
"Mas sudah pulang?",tegur Aisyah begitu melihat Hafiz berjalan masuk kedalam rumah dinas yang mereka tempati selama Hafiz bertugas menjadi Manajer diMall Senopati di Jakarta.
"Mana Umi sama Abi?Apa mereka sudah tidur?",tanyanya dengan meletakkan tas kerjanya setelah sampai dikamar yang mereka tempati dan mulai melepaskan baju kerjanya yang dibantu oleh Aisyah seperti biasanya.
"Mungkin belum, tadi mereka keluar untuk jalan jalan berdua lalu setelah kembali mereka langsung masuk kekamar",terang Aisyah..
"Mereka semakin mesra ya padahal usia mereka sekarang sudah tidak muda lagi",celetuk Hafiz yang diangguki oleh Aisyah dengan membantu pria itu melepas kaos kaki yang dipakainya.
"Aku juga berharap kita seperti itu nanti kalau sudah seusia mereka",celetuk Hafiz yang membuat Aisyah mendongak dari posisinya yang sedang berjongkok dengan tersenyum lembut pada pria yang menjadi suaminya itu.
"Bukankah kita juga selalu seperti itu selama ini dan kurasa itu akan bertahan sampai nanti kita setua mereka".
"Entahlah", keluh Hafiz dengan menghembuskan nafasnya cukup keras yang membuat Aisyah menunduk melihat ekspresi yang ditunjukan pria yang sudah hampir 10 tahun membina rumah tangga dengannya itu. Meski pernikahan mereka ini berawal dari perjodohan karena status mereka yang dinilai setara oleh kedua orang tua mereka saat itu, tapi seiring berjalannya waktu dia berhasil mencintai suaminya itu dengan tulus sampai beberapa hari yang lalu saat seseorang dari masalalunya tiba tiba muncul lagi yang membuatnya teringat kenangan masa lalu dengan pria itu yang harus kandas karena terhalang restu dan perasaan nyeri yang dulu dirasakannya karena perpisahan terpaksa mereka kembali muncul seiring masalah rumah tangga yang akhir akhir ini menghampiri dia dan Hafiz.
Sudah sejak 1 tahun terakhir sejak program bayi tabung mereka yang terakhir gagal kedua orang tua Hafiz menyarankan pada mereka berdua untuk berhenti melakukan usaha dengan jalan medis karena sudah bertahun tahun usaha tersebut tidak membuahkan hasil dan mulai menyarankan pada Hafiz untuk menikah lagi saja seperti yang dilakukan oleh Abi pria itu dulu yang menurut mereka lebih efektif.
Pihak orang tua Hafiz sangat mengharapkan kehadiran anak dalam rumah tangga mereka yang menurut mereka sudah sangat lama serta usia kedua mertuanya yang semakin tua juga usia Aisyah yang terus bertambah membuat mereka mulai gencar membicarakan hal itu dengan Hafiz yang selama ini masih setuju mendengarkannya untuk tetap berusaha dan bersabar karena Allah belum memberi mereka momongan seperti yang diharapkan semua pasangan yang menikah.
__ADS_1
Selama setahun ini sudah beberapa kali mertuanya meminta Hafiz untuk mencari istri lagi dengan harapan hal itu bisa membuat mereka segera mendapatkan cucu meski tidak dari Aisyah dan tidak perlu bercerai dari Aisyah.
Dimadu.Memikirkannya saja sudah membuat hatinya sebagai seorang perempuan dan istri terasa sakit lalu bagaimana bisa dia menyetujui saran mertuanya apalagi tujuan mereka adalah agar Hafiz punya keturunan sah yang tidak bisa diberikannya sekarang.
Menikah lagi mungkin tidak dilarang dalam agama yang dianutnya tapi sebagai seorang istri tentu saja dia tidak pernah bisa mengiklaskan hal itu meski hubungan mereka dulu diawali dengan perjodohan.
Aisyah menelan ludahnya yang terasa kelat ditenggorokannya saat mengingatnya karena menahan sesak didadanya memikirkan hal itu tapi masih terus berusaha bersikap biasa baik dihadapan mertuanya maupun dihadapan Hafiz selama ini.
"Mas mau mandi atau mau makan malam sekarang?",tawarnya dengan suara senormal mungkin meski sebenarnya dia merasa sangat sedih sekarang karena tadi siang saat tidak ada Hafiz lagi lagi kedua mertuanya menyingung hal itu dihadapannya secara terang terangan.
"Aku akan mandi sebentar lalu turun untuk makan malam kamu siapkan saja pakaianku",jawab Hafiz dengan berdiri dari duduknya disofa kamar dan berjalan menuju kamar mandi.
"Nggak perlu.Aku mau mandi cepat lalu turun untuk makan dan ngobrol dengan Umi sama Abi",balas Hafiz dari dalam kamar mandi yang membuat hati Aisyah semakin terasa nyeri karena merasa sikap Hafiz akhir akhir ini seperti sengaja menghindarinya lebih tepatnya sejak dia dipindah tugaskan ke Jakarta sikapnya seolah berubah dengan berusaha menolak niat Aisyah yang ingin tetap menjaga keharmonisan rumah tangga mereka,Ada apa? pertanyaan itu mulai terlintas dalam benaknya.Apakah suaminya sudah mulai setuju dengan niat kedua mertuanya untuk menikah lagi.
Memikirkan semua hal itu hatinya terasa sangat sakit seolah semua usahanya untuk menjadi istri yang baik dalam keluarga pria itu sia-sia karena dia tidak bisa memberikan mereka cucu.
"Mana bajuku?".
__ADS_1
Pertanyaan Hafiz menyadarkan Aisyah dari lamunannya barusan dan bergegas berjalan ke lemari untuk mengambilkan baju rumah pria itu.
"Ini mas",ucapnya dengan memberikan baju pada Hafiz yang diterima pria itu dengan langsung mengenakannya tanpa meminta bantuan padanya seperti biasa.
"Ayo turun",ajak Hafiz dengan berjalan keluar dari dalam kamar menuju ruang makan yang ternyata disana sudah ada kedua orang tuanya duduk untuk makan bersama mereka.
"malam Umi Abi",sapa Hafiz yang dibalas anggukan oleh mereka yang diikuti Aisyah juga memberi salam pada kedua mertuanya lalu mengambilkan makanan untuk Hafiz seperti yang sudah menjadi kebiasaan dikeluarga besar suaminya kalau seorang istri harus melayani seorang suami dalam segala hal karena suami adalah pemimpin dalam rumah tangga.
Mereka makan dalam diam bahkan suara sendok pun kalau bisa jangan sampai terdengar sebagai adat kebiasaan keluarga besar Hafiz yang tetap diterapkan sampai sekarang.
Baru setelah makanan dipiring semua orang habis mereka boleh bicara dengan anggota keluarga lain yang ada dimeja makan.
"Bagaimana disini Fiz kamu betah?",tanya Abinya basa basi yang diangguki oleh Hafiz.
"Ya...meski tidak jauh beda dengan diSurabaya sebenarnya Bi tapi Hafiz rasa Hafiz suka bekerja ditempat Hafiz sekarang",balasnya dengan meneguk air putih digelasnya.
"Lalu..Apa kalian masih tetap kekeuh ingin terus melakukan program bayi tabung lagi yang sebenarnya menurut Abi sama Umi itu sia sia saja dan juga hanya buang buang uang yang lelah lelah kamu hasilkan".
__ADS_1
Aisyah diam dengan ekor mata melirik kearah Hafiz yang ekspresinya tetap terlihat tenang berbeda dengan sebelumnya setiap kali kedua orang tuanya mengatakan kalau apa yang mereka lakukan selama ini sia sia Hafiz pasti akan marah tapi kali ini terlihat tidak.
'Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada suaminya itu sekarang kenapa dia terlihat berbeda sejak pindah ke Jakarta?',batin Aisyah heran dan juga cemas.