yang membuatnya sangat tertekan itu sekarang.


Tapi belum sempat dia melakukan itu semua orang yang ada dimeja memberikan reaksi yang tidak terduga melihat kedatangan Imam membuat Ayunda bingung dan semakin tidak mengerti dengan situasi yang sedang terjadi disana saat mendengar Tuan Alfarizi menunjuk Iman dengan wajah marah, lalu jawaban Iman yang memanggil tuan Alfarizi dengan Abi.


Kenapa dia juga memanggil pria yang merupakan ayah bosnya dengan sebutan Abi juga...


Berbagai pertanyaan memenuhi otak kecil Ayunda melihat situasi disana.Apalagi saat tiba tiba Perempuan cantik berbaju gamis indah yang dari tadi menatapnya dengan wajah sinis itu menyapa suaminya dengan ekspresi dan suara sangat lembut seolah mereka sangat dekat, lalu tiba tiba perempuan itu berdiri dan berjalan menghampiri Iman yang masih saja berdiri diam ditempatnya dengan tatapan dingin begitu juga saat menatap kearahnya membuat keringat dingin mengalir dibalik punggung Ayunda karena gugup seolah sekarang dia sedang ketahuan berbuat salah oleh Iman.


"Iman.Ayo ikut duduk bersama kami, mumpung seluruh keluarga sedang berkumpul".


Ayunda mengepalkan tangannya saat mendengar Perempuan itu bicara begitu lembut pada suaminya seolah mereka sangat dekat.


"Lalu untuk apa?Duduklah kurasa Abi Umi juga mas Hafiz tidak akan keberatan kamu datang Man kita semua kan sudah lama nggak ketemu semua kangen denganmu termasuk aku".


Ayunda hampir saja berdiri dari duduknya saat mendengar kalimat terakhir yang diucapkan perempuan bernama Aisyah itu karena marah tapi berusaha ditahannya dengan tetap duduk diam ditempatnya tapi dia berjanji akan meluapkannya nanti saat dirumah berdua saja dengan Iman yang sepertinya tidak keberatan mendengarnya.


"Benarkah?Tapi kurasa kamu saja yang merasakan hal itu padaku sementara yang lain tidak",jawab Iman dengan suara sinis menatap mereka semua termasuk Ayunda yang bingung kenapa Iman menatapnya dengan ekspresi marah.


"Sebenarnya apa niatmu datang mendadak seperti ini Iman dan kamu Syah kenapa kamu bersikap seperti itu pada saudara Iparmu!Apa kamu sudah lupa kalau aku suamimu ini masih ada disini!",hardik Hafiz dengan berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat kearah Aisyah dan menarik lengan perempuan itu dengan kasar sampai Aisyah terdorong kebelakang.


Ayunda terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan Hafiz pada perempuan yang dipikirkannya saudara Hafiz tadi tapi ternyata istri pria itu dan sekarang dia mengerti kenapa perempuan itu memasang wajah sinis padanya sejak mereka bertemu ternyata dia cemburu padanya yang sebenarnya terpaksa berada disini karena berpikir ini bagian dari pekerjaannya.


"Aku datang kesini bukan untuk bertemu kalian semua sekarang karena aku yakin kalian juga tidak suka melihat ku bukan".

__ADS_1


"Iman!Jangan selalu membuat masalah!Bisakah sekali saja kamu menjadi anak yang patuh!".


Tuan Alfarizi berdiri dari duduknya menatap kearah Iman tajam.


"Abi tidak berubah tetap keras dan tegas padaku.Tapi meski begitu aku senang karena Abi tetap sehat sampai sekarang dan maaf karena membuat acara kumpul kalian terganggu tapi aku harus datang kesini karena selain aku kalian pasti juga merasa tidak nyaman dengan keberadaan istriku diantara kalian sekarang bukan".


Iman mengatakan semua itu dengan menatap tajam kearah Ayunda yang merasa semakin bersalah meski dia tidak merasa membuat kesalahan.


"Istri!Siapa istrimu?Jangan bilang kau sedang berpikir untuk merebut Aisyah dariku Man!".


Hafiz terlihat hampir tidak bisa menahan kemarahannya karena sikap Aisyah tadi yang seolah ingin menunjukan kalau hubungannya dengan Iman tetap baik.


Iman tersenyum sinis pada Hafiz.


"Bukankah Aisyah sudah menjadi istrimu sejak lama Fiz.Untuk apa aku merebutnya ".


"Lalu siapa?!".


Tapi setelah mengatakan itu Hafiz menoleh kearah Ayunda yang saat itu hanya diam saja dan hanya menatap bingung kepada mereka semua .


"Dia...".


Hafiz menunjuk kearah Ayunda lalu menoleh kearah Iman yang berjalan menghampiri Ayunda lalu meraih tangan perempuan itu yang tidak menolak saat Iman melakukannya berbeda saat Hafiz yang akan menyentuhnya.


"Sudah kubilang hari ini jangan masuk kerja kenapa kamu nggak dengerin aku sih Yank jadinya kaya gini kan",ucap Iman dengan sengaja mencubit pipi Ayunda lembut dihadapan semua orang yang terdiam melihat itu.

__ADS_1


__ADS_2