
Meski tidak ingin meninggalkan Ayunda yang terisak saat ditinggalkannya Iman terpaksa pergi karena ponselnya terus saja berbunyi dan begitu dilihat ternyata Imron yang menelpon saat itu membuat Iman dengan terpaksa pergi meninggalkan Ayunda.
Setelah cukup jauh dari Mall baru Iman mengangkat panggilan Imron.
"Ya!",jawabnya dengan suara keras kesal juga marah karena Imron terus saja menghubunginya padahal dia bilang akan datang kalau urusannya sendiri sudah selesai tapi ini karena pria itu terus saja menghubunginya dengan terpaksa Iman meninggal kan Ayunda untuk pulang sendiri saat mereka bertengkar seperti ini yang membuat perasaan nya benar benar tidak tenang.
"B...Bos ga..gawat..Rid..Ridwan...dia gila!",ucap Imron ditelpon dengan suara terbata bata sebelum suara seperti pukulan keras dilayangkan terdengar dari sambungan telpon.
"Ridwan?!Apa yang dilakukan bedebah brengsek itu dengan kalian?!!".
"D..Dia menyerang markas kita dan kita terdesak Bos".
"Sial!!!",maki Iman marah lalu menghentikan tukang ojek yang lewat dan memintanya mengantar menuju Markas kelompoknya berada.
"Berhenti disini saja pak!",perintah Iman dengan meloncat turun dari atas kendaraan tukang ojek itu lalu menyerahkan selembar uang berwarna merah pada pria paruh baya itu.
"Pergi dari sini dan tutup mulut Bapak kalau pernah datang kemari!",perintah Iman dengan nada penuh penekanan membuat tukang ojek itu mengangguk dan langsung pergi meninggalkan tempat Iman tadi turun yang dari sana saja sudah terdengar suara keributan dari perkelahian yang terjadi diMarkasnya karena ulah Ridwan dan anak buahnya yang tiba tiba menyerang markas mereka dengan nekad.
Tapi sebelum dia mendekat kearah markasnya dia menghubungi Sukron lebih dulu.
"Ya Bos",jawab Sukron begitu Iman menelpon.
"Dimana Lo?!".
"Sedang menuju Markas karena Imron menelpon katanya...".
"Lo jangan pergi!".
"Hah kenapa Bos?!Tapi sekarang aku sudah hampir sampai".
"Kembali dan bawa beberapa orang pergi bersama Lo".
"Kemana Bos?!",tanya Sukron bingung.
"Kerumah gue.Tapi jangan mendekat jangan sampai anak buah Ridwan tau tentang Ayunda kalau sampai mereka tau dan gue belum balik Lo harus jaga istri gue dengan nyawa Lo paham Lo!!",perintah Iman tegas.
__ADS_1
"I...iya...tapi emang kondisi markas parah ya bos sampai aku harus balik buat jaga istri bos sekarang?".
"Gue juga belum tau tapi buat jaga jaga aja karena meski gue selamet Kayanya gue bakal berurusan dengan polisi kali ini karena itu Lo harus beber bener jaga Ayunda sampai gue balik dan bilang sama bang Fahri buat ngurus bengkel selama gue nggak ada".
"Iya bos akan aku lakukan seperti apa yang bos perintahkan".
"Kalau gitu gue matikan dan nggak usah nelpon gue kalau gue nggak nelpon lo paham!!".
"Paham bos!".
Setelah itu Iman mematikan ponselnya agar tidak ada yang bisa menghubunginya lagi dan bergegas berlari menuju Markas kelompoknya yang jaraknya hanya sekitar 200 meter dari tempatnya saat itu.
***
"Ridwan!!!!",teriak Iman dengan suara menggelegar membuat sebagian orang yang sedang baku hantam disana saat itu menoleh kearahnya termasuk orang yang dipanggilnya yang saat itu terlihat sedang memukuli Imron langsung menghentikan apa yang dilakukannya dan berbalik berjalan kearah Iman yang berdiri didepan Markas.
"Halo..lihat siapa yang datang ini?Sang jagoan kita",celetuk Ridwan dengan berjalan mendekat kearah Iman yang berdiri menatap tajam kearah pria bertubuh gempal dengan rambut panjang gimbal dan tato yang hampir menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah serta telapak tangannya itu.
"Lo gila!!!",bentak Iman dengan berjalan mendekat kearah Ridwan tanpa gentar karena ini bukan pertama kalinya mereka berhadapan dalam suasana seperti ini.
"Apa lagi mau Lo?!Kenapa Lo berulah lagi kayak gini ?!Bukankah masalah wilayah sudah selesai kita bahas dua bulan lalu kenapa sekarang Lo mulai lagi!!!".
"Karena anak buah Lo curang!!!",balas Ridwan sinis.
"Curang?!Siapa?!",tanya Iman menatap tajam kearah para anak buahnya dan juga anak buah Ridwan yang langsung menghentikan baku hantam mereka begitu melihat Iman menatap mereka.
"Ya dan karena itu gue rugi banyak bulan ini".
"Rugi?Lo masih menggunakan wilayah Lo buat transaksi barang haram?!Dan Lo kerja sama, sama orang gue begitu?!",tanya Iman menatap tajam kearah semua anak buahnya yang ada disana mencoba mencari tau siapa orang yang sudah berani menghianatinya dengan bekerja sama menjual Narkotika bersama pihak Ridwan selama ini.
"Ya.Dia yang minta karena dia bilang apa yang lo kasih buat dia selama ini terlalu sedikit".
"Brengsek!!!Siapa diantara kalian yang sudah Berani melanggar peraturan kelompok kita?!!", teriak Iman dengan berjalan mendekat kearah para anak buahnya yang tidak ada yang berani menatapnya atau bicara.
"Katakan siapa?!!Sebelum ketahuan gue dan gue hukum orang itu dengan cara gue!!"..
__ADS_1
Masih tidak ada yang bicara diantara anak buahnya membuat Ridwan yang melihat itu tersenyum sinis pada Iman
"Rupanya akhir akhir ini Lo sibuk sama kerjaan lo yang lain sampai Lo teledor kaya gini.Tapi sebenarnya tujuan gue kesini bukan buat liat ini".
"Lalu lo mau apa?!".
"Balikin barang gue yang udah diambil anak buah Lo",pinta Ridwan yang membuat Iman reflek langsung mencengkram kerah baju Ridwan dengan marah.
"Lo gila!!!".
"Lepas!Gue minta karena jumlahnya nggak sedikit yang dicuri ama pihak Lo itu!!".
Ridwan berusaha menepis tangan Iman yang berada dikerah bajunya tapi karena perbedaan tinggi badan mereka membuat Ridwan tidak bisa melepaskannya sebelum Iman sendiri yang melakukannya.
"Gue nggak tau dan itu bukan urusan gue jadi pergi tinggalkan tempat gue sekarang!!",perintah Iman dengan sangat marah pada Ridwan.
"Nggak!!Sebelum pihak Lo balikin barang milik gue!!!".
"Jangan mulai Lo Wan kalau Lo pergi sekarang gue anggap apa yang Lo lakukan sama anak buah gue,akan gue lupakan tapi kalau Lo tetap bersikeras kaya gini maka gue nggak akan segan juga sama Lo!!!"..Ridwan tertawa Sinis pada Iman.
"Balikin barang Gue kalau Lo mau tetap selamat!".
Ridwan masih saja tidak mau bergeming membuat Iman sangat kesal lalu melayangkan pukulannya kewajah pria itu yang berusaha ditangkis oleh Ridwan meski masih sedikit kena.
"Brengsek Lo Man!!Balikin barang gue sebelum gue hancurin tempat lo ini sampai rata nggak berbekas!!".
"Berapa banyak barang Lo sampai Lo bersikeras minta ganti rugi sama gue Brengsek!!".
"Setengah kilo".
Iman memicingkan matanya mendengar jumlah yang disebutkan oleh Ridwan.
"Setengah kilo?",tanyanya Iman tidak percaya kalau diantara orang orang nya ini ada yang terlibat menyembunyikan barang haram sebanyak itu milik Ridwan dan kalau sampai barang itu ditemukan polisi diMarkasnya maka mereka semua juga dirinya akan tamat.
Memikirkan itu membuat Iman menjadi sangat marah pada Ridwan dan juga anak buahnya yang tidak patuh pada peraturan yang dibuatnya selama ini.
__ADS_1